- Stres lingkungan
- Peningkatan suhu yang lebih tinggi
- Pemberian pakan yang berlebihan
- Peningkatan kepadatan penebaran ikan lele
7 Penyakit Umum pada Budidaya Ikan Lele, Bisa Akibatkan Kematian!

- Budidaya lele rentan penyakit bakteri, parasit, dan jamur yang dapat menurunkan hasil panen hingga menyebabkan kematian, meski ikan ini dikenal tangguh dan cepat tumbuh.
- Infeksi bakteri utama meliputi septikemia enterik, Columnaris, dan septikemia Aeromonad motil, dengan gejala seperti luka, pendarahan, pembengkakan, serta kerusakan insang, otot, dan kulit.
- Parasit myxozoan, cacing, protozoa, serta jamur dapat menyerang insang atau kulit; kepadatan benih tinggi dan kualitas air buruk meningkatkan risiko, sehingga perlu dikendalikan.
Akhir-akhir ini, budidaya ikan lele tampaknya semakin banyak diminati, baik dari skala kecil atau rumahan maupun skala industri. Selain tergolong mudah, budidaya ikan lele memang cukup menjanjikan mengingat jenis ikan ini semakin banyak disukai untuk konsumsi. Tak hanya itu, ikan lele juga termasuk organisme yang memiliki pertumbuhan yang cepat, tangguh, dan tidak membutuhkan perlakuan tingkat tinggi dalam perawatan.
Meski dikenal sebagai ikan yang tangguh, sama seperti jenis organisme lainnya, ikan lele juga rentan terkena penyakit selama masa budidaya. Penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi parasit, bakteri, atau jamur yang bisa menyebabkan kematian dan menurunkan hasil panen.
Apa saja penyakit yang kerap menyerang ikan lele? Yuk, simak daftarnya berikut sembari mempelajari penyebab dan ciri-cirinya. Simak sampai tuntas!
1. Septikemia enterik

ilustrasi ikan lele terserang penyakit (pexels.com/juliane Monari) Septikemia enterik pada lele adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Edwardsiella ictaluri. Penyakit ini bersifat menular sehingga sangat mengkhawatirkan jika ada satu atau dua ikan yang terkena dan mudah memengaruhi yang lainnya. Dalam budidaya lele, septikemia enterik telah dilaporkan dapat menyerang ikan lele mulai dari semua ukuran, dari yang kecil hingga besar, termasuk ikan ukuran pasar. Dampak paling serius adalah menyebabkan angka kematian yang tinggi.
Dilansir jurnal Frontiers in Physiology tahun 2018, serangan septikemia enterik pada ikan lele ini dapat terjadi ketika suhu air berada antara 20 dan 30 derajat Celsius. Adapun gejalanya meliputi ulkus (luka terbuka) merah dan putih, bintik-bintik merah di bawah kepala atau daerah perut, dan jerawat merah di antara mata yang dapat membentuk kondisi seperti lubang di kepala. Di antara beberapa penyakit yang bisa menyerang ikan lele, septikemia enterik merupakan penyakit serius yang perlu diwaspadai saat budidaya ikan tersebut.
2. Penyakit Columnaris

ilustrasi menangkap ikan lele (pexels.com/Mahmudul Hasan) Sama seperti septikemia enterik, penyakit Columnaris juga merupakan infeksi bakteri pada ikan lele. Bedanya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Flavobacterium columnare, yang bisa memecah polisakarida pada sel ikan dan merusak insang, otot, dan kulit. Akibatnya, ikan lele yang terserang columnaris, bisa memiliki lesi atau luka kuning-oranye di sepanjang garis tengah punggung.
Mengutip dari jurnal yang sama, penyakit Columnaris merupakan ancaman paling signifikan dalam budidaya perikanan, terutama pada suhu musim panas yang hangat. Selain menyebabkan timbulnya luka pada fisik ikan, penyakit Columnaris juga bisa berisiko menimbulkan kematian yang tinggi. Adapun beberapa alasan ikan lele bisa terserang penyakit Columnaris adalah:
3. Septikemia Aeromonad Motil

ilustrasi ikan lele (pexels.com/Denise H.) Septikemia Aeromonad Motil juga merupakan penyakit pada ikan lele yang disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi dari genus Aeromonas. Bakteri ini merupakan mikroorganisme umum yang tersebar luas di perairan, termasuk kolam budidaya ikan lele. Biasanya, bakteri Aeromonas menyerang ikan yang lemah sebagai penyebab infeksi tunggal, tetapi juga bisa menjadi penyerang sekunder.
Adapun gejala yang bisa diamati dari infeksi bakteri Aeromonas ini adalah luka pada kulit, edema (pembengkakan) pada anus, cairan asites berwarna merah muda hingga kuning, dan pendarahan di kepala, mulut, dan pangkal sirip.
4. Penyakit insang proliferatif

ilustrasi ikan lele terserang penyakit (pixabay.com/furbymama) Penyakit insang proliferatif adalah infeksi pada ikan lele yang disebabkan oleh parasit myxozoan Henneguya ictaluri. Organisme ini berkembang di dalam cacing oligochaeta (Dero digitata) yang melepaskan aktinospora insektif yang mampu menginfeksi insang pada ikan lele. Akibat paling serius dari penyakit ini adalah menyebabkan kematian pada ikan yang dibudidayakan.
5. Serangan cacing

ilustrasi menjaring ikan (pexels.com/Sanjeed Quazi) Cacing dari spesies Bolbophorus damnificus telah dilaporkan menyebabkan kematian pada budidaya ikan lele sejak tahun 1997. Cacing ini memiliki siklus hidup kompleks yang melibatkan banyak inang, di mana ikan lele terkadang menjadi inang perantara yang terinfeksi dari siput tanduk domba rawa (Planorbella trivolvis). Infeksi ringan maupun sedang oleh cacing ini bisa menyebabkan penurunan konsumsi pakan, pertumbuhan terhambat, hingga kematian. Di mana dalam budidaya, hal ini akan berdampak pada hasil panen.
6. Parasit protoza

ilustrasi budidaya ikan lele (pexels.com/Jeffry Surianto) Parasit protozoa dari spesies Trichodina, Trichophrya, Ambiphrya, Icthyobodo, Chilodonella, dan Epistylis juga kerap dilaporkan menyebabkan masalah kesehatan dalam budidaya ikan lele. Penyakit ini biasanya timbul karena kepadatan penebaran benih yang tinggi dalam satu kolam serta kondisi kualitas air yang buruk. Sering kali bagian tubuh yang terinfeksi adalah insang dan permukaan kulit ikan.
7. Serangan jamur

ilustrasi ikan lele (pixabay.com/garten-gg) Jamur air dari famili Saprolegniaceae, seperti Saproglenia sp., Achyla sp., dan Branchiomyces sp., juga bisa menginfeksi ikan lele, mulai dari benih ikan, ikan muda, hingga ikan dewasa. Jamur ini biasanya menyerang ikan yang sakit, jarang sekali yang menyerang ikan sehat sehingga kerap dikenali sebagai penyerang sekunder. Adapun ciri-ciri serangan jamur pada ikan lele adalah adanya buku-buku halus berwarna putih seperti kapas pada kulit, sirip, dan telur.
Ikan lele adalah salah satu ikan budidaya yang banyak diminati karena pertumbuhannya yang cepat, sifatnya yang tangguh, dan permintaannya tinggi. Namun, beberapa ancaman penyakit juga bisa dialami ikan lele, seperti infeksi bakteri dan parasit. Nah, jika kamu berencana atau memiliki budidaya ikan lele, sebaiknya waspadai kondisi-kondisi di atas, ya!Usahakan tidak menebar benih terlalu padat dan selalu menjaga kualitas air sesuai kebutuhan tumbuh ikan lele untuk meminimalkan risikonya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















