Comscore Tracker

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi 

Adolf Hitler ternyata tidak pernah mendirikan Nazi

Kalau ditanya tentang Partai Nazi, orang akan langsung teringat pada pria berkumis unik dengan nama Adolf Hitler dan peristiwa holocaust yang membunuh enam juta orang Yahudi di Jerman dan wilayah sekitarnya. Memang, Nazi memang menjadi otak di balik peristiwa kejam itu.

Dilansir History, Nazi menjadi salah satu alasan terjadinya Perang Dunia II. Meski Adolf Hitler adalah orang yang membuat Nazi berjaya, tahukah kamu kalau der Führer—julukan Hitlerbukanlah orang yang mendirikan Partai Nazi? Lalu siapa yang sebenarnya mendirikan Partai Nazi? Berikut fakta tentang Partai Nazi yang jarang orang ketahui!

1. Nazi bukan nama yang sebenarnya 

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi para pendiri Nazi (dok. istimewa)

Didirikan pada tahun 1919 di Munich oleh Anton Drexler, Gottfried Feder, dan jurnalis bernama Karl Harrer, awalnya partai ini bernama The German Workers’ Party atau Partai Buruh Jerman. Namanya kemudian berubah ketika Adolf Hitler berhasil menduduki jabatan sebagai pimpinan partai pada 1921.

Segera setelah Hitler menduduki jabatan penting tersebut, dia mengubah nama partai menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Pekerja Sosialis Nasional Jerman, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Nazi.

2. Adolf Hitler awalnya dikirim sebagai mata-mata 

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi Adolf Hitler (AP)

Pembentukkan The German Workers’ Party nyatanya tidak mendapat restu dari militer angkatan darat. Dilansir Totally History, mereka pun mengirim Adolf Hitler sebagai mata-mata untuk menghadiri salah satu pertemuannya.

Namun alih-alih pulang membawa informasi, Hitler justru menemukan dirinya sepakat dengan The German Workers’ Party yang menentang habis Perjanjian Versailles. Pasalnya, karena isi perjanjian itu dianggap sangat merugikan bagi Jerman. Isi perjanjian itu di antaranya adalah Jerman harus memberikan beberapa wilayahnya ke negara tetangga.

3. Partai Nazi sempat dilarang di Jerman pada 1923 

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi Beer Hall Putsch (Roland Klemig)

Dilansir Britannica, Hitler dan partainya melancarkan aksi Beer Hall Putsch di Munich, 2 tahun setelah menjadi pemimpin partai. Tujuannya adalah mengambil alih kekuasaan pemerintahan di Bavaria. Namun kudeta kekuasaan itu gagal dilakukan.

Setelah kegagalan tersebut, Partai Nazi menjadi partai terlarang di Jerman. Para anggotanya dijebloskan ke penjara atas tuduhan pengkhianatan. Hitler sendiri mendapat hukuman penjara selama 5 tahun, namun dia berhasil keluar kurang dari setahun.

Baca Juga: Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon Wiesenthal

4. Hitler berhasil 'menghidupkan' kembali partainya

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi Adolf Hitler disambut dengan salut Nazi. (vg.no)

Meski Beer Hall Putsch tidak berhasil meruntuhkan kekuasaan pemerintahan, tapi Partai Nazi tidak sepenuhnya gagal. Nyatanya, kegagalan kudeta yang dilakukan Partai Nazi justru membuat partai ini makin terkenal. Setelah Hitler berhasil keluar, dia berusaha 'menghidupkan' kembali Partai Nazi.

Bersamaan dengan itu, Jerman mengalami resesi ekonomi hebat pada 1929. Nazi memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat mengambil alih kekuasaan, kali ini melalui cara yang legal dengan mengikuti pemilihan umum. Pada akhirnya,  Partai Nazi berhasil memenangkan pemilihan dengan mendapatkan 230 dari 608 kursi di Reichstag atau parlemen dan Adolf Hitler ditunjuk sebagai kanselir Jerman pada 1933.

