ilustrasi bumi jika dilihat dari ruang angkasa (unsplash.com/NASA)
Dilansir laman resmi World Space Week, Pekan Antariksa Dunia 2026 diikuti oleh lebih dari 102 negara dengan 50 ribu lebih event yang diselenggerakan di seluruh dunia. Kegiatan pertama diinisiasi oleh Google dengan membuat Google Doodle khusus di mesin pencarinya. Hadirnya Google Doodle membuat Pekan Antariksa Dunia 2026 bisa lebih dikenal oleh banyak orang.
Di Amerika Serikat, United Launch Alliance dan Estes Rockets menyumbang roket ULA Vulcan untuk diluncurkan sebagai perayaan dari tema Rocket Revolution. Perayaan di Eropa tak kalah seru karena akan ada event ESA Open Days yang diselenggerakan oleh European Space Agency (ESA) pada 2,3, dan 10 Oktober. Event tersebut digelar di Britania Raya, Spanyol, dan Jerman.
Pada 8 Oktober akan diadakan diskusi Pekan Angkasa Dunia oleh GSOA and World Space Week Association yang membahas berbagai hal tentang antariksa mulai dari teknologi hingga perkembangannya. The Malaysian Space Agency (MYSA) juga akan merayakan Pekan Antariksa Dunia 2026 dengan menggelar berbagai event di Negeri Jiran. Tak mau ketinggalan, Indonesia juga menggelar Pekan Astronomi Jakarta pada 6-10 Oktober 2026 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki.
Bukan sekadar perayaan biasa, Pekan Antariksa Dunia 2026 adalah bukti bahwa umat manusia berhasil keluar dari planetnya dan mulai menjelajah angkasa luar. Pekan Antariksa Dunia 2026 tak ekslusif hanya untuk para ahli, tapi semua orang bisa ikut merayakannya tanpa terkecuali.
Referensi:
“World Space Week”. World Space Week. Diakses Oktober 2026.
“World Space Week 4-10 October”. United Nations. Diakses Oktober 2026.
“World Space Week 2026: discover how HaDEA is supporting the rocket revolution”. The European Times. Diakses Oktober 2026.