ilustrasi demonstrasi untuk menyikapi perubahan iklim (unsplash.com/Markus Spiske)
Solusi utamanya adalah dekarbonisasi cepat: beralih ke energi terbarukan, mengurangi bahan bakar fosil, dan memperbaiki kebijakan iklim. Reboisasi dan pertanian berkelanjutan juga memberi manfaat ganda bagi lingkungan dan ketahanan pangan. Namun, semua itu hanya efektif jika ada kerja sama global yang serius, seperti komitmen menahan pemanasan di bawah 1,5 derajat Celcius sesuai Perjanjian Paris. Tanpa tindakan nyata, kenaikan suhu tahunan bukan cuma angka statistik, melainkan ancaman nyata bagi ekosistem, pangan, dan kelayakan hidup manusia di masa depan.
Pada akhirnya, kenaikan suhu Bumi bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang sedang kita hadapi sekarang. Cara kita memproduksi energi, mengelola alam, dan membuat kebijakan hari ini akan menentukan apakah Bumi tetap layak huni bagi generasi berikutnya atau justru semakin sulit ditinggali.
Referensi
Britannica. Diakses pada Desember 2025. Global Warming
Earth.org. Diakses pada Desember 2025. What Is Causing Global Temperature Increase?
Global Carbon Budget. Diakses pada Desember 2025. Fossil Fuel CO₂ Emissions Increase Again in 2024
National Geographic. Diakses pada Desember 2025. Global Warming Effects
PreventionWeb. Diakses pada Desember 2025. 6 Reasons Why Global Temperatures Are Spiking Right Now
NASA Science. Diakses pada Desember 2025. Global Warming