5. Kebijakan Nazi menjadi salah satu pemicu terjadinya Perang Dunia II 

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi potret Perang Dunia II (Museum Ziemi Wielunskie)

Meski sudah berganti nama menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Nazi, mereka tidak pernah melupakan tujuan awal berdirinya partai. Dipimpin oleh Adolf Hitler, Partai Nazi sedikit demi sedikit melanggar Perjanjian Versailles. Dimulai dengan keluarnya Jerman dari Liga Bangsa-Bangsa pada 1933, Nazi membangun kembali angkatan militer melebihi yang diperbolehkan perjanjian, mencaplok wilayah Austria pada 1938, dan menginvasi Cekoslowakia setahun setelahnya.

Jerman kemudian membuat Inggris dan Prancis geram karena berusaha menguasai Polandia. Dan meski Jerman berhasil menduduki Polandia pada 1 September 1939, namun harga yang dibayar mahal sekali. Mereka harus berperang melawan Inggris dan Prancis yang kemudian memicu terjadinya Perang Dunia II.

6. Atas perintah Hitler, Nazi membantai enam juta kaum Yahudi

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi warga Yahudi yang ditawan di kamp konsentrasi Nazi (The Denver Channel)

Bukan cuma berusaha menduduki banyak negara, Nazi juga berusaha menghapus ras Yahudi dari benua Eropa. Di Jerman, Hitler berusaha meyakinkan semua orang bahwa orang Yahudi adalah salah satu penyebab kalahnya Jerman pada Perang Dunia I.

Di tahun 1933, Nazi membangun kamp konsentrasi pertama mereka di Dachau, Jerman. Awalnya, kamp ini digunakan untuk menampung tahanan politik, tapi seiring berjalannya waktu, kamp ini berubah bentuk menjadi tempat penyiksaan bagi ribuan orang Yahudi, homoseksual, gipsi, seniman, dan orang-orang yang kurang sempurna secara fisik dan mental.

Bukan hanya di Jerman, Nazi juga membangun sejumlah kamp konsentrasi di berbagai wilayah yang didudukinya, termasuk kamp Auschwitz yang digunakan untuk menyiksa ribuan kaum Yahudi. Genosida ini baru berakhir di akhir Perang Dunia II, saat pasukan Jerman terdesak hingga ke Berlin. Dan saat itu terjadi, enam juta Yahudi dinyatakan meninggal. Jumlah itu belum ditambah dengan kematian lima juta orang lainnya yang dianggap tidak sempurna di mata Nazi.

Baca Juga: Sejarah Volkswagen, Berawal dari Ambisi Hitler 

7. Nasib Nazi dan pengikutnya berakhir tragis pada 1945 

7 Fakta Seputar Partai Nazi, Partai Kejam yang Bunuh Jutaan Yahudi pembacaan pernyataan resmi menyerahnya Jerman di akhir Perang Dunia II (AP)

Di awal kekuasaannya, Nazi memang berhasil melakukan banyak hal. Tapi kejayaan mereka nyatanya tidak berlangsung lama. Di akhir Perang Dunia II, Jerman kalah dalam Pertempuran Berlin melawan sekutu.

Setelah sekutu berhasil menguasai kota, mereka membersihkan Jerman dari segala hal yang berbau Partai Nazi dan mengubah status partai itu jadi partai terlarang. Kekalahan Jerman semakin menyakitkan bagi Partai Nazi dengan berita kematian Adolf Hitler yang memutuskan untuk menembak kepalanya sendiri di Führerbunker di Berlin pada 30 April 1945. Aksi gila ini kemudian diikuti dengan kematian tujuh ribu pendukung Nazi. Tepat 8 hari setelah Hitler meninggal, Jerman resmi menyerah di tangan sekutu.

Partai Nazi memang berhasil menguasai Jerman. Tapi pada akhirnya, apa yang mereka lakukan justru membuat Jerman kembali terjungkal di akhir Perang Dunia II.+

Siti Marliah Photo Verified Writer Siti Marliah

instagram.com/sayalia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Kalyana Dhisty

Berita Terkini Lainnya