Comscore Tracker

Ternyata, Ada Miliaran Partikel Plastik Mikroskopis di Kantong Teh!

Selama ini, kita tak pernah menyadarinya

Teh adalah salah satu minuman paling sehat di dunia. Teh dikaitkan dengan berbagai manfaat, seperti baik bagi jantung, mencegah kanker, membantu mengatasi diabetes, mendorong penurunan berat badan dan kolesterol, serta berdampak positif bagi mental.

Namun, berdasarkan temuan terbaru, ternyata ada jutaan partikel plastik mikroskopis yang dilepaskan dari kantong teh! Bagaimana bisa?

1. Beberapa merek kantong teh memakai polipropilen sebagai plastik penyegel

Ternyata, Ada Miliaran Partikel Plastik Mikroskopis di Kantong Teh!scitechdaily.com

Dilansir laman Country Living, beberapa merek kantong teh memakai polipropilen, yakni bahan plastik penyegel supaya kantong tehnya tidak berantakan. Namun, plastik ini tidak bisa didaur ulang atau terurai secara alami.

Polusi plastik akan terjadi saat kantong teh bekas dimasukkan ke timbunan sampah makanan atau kompos. Ini akan membuatnya sulit terurai.

2. Kantong teh ini juga melepaskan miliaran mikroplastik dan partikel nanoplastik

Ternyata, Ada Miliaran Partikel Plastik Mikroskopis di Kantong Teh!beveragedaily.com

Para peneliti dari McGill University menerbitkan temuannya di jurnal Environmental Science & Technology. Mereka penasaran, apakah kantong teh plastik bisa melepaskan mikroplastik dan nanoplastik selama proses penyeduhan.

Lalu, para peneliti membeli empat merek teh yang berbeda dan dikemas dalam kantong teh plastik. Kemudian, mereka mengeluarkan daun teh, mencuci kantongnya, dan memanaskan kantong teh dalam wadah berisi air. Apa yang terjadi?

Melihat lewat mikroskop elektron, peneliti menemukan sekitar 11,6 miliar mikroplastik dan 3,1 miliar partikel nanoplastik yang dilepaskan ke dalam air dari kantong teh plastik tersebut.

3. Organisme kecil seperti kutu air digunakan untuk meneliti efek plastik

Ternyata, Ada Miliaran Partikel Plastik Mikroskopis di Kantong Teh!folio.ca

Bagaimana cara peneliti mengetahui partikel mikroskopis ini berbahaya bagi manusia atau tidak? Mereka menggunakan organisme air kecil bernama daphnia magna, sejenis kutu air. Ini adalah organisme yang sering digunakan dalam studi lingkungan, laman Independent menjelaskan.

Setelah terpapar partikel mikroplastik dan nanoplastik, kutu air ini masih hidup. Tetapi, mereka menunjukkan kelainan anatomi dan perilaku. Temuan ini berpotensi mengkhawatirkan, namun perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana efeknya pada manusia.

Atas temuan ini, banyak merek teh yang berlomba-lomba menyajikan kemasan yang ramah lingkungan. Seperti Clipper, salah satu merek teh terbesar di Inggris, yang meluncurkan kantong teh bebas plastik yang terbuat dari pisang pada tahun 2018 silam.

Baca Juga: 7 Teh Ini Bisa Menurunkan Berat Badan dan Mengurangi Lemak di Perut

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya