Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Penyakit Umum pada Budidaya Stroberi yang Merugikan Hasil Panen

5 min read
7 Penyakit Umum pada Budidaya Stroberi yang Merugikan Hasil Panen
ilustrasi penyakit stroberi (pixabay.com/garten-gg)
  • Budidaya stroberi rentan mengalami hangus daun, bercak daun bersudut, dan jamur tepung, yang dipicu kondisi basah, teduh, atau kelembapan daun serta mengganggu pertumbuhan buah.
  • Busuk buah dapat disebabkan Botrytis, Rhizopus, Mucor, maupun antraknosa; gejalanya meliputi bercak, spora, atau lesi pada buah hingga buah mengering dan rusak.
  • Layu serta busuk akar akibat Fusarium, Verticillium, Phytophthora, dan Macrophomina dapat menghambat pertumbuhan hingga mematikan tanaman, terutama saat kekurangan air, tanah buruk, atau lahan tergenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanaman stroberi kini semakin luas dibudidayakan di berbagai wilayah, baik untuk keperluan industri, pariwisata, maupun budidaya rumahan. Rasanya yang segar dengan kandungan nutrisinya yang tinggi, tanaman tahunan ini memang sangat menjanjikan untuk dibudidayakan jangka panjang. Apalagi, proses penanaman dan perawatannya juga tergolong mudah dengan syarat tumbuh yang sederhana.

Akan tetapi, perawatan yang tidak tepat, terkadang juga bisa memicu timbulnya penyakit yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan buah stroberi. Apa saja penyakit pada tanaman stroberi yang merugikan? Berikut daftarnya.

  1. 1. Hangus daun

    Penyakit stroberi
    ilustrasi penyakit stroberi (pexels.com/Raj Singh Thakur)

    Hangus daun adalah penyakit stroberi yang kerap terjadi akibat kondisi pertumbuhan yang terlalu hangat dan basah. Beberapa tanda manifestasinya yaitu muncul bintik-bintik hitam keunguan pada daun tua, tetapi bisa juga ditemukan pada tangkai daun, tangkai buah, buah, dan buah. Bercak ini mulanya berukuran kecil, tetapi bisa menjadi lebih besar dan saling menyatu seiring waktu sehingga memberikan tampilan hangus pada daun. Cara untuk mengatasinya adalah lindungi media tanam dari kondisi yang terlalu basah dan jangan menyiram tanaman dari bagian atasnya.

  2. 2. Bercak daun bersudut (angular leaf spot)

    Daun stroberi
    ilustrasi daun terserang penyakit (pexels.com/Kindel Media)

    Tanaman stroberi yang terserang penyakit bintik daun bersudut, memiliki manifestasi penyakit yang hampir mirip dengan daun hangus. Perbedaannya, pada bintik daun ini, bercak biasanya berwarna kemerahan hingga keunguan yang muncul sebagai lesi basah pada daun dan kelopak di sekitar buah. Sementara jika menyerang buah, bisa menyebabkan gejala seperti bintik cokelat tua dan cekung dengan lebar hingga 3 mm. Jika terjadi infeksi sangat parah, penyakit ini bisa menyebabkan kematian daun.

    Adapun penyebab bercak daun kemerahan ini adalah infeksi bakteri Xanthomonas fragariae. Kondisi ini biasanya menyerang pada kondisi tanaman yang basah, lebih dingin, dan teduh. Jika kamu menanamnya sebagai budidaya rumahan, pengelolaan tanah bisa menjadi solusinya. Namun, jika untuk kebutuhan industri yang lebih besar, penggunaan semprotan mengandung tembaga atau validamisin bisa digunakan.

  3. 3. Jamur tepung

    Penyakit Stroberi
    ilustrasi penyakit stroberi (pexels.com/Pon Thhao)

    Pernahkah kamu menjumpai bercak-bercak putih yang berkembang seperti bubuk putih pada buah, bunga, atau daun tanaman stroberi? Bisa jadi, itu adalah serangan jamur tepung dari spesies Sphaerotheca macularis. Serangan ini bisa mengganggu perkembangan buah dan menghasilkan buah atau tidak berkembang dengan baik.

    Penyakit jamur tepung biasanya terjadi karena kondisi tanaman yang hangat dan kering diikuti oleh kelembapan pada daun. Cara untuk mengatasinya adalah memotong dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Selain itu, juga bisa menggunakan fungisida untuk membunuh jamur penyebab penyakit.

