Comscore Tracker

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Ini

Kenali tanda-tanda jika kelincimu sakit!

Siapa pun pasti gemas saat melihat kelinci. Matanya yang bulat, bulunya yang halus serta hidung dan telinganya yang bergerak-gerak akan membuatmu jatuh hati. Namun, sama halnya dengan hewan peliharaan lain, kelinci juga rentan terserang penyakit.

Lantas, penyakit apa saja yang paling banyak dialami oleh kelinci? Dan bagaimana cara mengatasinya? Geser layarmu ke bawah untuk mengetahuinya!

1. Gigi yang tumbuh berlebihan

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Inivcahospitals.com

Tahukah kamu kalau kelinci memiliki gigi berjenis hypsodont yang akan terus-menerus tumbuh? Bukan hanya kelinci, tetapi juga marmut dan kuda, ungkap laman The Spruce Pets. Berbeda dengan manusia yang memiliki gigi berjenis brachydont alias gigi pendek. Gigi kelinci mempunyai mahkota tinggi serta enamel memanjang melewati garis gusi.

Biasanya, kelinci akan menjaga giginya agar tidak tumbuh panjang dengan cara mengunyah tanaman berserat. Ini berfungsi untuk mengikis gigi depan supaya tidak tumbuh terlalu panjang.

Sebagai pemilik, kita bisa meminta bantuan dokter hewan untuk memotong giginya. Apabila dibiarkan, ini bisa memicu masalah lain, seperti kehilangan nafsu makan, trauma pada gusi dan mulut serta kematian!

2. Pasteurellosis

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Inipetsone.pk

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dan bisa menular dari kelinci yang sakit pada kelinci yang sehat. Bakteri ini menyebabkan keluarnya cairan pada mata, bersin, mata kemerahan dan menyipitkan mata, ujar laman Vet West Animal Hospital. Telinga pun bisa terinfeksi, memicu abses dan infeksi rahim!

Untuk mengobatinya, dokter akan memberikan antibiotik pada kelinci. Jika ada abses, maka dokter akan menyarankan untuk dibedah.

Sementara, sebagai langkah pencegahan, kurangi stres dan karantina kelinci baru sebelum digabung dengan kelinci lainnya. Selain itu, jaga kebersihan kandang kelinci setiap saat.

3. Gumpalan rambut

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Inithesprucepets.com

Bukan hanya kucing, kelinci juga bisa menghasilkan gumpalan rambut alias hairball. Ini terjadi ketika kelinci menjilat tubuhnya, lalu rambutnya tak sengaja tertelan ke dalam sistem pencernaannya, jelas laman Pets One. Harusnya, kelinci bisa memuntahkan gumpalan rambut ini, jika tidak, maka akan menjadi penghalang di usus kelinci.

Apabila tak dimuntahkan, akan muncul beberapa gejala. Seperti kesulitan makan, lesu dan lelah. Jalan paling terakhir untuk mengeluarkan hairball adalah dengan operasi. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan menyikat rambutnya secara teratur dan memberi makanan yang tinggi serat serta rendah karbohidrat, saran laman The Spruce Pets.

4. Tungau telinga

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Iniyoutube.com

Tungau menjadi masalah di banyak hewan peliharaan, termasuk kelinci. Tungau adalah parasit yang tumbuh di telinga kelinci dan bisa menyebabkan infeksi serta membuat telinga jadi kotor akibat penumpukan kerak, terang laman Pets One. Gejalanya ialah kelinci terus-menerus menggaruk telinga dan menggelengkan kepala akibat gatal.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan telinga kelinci. Lalu, dokter akan memberikan minyak khusus yang diteteskan di telinga kelinci untuk membunuh tungau.

Sebagai langkah pencegahan, pemilik harus rutin membersihkan telinga kelinci dengan kain lembut yang telah ditetesi oleh baby oil. Jangan pakai cotton bud, ya!

Baca Juga: 7 Penyakit yang Paling Umum Ditemui pada Hamster, Jangan Lupa Diobati!

5. Myxomatosis

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Inivetsinendeavourhills.com.au

Salah satu penyakit paling fatal yang bisa dialami kelinci adalah myxomatosis. Virus ini ditularkan lewat gigitan serangga, seperti tungau, kutu dan nyamuk, ungkap laman Blue Cross. Parahnya lagi, myxomatosis kronis bisa membunuh kelinci dalam waktu 2 minggu dan myxomatosis akut bisa membuat kelinci tewas dalam waktu 10 hari saja!

Gejala yang bisa dikenali adalah terjadi pembengkakan dan kemerahan di beberapa bagian, mata keluar dari tempatnya, mengalami masalah pernapasan, terjadi kebutaan, kehilangan selera makan dan lesu. Sebagai bentuk pencegahan, kelinci bisa divaksin untuk melindungi mereka dari myxomatosis.

6. Penyakit pendarahan kelinci

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Inipetsmentor.com

Penyakit pendarahan kelinci alias rabbit haemorrhagic disease virus (RHDV) tak kalah mematikan dari myxomatosis. Virus ini disebarkan lewat nyamuk dan lalat serta kelinci lain yang telah terinfeksi. Anehnya, virus ini sengaja dilepaskan untuk mengontrol populasi kelinci liar di Eropa, tutur laman Vet West Animal Hospitals.

Gejalanya RHDV adalah demam, lesu dan terjadi kematian mendadak dalam waktu 48-72 jam setelah terinfeksi. Selain itu, tanda-tanda lainnya ialah kehilangan nafsu makan, gelisah dan lemas.

Penyakit ini bisa menghambat pasokan darah di organ vital. Untuk mencegah, vaksin perlu diberikan setiap 6 bulan sekali untuk kelinci dewasa.

7. Tumor

Cegah 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Kelinci Inianimalwised.com

Terakhir, kelinci bisa mengalami tumor, lho! Ini terjadi akibat pertumbuhan sel yang berlebihan, tak terkendali dan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Tumor paling umum terjadi di organ reproduksi dan kelenjar susu, ungkap laman Pets One. Gejalanya ialah terjadi penurunan berat badan, muncul benjolan, kelelahan dan kesulitan bernapas.

Bila terjadi tumor jinak, maka tumor bisa diangkat lewat pembedahan. Namun, jika terjadi tumor ganas, maka kemoterapi bisa diberikan.

Untuk mencegah tumor bisa dilakukan dengan mensterilkan kelinci. Sebab, steril bisa mengurangi risiko kanker dan tumor di ovarium, rahim dan testis serta bisa meningkatkan harapan hidup kelinci.

Nah, itulah 7 penyakit kelinci yang paling umum ditemui. Apabila ada gejala tertentu, jangan ragu untuk memeriksakan kelinci ke dokter hewan, ya!

Baca Juga: Catat! 5 Hal yang Harus Dilakukan Agar Kelinci Peliharaan Tetap Sehat

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya