4 Prediksi Kehancuran Dunia oleh David Attenborough, Bikin Merinding

- David Attenborough memperingatkan deforestasi, khususnya di Amazon, dapat meruntuhkan siklus air pada 2030-an dan mengganggu siklus air global pada 2040-an.
- Ia memprediksi musim panas Arktik tanpa es pada 2040-an, sehingga penyerapan panas meningkat, permafrost mencair, metana terlepas, dan pemanasan global makin cepat.
- Menjelang 2050-an hingga 2080-an, pemanasan dan pengasaman laut serta kerusakan pertanian diperkirakan memicu kepunahan spesies, krisis pangan, gangguan pasokan, dan kelaparan massal.
Sir David Attenborough genap berusia 100 tahun pada 8 Mei lalu, lho. Jika kamu pecinta alam, kamu pasti tahu siapa beliau ini. Banyak orang dari seluruh dunia juga masih menganggapnya sebagai juru bicara alam yang sejati.
David Attenborough menghabiskan hampir delapan dekade hidupnya sebagai seorang naturalis dan penyiar, serta mendorong apresiasi global terhadap kelestarian alam. Namun, meskipun sebagian besar karya awalnya tidak menyinggung kebijakan lingkungan, tapi ia akhirnya memecah kebisuan tersebut pada tahun 2020 lewat perilisan film dokumenter berjudul David Attenborough: A Life on Our Planet. Dalam film itu, ia memaparkan visinya mengenai masa depan dunia seiring dengan terus memanasnya suhu bumi. Adapun, visi tersebut sangat suram.
Nah, kira-kira apa saja ya, nasihat David Attenborough bagi generasi penerusnya, termasuk kita generasi milenial dan gen Z? Penasaran? Mari kita cari tahu!
1. David Attenborough peringati tentang krisis air

ilustrasi krisis air (commons.wikimedia.org/Asikironalio) Dikutip Earth.Org, David Attenborough memprediksi enam bencana beruntun yang kemungkinan besar akan terjadi jika umat manusia masih melangkah di jalur kacau saat ini. Siklus air akan berhenti, pemanasan global akan semakin cepat, lautan yang memanas akan menjadi tempat yang tidak layak huni bagi spesies laut, produksi pangan akan merosot, dan pada akhirnya, Bumi akan mengalami peristiwa kepunahan massal keenam. Ini adalah gambaran kiamat yang sulit untuk diterima. Namun, prediksi Attenborough lebih didasarkan pada sains ketimbang pandangan politik pribadinya.
Jika prediksi Attenborough terbukti benar, bencana pertama yang akan terjadi adalah masalah besar pada siklus air global akibat kerusakan hutan hujan yang diprediksi terjadi pada tahun 2030-an. Ketika hutan hujan ditebang terus-menerus dan sungainya dibendung untuk pembangkit listrik tenaga air (yang membawa dampak lingkungan cukup besar), kawasan tersebut akan mengering dan berubah menjadi bentang alam mirip sabana, di mana air hujan mudah menguap begitu saja. Proses ini bahkan sudah berlangsung sejak tahun 2020-an.
Di Amazon, frekuensi dan intensitas kebakaran hutan terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Attenborough, dengan laju deforestasi saat ini, siklus air Amazon akan runtuh dalam satu dekade mendatang. Hal ini akan memicu gangguan pada siklus air global saat kita memasuki tahun 2040-an, tepat pada saat pemanasan global semakin meningkat kecepatannya.
2. David Attenborough prediksi hilangnya lapisan es dengan tingkat ekstrem, yang membuat pemanasan global semakin cepat tak terkendali

