Comscore Tracker

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon Wiesenthal

Pernah beberapa kali selamat dari kematian

Setelah Simon Wiesenthal dibebaskan dari kamp konsentrasi Mauthausen pada tahun 1945, ia pun bertekad untuk memburu para Nazi yang melarikan diri, dan mewawancarai para penyintas agar kisah mereka tertuang dalam sejarah, serta mencegah hal itu terjadi lagi.

Wiesenthal menulis, "Sejarah manusia adalah sejarah kejahatan, dan sejarah dapat berulang. Jadi informasi adalah pertahanan. Melalui informasi kita dapat membangun pertahanan terhadap pengulangan sejarah." Jadi, bagaimana kisah hidup Simon Wiesenthal? 

1. Simon Wiesenthal hidup dalam persekusi

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon Wiesenthalpotret Simon Wiesenthal muda (allthatsinteresting.com)

Simon Wiesenthal lahir pada 31 Desember 1908, di wilayah yang dulu disebut Buczacz, atau sekarang bagian dari Ukraina. Dilansir laman Britannica, pada tahun 1915, Cossack, unit militer di bawah kendali Rusia dan Uni Soviet menyerbu tanah airnya, yang sudah diperebutkan dan sering kali bergejolak. Wiesenthal, ibunya, dan saudaranya melarikan diri ke Wina. Ia juga kehilangan ayahnya: setelah tewas dalam pecahnya Perang Dunia I.

Mengutip The Guardian, mereka kembali ke rumah pada tahun 1917. Setelah penarikan Rusia, wilayah itu jatuh ke tangan Ukraina, lalu Polandia, dan kemudian pada tahun 1920, menjadi wilayah yang dikendalikan oleh Uni Soviet. Akan tetapi, wilayah itu jatuh dalam kendali Hitler.

Wiesenthal sendiri adalah juru gambar, dan dia ingin menempuh perguruan tinggi agar bisa menjadi seorang arsitek. Bahkan saat itu, dia merasakan stigma dari keyakinan Yahudinya, dia tidak bisa bersekolah di Lvov (sekarang Lviv), jadi dia masuk ke Universitas Teknik Ceko di Praha.

2. Berjuang menyelamatkan kekuarganya dari kekejaman Rusia

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon WiesenthalSimon Wiesenthal dan Cyla Wiesenthal tak lama setelah pernikahan mereka pada tahun 1936 (novinky.cz)

Simon Wiesenthal mendapatkan gelarnya pada tahun 1932, dan pada 1936, ia menikah dengan Cyla Mueller lalu bekerja di sebuah firma arsitektur di Lvov. Pada tahun 1939, Rusia dan Jerman menandatangani perjanjian non-agresi, membagi wilayah, dan tidak lama kemudian tentara Rusia menguasai Lvov.

Menurut Simon Wiesenthal Center, saat itulah orang-orang Yahudi Lvov mulai merasakan tekanan. Pemilik bisnis terpaksa menutup usaha mereka. Ayah tiri Wiesenthal ditangkap oleh Komisariat Rakyat Urusan Dalam Negeri (NKVD), dan meninggal di penjara. Wiesenthal sendiri harus berjuang mati-matian untuk mencari nafkah setelah usahanya ditutup. Ia pun menjadi seorang mekanik, bekerja di sebuah pabrik yang membuat tempat tidur.

Sayangnya, dia dan keluarganya di deportasi ke daerah paling terpencil di utara, Siberia. Seperti yang dikutip laman International Business Times, di tahun 1940 Stalin memindahkan 200.000 sampai 300.000 orang Yahudi dari wilayah yang diduduki Rusia ke kamp kerja paksa terpencil. Banyak orang meninggal di sana, sementara Wiesenthal, ibunya, dan istrinya lolos dari nasib itu dengan menyuap seorang komisaris NKVD. Pada tahun 1941, pasukan Jerman mengambil alih kendali Rusia, dan ia dapat menghindari sasaran Nazi berkat polisi Bantuan Ukraina.

3. Simon Wiesenthal dalam kamp konsentrasi 

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon WiesenthalIlustrasi Kamp Janowska ketika Simon Wiesenthal hampir dieksekusi mati. (holocaustresearchproject.org)

Seperti yang ditunjukkan The Independent, Wiesenthal dan istrinya dikurung di ghetto dan di bawa ke kamp konsentrasi Janowska. Dari sana, dia dipindahkan ke kamp kerja satelit di mana dia ditugaskan melukis di gerbong kereta, lalu dijadikan penghubung kamp dengan kontraktor Polandia. Tugas ini memberinya kesempatan untuk mengeluarkan Cyla dari kamp.

Pada 20 April 1943, yang merupakan hari ulang tahun Hitler, Wiesenthal terpilih bersama dengan 19 pria lainnya untuk dieksekusi. Beruntung baginya, seorang kopral SS masuk dan meminta Wiesenthal untuk melukis spanduk perayaan ulang tahun Hitler, yang akhirnya dia gagal dieksekusi. Beberapa bulan kemudian, Wiesenthal melarikan diri dari kamp dengan bantuan seorang perwira bernama Adolf Kohlrautz.

