Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Song Thrush, Punya Cara Cerdas untuk Memecahkan Cangkang Siput

Song thrush (pixabay.com/Kev)
Song thrush (pixabay.com/Kev)

Song thrush merupakan burung yang terkenal dengan nyanyian indahnya. Mereka berada dalam famili Turdidae dan memiliki nama ilmiah Turdus philomelos. Panjang tubuhnya kisaran 20--24 sentimeter, beratnya mencapai 50--107 gram dan punya kepakan sayap 34 sentimeter. Bagaimana cara mengidentifikasi song thrush? Ingatlah bahwa punggungnya berwarna cokelat polos, bagian bawahnya krem atau kuning cerah dengan bintik hitam.

Sementara itu, paruhnya berwarna kuning dengan kaki merah muda. Song thrush muda tampak menyerupai dewasa tapi terdapat garis oranye di punggung dan sayapnya. Yuk, kenalan dengan mereka melalui fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran song thrush

Song thrush (pixabay.com/Kev)
Song thrush (pixabay.com/Kev)

Kebanyakan song thrush berkembang biak di Eropa, menjangkau Ukraina dan Rusia hingga Danau Baikal. Burung yang berada di Skandinavia, bagian timur Eropa dan Rusia akan menghabiskan musim dingin di Mediterania, Afrika Utara dan Timur Tengah. Namun, beberapa di pertengahan barat wilayah jelajahnya akan meninggalkan wilayah berkembang biak.

Dilansir Animalia, song thrush berkembang biak di hutan konifera, hutan gugur, pagar tanaman, kebun dan taman. Mereka biasanya bersarang di area terbuka seperti padang rumput. Sementara itu, habitat musim dinginnya mirip dengan tempat perkembang biakannya.

2. Tidak semua song thrush bermigrasi

Song thrush (pixabay.com/Kev)
Song thrush (pixabay.com/Kev)

Tidak semua populasi song thrush bermigrasi, beberapa lebih memilih menetap di wilayahnya. Mereka yang berada di bagian timur dan utara wilayah jelajahnya biasa bermirgasi. Song thrush terbang ke selatan, biasanya dari September hingga pertengahan Desember, beberapa dari mereka mulai lebih awal di bulan Agustus. Tidak semuanya terbang ke area tropis.

Dilansir A-Z Animals, beberapa song thrush lebih memilih terbang ke Laut Utara dari Belanda untuk menghabiskan musim dingin di selatan Inggris. Mereka biasanya terbang saat malam hari.

3. Memakan siput saat makanan sulit didapatkan

Song thrush (pixabay.com/Jurgen)
Song thrush (pixabay.com/Jurgen)

Menariknya, song thrush ternyata memakan siput saat kekeringan dan cuaca buruk yang membuatnya sulit menemukan makanan. Mereka menggunakan batu sebagai landasan ketika memecahkan cangkang siput sebelum mengambil daging lunak di dalamnya. Sebelumnya, mereka bahkan menggunakan alat dan mencoba mengeluarkan siput dari cangkangnya, tapi sudah bisa memanfaatkan landasan batu untuk menghancurkan siput.

4. Song thrush sebenarnya tidak terlalu ramah

Song thrush (pixabay.com/ZenAga)
Song thrush (pixabay.com/ZenAga)

Sumber yang sama menjelaskan bahwa song thrush sebenarnya tidak terlalu lama, tapi mereka masih bisa menoleransi satu sama lain. Burung ini terlihat bersama saat mencari makan, membentuk kawanan saat bermigrasi dan ketika musim kawin. Song thrush suka menggunakan teknik berlari dan berhenti saat sedang berburu. Mereka juga menggunakan paruhnya untuk mematuk mangsa.

5. Mereka pandai meniru suara!

Song thrush (pixabay.com/Kev)
Song thrush (pixabay.com/Kev)

Spesies burung ini mulai berkicau di pagi hari, tapi agak lambat daripada burung penyanyi lainnya. Selain nyanyian, mereka juga memiliki panggilan untuk memperingatkan adanya pemangsa dan juga digunakan agar tetap terhubung dengan burung lainnya selama bermigrasi. Nyanyiannya terdengar cukup keras untuk burung seukurannya.

Mereka terkenal karena nyanyian indahnya dan jantan bisa membuat lebih dari 100 frasa nyanyian yang ditiru dari induk dan tetangganya. Menakjubkannya, song thrush bisa meniru suara yang dibuat oleh manusia seperti suara telepon dan bahkan suara hewan lainnya.

6. Sistem perkawinan song thrush

Song thrush (unsplash.com/Andrew Strizhkov)
Song thrush (unsplash.com/Andrew Strizhkov)

Sistem perkawinan song thrush adalah monogami, mereka membentuk ikatan dengan satu pasangan seumur hidupnya. Jantan juga melakukan ritual pertunjukan untuk menarik perhatian betina. Setelah mendapatkan pasangan, betina mulai membangun sarang yang dibuat dari lumpur dan rumput kering di semak-semak, pepohonan atau di tanah.

Beitina menghasilkan 4--5 telur yang dierami sendirian selama 10--17 hari. Setelah menetas, anak-anaknya dirawat oleh kedua induknya selama dua minggu sebelum mereka bisa terbang dan meninggalkan sarang Akan tetapi, mereka tetap bersama induknya selama 15--20 hari sebelum menjadi mandiri.

Sebagian song thrush ternyata ada yang memilih untuk bermigrasi. Mereka tidak begitu ramah tapi masih bisa menoleransi kehadiran satu sama lain. Song thrush juga cukup cerdas karena bisa memanfaatkan batu untuk memecahkan cangkang siput. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dan bahkan tren populasinya menunjukkan peningkatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mayang Ulfah Narimanda
Ken Ameera
Mayang Ulfah Narimanda
EditorMayang Ulfah Narimanda
Follow Us

Latest in Science

See More

Bagaimana Cara Ikan Buntal Menggembungkan Tubuh Seperti Balon?

01 Feb 2026, 18:15 WIBScience