beruang kutub yang kelaparan di Arktik (commons.wikimedia.org/Andreas Weith) Laju pemanasan global sudah semakin cepat. Namun, hilangnya lapisan es kutub akan berdampak pada lingkungan yang semakin mempercepat proses tersebut. David Attenborough memprediksi bahwa dekade 2040-an akan ditandai dengan musim panas tanpa adanya es di Arktik. Lapisan es Arktik sendiri mirip seperti cermin raksasa yang memantulkan kembali sekitar 85 persen sinar matahari ke luar angkasa (dikenal sebagai efek albedo).
Jadi, tanpa lapisan es putih yang memantulkan cahaya, akan lebih banyak energi matahari yang diserap oleh daratan dan lautan (sekitar 90 persen) yang berwarna lebih gelap di bawahnya. Hal ini dapat memicu reaksi berantai, di mana musim panas akan jauh lebih panas di Arktik dan mencairkan lapisan tanah beku abadi (permafrost), melepaskan gas metana yang tersimpan di dalamnya, dan mempercepat pemanasan global. Sebagai gas rumah kaca, metana bisa mencapai 80 kali lebih kuat dampaknya dibandingkan karbon dioksida, sebagaimana yang dijelaskan University Yale. Apalagi, terdapat cadangan metana yang sangat besar yang terperangkap di dalam permafrost wilayah Arktik.
3. David Attenborough perkirakan kehidupan di lautan akan punah

pemutihan karang di Hawaii (commons.wikimedia.org/Caitlin Seaview Survey) Menjelang dekade 2050-an, David Attenborough memprediksi lautan akan melewati titik kritisnya. Air yang menghangat karena pemanasan global akan mengandung lebih sedikit oksigen terlarut, dan banyak spesies diperkirakan akan punah alih-alih beradaptasi dengan penurunan kadar oksigen tersebut. Lebih buruk lagi, sebagian besar kelebihan karbon dioksida di udara akan larut ke dalam lautan dan berubah menjadi asam karbonat. Akibatnya, tingkat pH air laut akan menurun. Hal ini pada akhirnya bisa menyebabkan pemutihan pada ekosistem terumbu karang serta memusnahkan spesies laut yang bergantung padanya.
4. David Attenborough prediksi krisis multidimensi

ilustrasi krisis pangan (freepik.com/jcomp) David Attenborough memperkirakan bahwa semua faktor ini akan mencapai titik puncak dampaknya bagi manusia menjelang akhir abad ini. Akibat hilangnya hewan penyerbuk, berkurangnya kesuburan tanah, dan hilangnya pola cuaca yang dapat diprediksi, pertanian berskala besar tidak akan lagi dapat dipertahankan maupun menghasilkan panen yang memadai pada sekitar dekade 2080-an.
Menurut penelitian oleh Melese Genete Muluneh, berjudul "Impact of Climate Change on Biodiversity and Food Security: a Global Perspective—a Review Article" (2021), dalam jurnal Agricultural & Food Security, kondisi buruk tersebut akan memicu krisis pangan yang ditandai dengan kerusuhan sosial, gangguan rantai pasokan, dan kelaparan massal. Masa-masa tersebut bisa jadi merupakan awal dari akhir kehidupan dan menjadi pemicu peristiwa kepunahan massal keenam di planet ini.
Dengan harapan agar prediksinya tidak menjadi kenyataan, Sir David Attenborough mendesak dunia untuk beralih dari bahan bakar fosil, memulihkan alam liar serta melestarikan ekosistem alami, dan memperlambat pertumbuhan populasi. Kelangsungan hidup kita mungkin bergantung pada langkah-langkah tersebut.



![[QUIZ] Apakah Kucingmu Kesepian? Cari Tahu dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20231228/pexels-19492325-0a08b4c2ebe7bfb858f07109adee61c0-fc64a0a9b59fe661bc10ec99b606d8b1.jpg)


![[QUIZ] Dari Hutan Berikut, Kamu Punya Sisi Pelindung atau Penghancur?](https://image.idntimes.com/post/20250407/image-52f653caff12a50da6db8b5cb6e03f2b.jpg)



![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Ini, Kami Tebak Kamu Cocok Tinggal di Planet Apa](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-205757-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-bbcab86100b55cd45d995c1c12e6c570.jpg)