4. Simon Wiesenthal ditangkap oleh tentara SS

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon Wiesenthalilustrasi sekelompok orang Yahudi yang dibawa pergi oleh tentara SS Jerman tahun 1943 (ottawamenscentre.com)

Setelah beberapa saat bersembunyi, Simon Wiesenthal ditangkap kembali oleh tentara SS. Ketika dia sampai di sana, hampir semua tahanan telah dibunuh atau dievakuasi. Melansir laman LA Times, berkat Komandan Friedrich Warzok, hanya ada 34 orang yang tersisa, ia membiarkan mereka hidup agar tidak dikirim untuk berperang.

Wiesenthal dipindahkan ke Plaszow, lalu Auschwitz, dan kemudian Buchenwald. Dia pun kembali diangkut ke gerbong barang ke blok kematian Mauthausen. Nyawanya kembali terselamatkan ketika kamp konsentrasi dibebaskan oleh Divisi Lapis Baja ke-11 AS pada 9 Mei 1945.

5. Pencarian istrinya dan dimulainya tugas memburu Nazi

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon Wiesenthalpotret Simon Wiesenthal (azjewishpost.com/Arizona Public Media)

Simon Wiesenthal telah mengatur pelarian istrinya dari kamp pada tahun 1943. Cyla pun diberi identitas baru dengan nama Irene Kowalska. Setelah terbebas dari kamp, Simon Wiesenthal melihat tempat tinggalnya telah dibakar Nazi dan rata oleh tanah. Dia pun mengira bahwa istrinya telah meninggal. Akan tetapi, Cyla Wiesenthal masih hidup dan sedang mencari suaminya, mereka pun akhirnya dipertemukan kembali.

Hanya dua hari setelah pembebasannya dari Mauthausen, Wiesenthal menawarkan jasanya ke departemen Kejahatan Perang Angkatan Darat AS, tapi dia ditolak dan kembali 10 hari kemudian. Kedua kalinya, dia pun diterima dan ditugaskan untuk menangkap seorang penjaga SS yang tinggal di gedung apartemen terdekat.

6. Simon Wiesenthal merilis nama-nama penjahat perang Nazi

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon WiesenthalSimon Wiesenthal di tahun 1967 (commons.wikimedia.org)

Seperti yang dikutip laman The Nation, 20 hari setelah pembebasannya, Wiesenthal menyelesaikan dan menyerahkan dokumen setebal delapan halaman kepada Amerika. Di dalamnya, tertera hampir 150 nama penjahat perang Nazi, dan dia bertekad akan melakukan apa pun yang dia bisa agar mereka dapat diadili. 

Wiesenthal akhirnya melacak 75 orang dari nama-nama itu. Selain itu, dia juga membantu melacak dan menangkap lebih dari 1.000 penjahat perang yang melarikan diri dari keadilan Sekutu.

Baca Juga: Meskipun Bersalah, 12 Penjahat Perang Nazi Ini Tak Pernah Diadili

7. Odessa, rute pelarian Nazi

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon WiesenthalSimon Wiesenthal dengan peta Eropa yang diduduki Jerman, pada Juni 1986. (oxygen.com)

Dilansir laman Jewish Virtual Library, pada tanggal 10 Agustus 1944, sekelompok industrialis, bankir, dan taipan Nazi bertemu di Strasbourg untuk membuat jaringan pelarian dari tangan Sekutu yang bernama Organisasi Der Ehemaligen SS-Angehorigen, atau Odessa. 

Pada tahun 1947, Wiesenthal membantu mengidentifikasi beberapa rute yang digunakan penjahat perang Nazi untuk melarikan diri dari penangkapan di Eropa. Para imam Katolik Roma terlibat dalam pelarian Nazi. Penelitian Wiesenthal juga menemukan organisasi lain yang terlibat, salah satunya Palang Merah Internasional, seperti yang dikutip The Irish Times

8. Simon Wiesenthal dalam penangkapan Adolf Eichmann

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon WiesenthalAdolf Eichmann selama persidangannya di Yerusalem (timesofisrael.com)

Ada banyak nama dalam daftar Simon Wiesenthal, dan melansir The Independent, Adolf Eichmann berada di urutan paling atas. Eichmann-lah yang mengawasi pengangkutan orang, mengirim jutaan orang menuju ajal mereka dan memastikan agar kereta api ke kamp kematian terus berjalan. Sayangnya, Heinrich Himmler memerintahkan para Nazi untuk menghancurkan bukti-bukti. 

Setelah bersembunyi di sebuah biara Katolik di Italia, Eichmann menuju ke Amerika Selatan, dan pada waktu yang hampir bersamaan, Wiesenthal mendirikan Pusat Dokumentasi Yahudi di Linz untuk mencari kesaksian bahwa Eichmann masih hidup dan mencegah istrinya membuat akta kematiannya yang palsu. 

Tahun-tahun berlalu, dan Wiesenthal mendengar desas-desus bahwa Eichmann tinggal di Argentina. Baru pada tahun 1959, Israel dan Mossad mengetahui nama samarannya, Ricardo Klement. Mereka pun menangkapnya pada tahun 1960. Dia diadili, dihukum, dan digantung pada 1 Juni 1962. Wiesenthal menulis buku tentang perburuannya menangkap Eichmann, tetapi LA Times melaporkan bahwa Isser Harel, kepala tim yang menangkap Eichmann menjelaskan bahwa peran Wiesenthal dalam penangkapan Eichmann tidak seberapa. 

9. Stomping Mare

https://www.youtube.com/embed/2m6rHlpQrAo

Pada tahun 1964, dilansir laman The New York Times, Simon Wiesenthal mendapatkan laporan tentang penjahat perang Nazi dari kamp Majdanek. Penjahat Nazi ini mendapat julukan "Stomping Mare" karena ia suka menginjak-injak perempuan tua hingga tewas dengan sepatu botnya. Bukan hanya itu, dia juga mencambuk wanita sampai tewas, dan memperlakukan anak-anak dan gadis-gadis dengan kasar untuk membawa mereka ke kamar gas.

Wiesenthal dan asistennya mulai melacaknya ke Halifax, namun dia kabur ke Queens, informasi yang diteruskan ke reporter The New York Times. Saat berhasil ditemukan, dia mengakui bahwa nama aslinya adalah Hermine Braunsteiner dari Majdanek.

Dia diekstradisi ke Jerman Barat, diadili pada tahun 1975, dan pada tahun 1981, dia dijatuhi hukuman seumur hidup. Setelah menderita diabetes dan kehilangan kakinya, dia dibebaskan pada tahun 1996 dan meninggal pada tahun 1999.

10. Pria yang menangkap Anne Frank

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon WiesenthalSilberbauer Karl, pria yang menangkap Anne Frank (memoiresdeguerre.com)

Dilansir laman Politico, Simon Wiesenthal pernah menghadiri produksi teater The Diary of Anne Frank. Di sana, ada penonton yang mengklaim bahwa Anne Frank tidak nyata dan buku hariannya dianggap fiksi. Akhirnya, Wiesenthal bertekad untuk menemukan Gestapo yang menangkap Anne Frank, meskipun satu-satunya petunjuk ada di lampiran buku harian Anne Frank tentabg seorang pria yang memiliki nama belakang "silver".

Baru pada tahun 1963, Wiesenthal mendapat salinan direktori telepon petugas Gestapo yang bekerja di daerah itu pada saat keluarga Frank ditangkap. Salah satu nama itu adalah Karl Silberbauer, dan dia mengaku pernah menjadi Gestapo. Ketika diinterogasi, dia berkata, "Mengapa memilih saya setelah bertahun-tahun? Saya hanya melakukan tugas saya." Setelah penyelidikan singkat, pihak berwenang Austria membebaskannya dari tuduhan. 

11. Simon Wiesenthal tak terlepas dari kontroversi

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon Wiesenthalpotret Simon Wiesenthal (austriametro.com)

Seperti yang dilaporkan The New York Times, Simon Wiesenthal penuh dengan kontroversi. Wiesenthal sering dituduh melebih-lebihkan peran yang dimainkannya dalam menangkap buronan, dan juga dituduh sebagai orang yang gila ketenaran dari pada keadilan itu sendiri.

Metode pengumpulan informasinya juga masih dipertanyakan, dan dia memusuhi mereka yang melakukan hal yang sama seperti dia, seperti pemburu Nazi lainnya. Penulis biografi Tom Segev menulis bahwa Wiesenthal adalah pria pemberani yang memiliki ego tinggi dan suka berfantasi.

12. Simon Wiesenthal tidak pernah pensiun

Si Pemburu Nazi, 12 Fakta Simon Wiesenthalpotret Simon Wiesenthal (riverlightspictures.com)

Pada tahun 2001, di usia Simon Wiesenthal yang ke-93 tahun, The Guardian mengunjungi kantornya di Wina untuk mewawancarainya. Wiesenthal tidak berniat untuk pensiun, dia fokus dengan membuat dokumentasi berupa catatan dari penjahat-penjahat perang Nazi.

Pada tahun 2003, Cyla Wiesenthal meninggal pada usia 95 tahun. Dua tahun kemudian, Simon Wiesenthal meninggal karena kesehatannya yang terus menurun sejak kematian Cyla. Dia berusia 96 tahun, dan meninggalkan pesan yang berbunyi, "Ketika sejarah melihat ke belakang, saya ingin orang-orang tahu bahwa Nazi tidak mampu membunuh jutaan orang dan lolos begitu saja."

Kekecewaannya akan Nazi Jerman menumbuhkan tekad yang bulat untuk memburu mereka-mereka yang secara biadab melecehkan dan bahkan membunuh manusia tak bersalah, dan Simon Wiesenthal menjadi salah satu yang memburu mereka. 

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya