Singa dikenal sebagai “raja hutan”, tapi sebenarnya kekuatan mereka bukan hanya soal taring dan auman. Di balik citra gagah itu, ada sistem kehidupan sosial yang rapi di dalam kawanan singa. Setiap anggota memiiki peran masing-masing, dan peran itu tidak ditentukan secara acak. Singa jantan dan betina menjalani peran berbeda yang terbentuk dari kebutuhan hidup di alam liar.
Perbedaan peran antara singa jantan dan betina inilah yang membuat kawanan bisa bertahan di tengah persaingan dan ancaman predator lain. Dari berburu, menjaga wilayah, sampai merawat anak, semuanya berjalan seperti tim yang solid. Singa jantan lebih fokus pada perlindungan dan dominasi wilayah, sementara singa betina menjadi tulang punggung dalam urusan berburu dan pengasuhan. Kombinasi peran inilah yang menjadikan kawanan singa begitu kuat dan terorganisir.
