Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
siput
ilustrasi siput (freepik.com/kuritafsheen77)

Intinya sih...

  • Siput memiliki kulit permeabel yang rentan terhadap zat pengering seperti garam.

  • Garam membunuh siput melalui proses osmosis, menyebabkan dehidrasi dan kematian sistemik.

  • Kulit manusia lebih tebal dan tidak permeabel, sehingga garam tidak berdampak serupa pada manusia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang, siput dianggap sebagai hewan kecil yang menjijikkan dan mengganggu. Saat melihat hewan berlendir ini masuk ke dalam rumah, ada yang langsung buru-buru menaburi tubuhnya dengan garam untuk membunuhnya. Pertanyaannya, kenapa garam yang biasa kita gunakan sehari-hari ini bisa sangat berbahaya bagi siput?

Siput bukan sekadar hewan lambat yang muncul setelah hujan. Tubuhnya didesain untuk hidup di lingkungan yang lembap, dengan permukaan kulit yang selalu basah dan sensitif terhadap perubahan di sekitarnya. Ketika ada zat asing masuk ke dalam “zona nyaman” tersebut, tubuh siput bereaksi dengan cara yang tidak bisa dianggap remeh. Mari, kita bahas lebih dalam bagaimana garam bisa membunuh siput.

1. Anatomi siput

Siput adalah gastropoda dengan tubuh lunak dan permeabel yang dilapisi lendir yang menjaga tubuh tetap terhidrasi. Kulitnya bertindak seperti membran tipis, memungkinkan air dan molekul kecil untuk melewatinya dengan mudah. ​​Kelenturan ini melindungi dari kekeringan di tanah dan membantu mereka bergerak, tetapi membuat mereka rentan terhadap zat pengering seperti garam.

Tidak seperti kulit manusia, yang lebih tebal dan kurang permeabel, epidermis siput tidak dapat memblokir larutan hipertonik secara efektif. Siput mempertahankan kandungan air internal yang tinggi—hingga 90 persen dari tubuh mereka—untuk mendukung pernapasan, pencernaan, dan pergerakan. Kehilangan air yang cepat memicu sinyal bahaya, seperti produksi lendir berlebih.

2. Mengapa garam membunuh siput

Garam dapat membunuh siput karena prinsip ilmiah osmosis. Osmosis terjadi saat suatu larutan bertemu dengan membran permeabel. Larutan ini biasanya merupakan campuran homogen dari dua atau lebih zat di mana satu zat, zat terlarut, dilarutkan dalam zat lain, pelarut.

Ketika larutan berada di kedua sisi membran permeabel, misalnya kulit siput, pelarut dapat melewati membran. Dalam osmosis, larutan biasanya melewati sisi mana pun yang memiliki lebih banyak zat terlarut. Ini adalah cara untuk menyeimbangkan konsentrasi larutan secara alami.

Sel siput pada dasarnya semuanya air yang terperangkap di dalam membran yang sangat permeabel. Jika kamu menaburkan garam pada siput, kristal akan bercampur dengan air dalam lendir siput, menciptakan larutan air garam. Namun, larutan baru ini sekarang memiliki kandungan garam yang lebih tinggi daripada air di dalam sel siput. Untuk menyeimbangkan keadaan, air dari sel-sel siput ditarik keluar untuk bergabung dengan lendir air garam dan mengencerkannya, sehingga menyebabkan dehidrasi siput dari dalam. 

3. Proses kematian siput setelah diberi garam

ilustrasi siput (pexels.com/Laura Reed)

  1. Butiran garam menyentuh lendir, larut menjadi air garam pekat.

  2. Air keluar melalui osmosis, sel-sel menyusut (plasmolisis), dan protein mengalami denaturasi.

  3. Siput menggeliat, mengeluarkan lebih banyak lendir untuk mengencerkan garam, tetapi dehidrasi menyebar ke dalam tubuh.

  4. Organ-organ gagal berfungsi karena kehilangan air; kematian terjadi karena kolaps sistemik, seringkali menyakitkan.

  5. Siput mati lebih cepat dengan lebih banyak garam; jumlah kecil memperpanjang penderitaan. Otot kaki mereka, yang penting untuk pergerakan, berkontraksi dengan keras saat sel-sel mengalami dehidrasi.

4. Mengapa garam tidak menyakiti manusia dengan cara yang sama

Bagi manusia, garam tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan air yang ada di dalam sel kita. Kulit kita juga bukan membran tipis yang permeabel. Kulit manusia adalah organ tebal, yang dirancang untuk menghalangi segala sesuatu mulai dari radiasi matahari hingga semak berduri.

Kita memang memiliki beberapa membran semipermeabel pada tubuh. Mata kita sebenarnya cukup permeabel. Jika kamu menaruh garam di mata, kamu mungkin merasakan apa yang dirasakan siput saat tubuhnya ditaburi garam.

5. Mengapa air asin tidak membunuh siput laut

Kamu mungkin bertanya-tanya, jika garam membunuh siput darat, mengapa air asin tidak membunuh siput laut? Jawabannya terletak pada konsentrasi zat terlarut. Hampir semua makhluk hidup memiliki sejumlah garam dalam cairan di dalam sel mereka. Air laut memiliki konsentrasi garam yang hampir sama dengan air di dalam sel siput yang hidup di sana. Oleh sebab itu, tidak banyak air yang perlu masuk atau keluar dari siput laut untuk menjaga keseimbangan. Karena itu, mereka mudah bertahan hidup di laut.

Jadi, alasan garam bisa membunuh siput adalah karena ini mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Dari sini kita belajar bahwa hal sederhana di sekitar kita pun bisa punya dampak besar, apalagi jika menyentuh sistem biologis yang rapuh seperti milik siput.

Referensi

A-Z Animals. Diakses pada Januari 2026. Discover Why Salt Kills Slugs So Quickly
Green Matters. Diakses pada Januari 2026. Why Does Salt Kill Slugs? Here Are Some More Humane Ways to Repel Slugs
Science ABC. Diakses pada Januari 2026. What Happens When Salt Is Poured On A Slug Or Snail?

Editorial Team