  4. 4. Busuk buah

    Buah stroberi
    ilustrasi busuk buah pada stroberi (pexels.com/Akbar Nemati)

    Ada beberapa penyebab penyakit busuk buah pada stroberi, yaitu infeksi jamur Botrytis cinerea,  serangan jamur Rhizopus, dan infeksi jamur Mucor. Penyakit ini menyebabkan pertumbuhan spora pada permukaan buah dan menyebabkan kerusakan pada buah.

    Buah stroberi yang terkena busuk buah Botrytis biasanya terlihat memiliki lesi bintik kecil berwarna cokelat muda yang biasanya dimulai dari tangkai buah. Bintik ini memiliki tekstur yang keras. Pada mulanya, lesi busuk buah Botrytis berukuran kecil yang semakin lama semakin menyebar dan berubah menjadi abu-abu merata di seluruh bagian buah.

    Sedangkan busuk buah karena Rhizopus, biasanya ditandai dengan pertumbuhan spora warna putih yang berubah menjadi hitam pada buah stroberi. Sama halnya Rhizopus, busuk buah Mucor juga ditandai dengan gejala yang mirip.  Bedanya, pertumbuhan spora pada busuk buah Mucor, tampak lebih basah dan berair, sedangkan Rhizopus spora jamur lebih kering.

    Cara menangani busuk buah pada stroberi adalah memetik dan membuang buah yang terinfeksi hingga ke seluruh bagian tangkainya. Selain itu, kamu bisa mengatur kepadatan tanaman stroberi untuk menghindari pertumbuhan lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada fungisida yang bisa digunakan untuk menangani masalah ini.

  5. 5. Penyakit layu

    Stroberi kekeringan
    ilustrasi stroberi layu (pexels.com/Kindel Media)

    Penyakit layu pada stroberi bisa disebabkan oleh jamur Fusarium atau jamur Verticilium. Layu Fusarium biasanya terjadi saat cuaca sangat panas dan kering, di mana tanaman stroberi kekurangan air. Saat ini terjadi, tanaman stroberi mengalami pertumbuhan yang lambat, daun-daun tua mengering kecokelatan, dan menyebabkan tanaman mati. Begitu juga dengan layu Verticilium, penyakit ini juga menyebabkan pertumbuhan tanaman stroberi terhambat.

    Untuk menanganinya, pastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup saat cuaca yang sangat panas dan kering. Kamu juga bisa menambahkan plastik pada bedengan.

  6. 6. Busuk akar Phytophthera dan Macrophomina

    Akar stroberi
    ilustrasi busuk akar stroberi (pexels.com/Anna Tarazevich)

    Busuk akar pada stroberi juga biasanya terjadi akibat serangan jamur, seperti Phytophthera dan Macrophomina. Manifestasi penyakit ini terkadang terlihat hampir mirip seperti penyakit layu, karena bisa menyebabkan tanaman layu secara tiba-tiba.

    Busuk akar Phytophthera biasanya menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan tiba-tiba layu. Phytophthera adalah jamur air yang hidup di air bebas. Jadi, lahan stroberi yang tergenang bisa lebih berisiko terkena penyakit ini.

    Sedangkan busuk akar Macrophomina biasanya menyebabkan pengeringan dan kematian pada daun-daun tua, sementara daun termuda di bagian tengah sering kali tetap hijau dan hidup. Namun, jika tidak ditangani juga bisa menyebabkan kematian tanaman. Adapun penyebabnya adalah stres lingkungan karena kekurangan air, kondisi tanah yang buruk, atau beban buah yang berat.

  7. 7. Antraknosa

    Stroberi
    ilustrasi busuk buah stroberi (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Antraknosa juga bisa menyebabkan busuk pada buah stroberi. Akan tetapi, ini biasanya hanya timbul seperti lesi lingkar pada beberapa titik, berbeda dengan busuk buah Botrytis, Rhizopus, dan Mucor. Beberapa tanda manifestasinya adalah bercak-bercak cokelat yang basah dan cekung pada buah hijau dan matang. Penyakit ini bisa menyebabkan buah menjadi mengerut, mengering, dan mati.

    Buah stroberi adalah salah satu buah yang banyak digemari oleh semua orang, dari anak-anak maupun dewasa. Budidayanya memang terbilang mudah, tetapi jika perawatannya kurang tepat juga bisa menyebabkan risiko serangan penyakit yang merugikan seperti yang disebutkan di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More