Comscore Tracker

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punah

Hewan yang mestinya dapat perhatian serius dari pemerintah

Meski primata ini telah dalam perlindungan hukum Indonesia sejak tahun 1925, faktanya populasi Hylobates Moloch atau lebih dikenal dengan nama Owa Jawa terus mengalami kemerosotan, bahkan sudah masuk daftar spesies yang terancam punah. Penyebabnya, habitat Owa Jawa yang rusak. Padahal keberadaan Owa Jawa justru menguntungkan, karena sebenarnya mereka ikut berperan dalam menyebarkan benih berbagai pohon di hutan, dengan kata lain ikut melestarikan hutan.

Akibat minimnya perlindungan dan pemeliharaan hutan sebagai tempat tinggal Owa Jawa, kemudian manusia-manusia tak bertanggung jawab mengambil kesempatan dengan cara memburu dan menangkap bayi Owa Jawa untuk diperjual belikan ilegal sebagai peliharaan.

Di balik kelucuannya, penting untuk mengenal lebih dekat Owa Jawa, agar kita dapat mendukung penuh pekerjaan dari beberapa konservasi Owa Jawa yang aktif saat ini berjuang menjaga kehidupan primata tak berekor ini lewat rehabilitasi dan pelepasan liar kembali. Simak fakta-faktanya di bawah ini.

1. Habitatnya berada di hutan Jawa Barat dan Jawa Tengah

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punahinstagram.com/markleonspence

Menurut New England Primate Conservancy (NEPC), sebuah organisasi non profit di Massachusetts, United States, populasi Owa Jawa saat ini hanya mencapai sekitar 4100 sampai dengan 4500 Owa Jawa. Itu setara dengan 900 keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan tiga anak. Mereka tersebar hanya di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Jika pernah mengeksplorasi hutan hujan di pegunungan, seperti di Gunung Gede Pangrango, Gunung Slamet, Gunung Halimun, Gunung Prau, dan Taman Nasional Ujung Kulon, mungkin beruntung jika kita bisa bertemu hewan Owa Jawa. Soalnya mereka memang senang tinggal di area dataran rendah. Dengan kata lain, Owa Jawa senang dengan suhu yang lembap dan tempat yang minim cahaya matahari. 

2. Makanan Owa Jawa

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punahpixabay.com/steffiheufelder

Owa Jawa paling suka mengambil makanan dari pohon berjenis pohon ara, salah satunya pohon buah Rao. Tidak hanya buah matangnya saja lho, bagian seperti buah mentah, daun muda, batang dan serangga yang ada di pohon buah Rao, juga akan dilahap Owa Jawa. Karena mereka pun butuh asupan karbohidrat, protein, air, gula, serat dan lemak seperti kita.

3. Geraknya lincah dan kuat

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punahinstagram.com/markleonspence

Gerak Owa Jawa saat berpindah dari satu batang ke batang lainnya termasuk cepat. Hampir setara dengan kecepatan manusia berlari yaitu 56 km/ jam. Yang bikin tambah kagum, sekali melompat Owa Jawa bisa mencapai 15 meter. Kehebatannya diperoleh karena Owa Jawa memiliki lengan yang panjang dan kuat. Bahu serta pergelangan tangannya juga fleksibel berputar saat sedang bergantung pada pohon atau tali. 

Baca Juga: 6 Fakta Unik tentang Japanese Macaque, Monyet Lucu yang Hobi Spa

4. Setia dan saling bergantung satu sama lain

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punahinstagram.com/gibbonconservationcenter

Salah satu alasan mengapa Owa Jawa menjadi hewan yang terancam punah adalah karena Owa Jawa setia hanya pada satu pasangan seumur hidupnya, alias punya sifat monogami. Bila ada satu saja anggota keluarga Owa Jawa yang diambil paksa, dijauhkan dari keluarganya, atau mungkin mati, maka anggota yang lain bisa stres, bahkan hingga menyebabkan kematian. Ini yang menyebabkan sulitnya populasi Owa Jawa meningkat secara drastis.

5. Populasi Owa Jawa yang sulit ditingkatkan

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punahinstagram.com/joevalenti22

Sifat monogami yang dimiliki Owa Jawa, mungkin bagi sebagian orang dianggap keren dan unik. Sayangnya, di sisi lain sifat tersebut justru merugikan ekosistem. Karena sekali saja mereka mengalami trauma akibat kehilangan pasangan atau anggota keluarga, maka sangat sulit bagi Owa Jawa untuk move on. Bahkan jika harus dijodohkan di dalam rehabilitasi, jangka waktunya bisa sangat lama. Ada satu bayi Owa Jawa lahir dari proses perjodohan saat rehabilitasi saja, sudah sangat disyukuri para relawan dan pecinta Owa Jawa yang bekerja di Konservasi Owa Jawa.

6. Berkomunikasi dengan menggunakan nyanyian dan gestur tubuh

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punahinstagram.com/abilhunter

Untuk bisa menyampaikan perasaan mereka ke Owa Jawa yang lain, primata satu ini menggunakan suara khasnya yang keras seolah-olah sambil bernyanyi. Sesekali Owa Jawa juga melakukan gestur tubuh serta mengekspresikan wajahnya. Gerakan yang berkesan 'kasar' seperti mendorong, memukul, menarik sampai menggigit secara pelan juga sering dipakai bila gestur tubuh sudah tak cukup lagi.

Biasanya, komunikasi yang disampaikan Owa Jawa berkaitan dengan batas wilayah, mencari 'perhatian' pasangan ataupun sebagai pemberitahuan bahwa Owa Jawa yang satu ini telah memiliki pasangan.

7. Waktu reproduksi Owa Jawa

7 Fakta Owa Jawa, Primata Asli dari Pulau Jawa yang Terancam Punahinstagram.com/xubundi

Bagi manusia, usia 9 tahun masih waktunya bermain dan belajar. Tapi bagi Owa Jawa, umur segitu mereka sudah mampu untuk memiliki bayi.

Waktu yang dibutuhkan Owa Jawa Betina saat hamil adalah tujuh bulan. Beda dua bulan dengan manusia nih. Dan untuk berat badan lahir pun, angkanya jauh berbeda dengan kita. Owa Jawa normalnya melahirkan bayi sekitar 376 gram. Sangat ringan ya?

Tapi sekalinya bayi Owa Jawa meninggal saat masih bayi, maka butuh waktu 12 hingga 16 bulan untuk bisa hamil lagi. 

Sudah makin jatuh cinta sama Owa Jawa? Semoga makin banyak yang sadar dan peduli dengan Owa Jawa, bahwa mereka primata asli Indonesia yang keberadaannya harus dijaga dan dilestarikan.

Baca Juga: 6 Primata dengan Penampilan Terunik, Ada yang Warna-warni!

Ribka Damanik Photo Verified Writer Ribka Damanik

musik, dance, menulis, dan hal-_hal berbau fun adalah penyeimbang hidup

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya