Comscore Tracker

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!

Waspada kalau kamu berkunjung ke sana!

Merupakan sungai terpanjang kedua di dunia setelah Nil, Sungai Amazon terletak di Amerika Selatan. Di benua tersebut, ia merupakan sungai terpanjang. Perairan ini juga menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 spesies ikan di dunia dan lebih dari 400 jenis amfibi.

Di antara hewan air yang mendiami Sungai Amazon, ada beberapa yang tergolong buas dan bahkan bisa mematikan manusia. Penasaran apa saja? Yuk, simak satu per satu!

1. Ikan piranha

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!Ikan piranha perut merah merupakan jenis ikan piranha yang agresif dan tercatat pernah memangsa manusia. (pixabay.com/gorartser)

Piranha merupakan salah satu ikan predator yang terkenal karena memiliki gigi yang sangat tajam. Mereka sering kali mampu menyobek tubuh hewan lain dengan cepat. Ikan piranha umumnya berburu secara berkelompok sehingga mereka bisa memangsa hewan-hewan berukuran besar.

Ikan berukuran sedang ini sebenarnya gak terlalu berbahaya bagi manusia. Namun, memang ada beberapa laporan serangan terhadap manusia di Sungai Amazon. Beberapa di antaranya berakhir dengan kematian, seperti dilaporkan situs The Spruce Pets.

Dari lebih 20 spesies piranha yang hidup di Sungai Amazon, hanya piranha perut merah (Pygocentrus nattereri Kner) yang terkenal agresif dan pernah memangsa manusia, seperti dilansir laman Live Science. Selebihnya, spesies lain tergolong omnivora dan justru lebih banyak memakan biji-bijian atau tumbuhan air daripada daging. Bahkan, ada juga spesies piranha yang vegetarian.

2. Hiu banteng

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!Hiu banteng dapat beradaptasi dan hidup di air tawar, termasuk di sungai Amazon. (unsplash.com/David Clode)

Meski sedang berada di sungai, jangan harap kamu bisa bebas dari yang namanya hiu. Meski dikenal hidup di air asin, beberapa jenis hiu juga bisa hidup di air tawar. Di Sungai Amazon, terdapat hiu banteng yang bermigrasi dari laut. Bernama latin Carcharhinus leucas, spesies ini mampu hidup di air tawar dengan cara mempertahankan kadar garam di dalam tubuh mereka.

The Active Times melansir, mereka tergolong spesies hiu ganas dan sering menyerang manusia. Hiu banteng juga bisa menyerang hiu lainnya dan ikan bertulang. Seperti dilaporkan situs Rainforest Cruises, mereka memiliki rahang kuat yang memungkinkannya untuk memangsa hewan berukuran lebih besar.

3. Belut listrik

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!Seekor belut listrik dapat melumpuhkan mangsanya dengan sengatan listrik hingga 600 volt. (pixabay.com/axistravel)

Sesuai namanya, belut ini dapat menyalurkan aliran listrik. Arus yang dikeluarkannya melalui ekor bahkan sangat kuat, yaitu dapat mencapai 600 volt, seperti dilansir situs National Geographic. Ini cukup untuk melumpuhkan lawannya, bahkan yang berukuran lebih besar dari si belut.

Mengutip Mental Floss, 20 persen organ vital belut listrik terletak di bagian depan tubuhnya. Sisanya, terdiri dari 6.000 sel yang berfungsi seperti baterai kecil.

Serangan fatal belut listrik pada manusia jarang terjadi. Mereka sebenarnya gak akan menyerang bila gak merasa terancam. Namun, kita harus tetap waspada dan sebisa mungkin menjauhi hewan ini. Dilansir The Active Times, sedikit saja sengatan belut listrik sudah dapat menyebabkan gagal jantung dan pernapasan pada manusia.

Baca Juga: 7 Hewan Paling Mematikan bagi Manusia di Dunia, Ada Hewan Apa Saja?

4. Caiman hitam

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!Caiman hitam merupakan predator puncak di sungai Amazon. (unsplash.com/David Waite)

Caiman hitam atau yang bernama latin Melanosuchus niger juga merupakan predator berbahaya yang mendiami Sungai Amazon. Dilansir Animal Corner, mereka juga hidup di berbagai habitat air tawar seperti sungai berarus lambat, danau, sabana yang tergenang air, dan lahan basah di Bolivia, Brazil, Kolombia, Ekuador, Guyana, Guyana Prancis, Peru, dan Venezuela.

Dengan panjang tubuh mencapai 6 meter, caiman hitam merupakan predator puncak di ekosistem Amazon. Karenanya, hewan ini memiliki banyak jenis mangsa. Mengutip situs Seaworld Parks & Entertainment, saat remaja, caiman hitam memakan krustasea, serangga, ikan kecil, amfibi, mamalia kecil, dan burung. Ketika dewasa, mereka mengonsumsi ikan, burung, reptil lain, amfibi, dan berbagai spesies mamalia. 

Dalam situs Animal Corner disebutkan bahwa caiman berukuran lebih besar dapat memakan tapir dan ular anakonda. Gigi reptil ini dirancang untuk mencengkeram namun tidak bisa menyobek. Dengan begitu, korban akan ditelan utuh setelah berhasil ditenggelamkan.

Caiman hitam yang berukuran besar juga memiliki kemampuan untuk memangsa manusia.  Laman BritannicaThe Worldwide Crocodilian Attack Database (CrocBITE) mencatat bahwa dalam kurun waktu Januari 2008 hingga Oktober 2013, telah terjadi 43 serangan caiman hitam pada manusia, namun hanya kurang dari seperlima di antaranya yang berakibat fatal.

5. Amfibi beracun

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!Katak panah beracun merupakan salah satu jenis katak paling beracun yang hidup di sungai Amazon. (grandamazontours.com)

Dilansir laman WWF, dari sekitar 4.000 spesies katak di dunia, 427 di antaranya hidup di Amazon, termasuk katak beracun. Salah satunya adalah katak panah beracun, spesies Dendrobates. Mereka merupakan hewan berukuran kecil (20 mm-40 mm) yang memiliki warna cerah, seperti merah, oranye atau hijau.

Dengan warna tersebut, pemangsa katak panah beracun dapat mudah mengenalinya dan menjauh dengan aman. Namun, beberapa hewan kecil yang gak waspada dan mendekat akan dilumpuhkan oleh racun dari kulit katak. Zat ini sangatlah mematikan, bahkan diperkirakan sekitar 2,5 gram saja dapat membunuh manusia dewasa.

Jenis amfibi beracun lain yang juga hidup di Sungai Amazon adalah kodok tebu raksasa (Bufo marinus). Kulitnya mengeluarkan cairan yang beracun karena mengandung bufotoksin. Bahkan, kucing dan anjing pun dapat mati hanya karena mengambil kodok ini di mulut mereka. 

Efek kontak dengan bufotoksin bervariasi. Namun umumnya, gejala yang timbul adalah air liur berlebihan, berkedut, dan muntah. Zat tersebut juga bisa menyebabkan kelumpuhan sementara atau bahkan kematian predator kecil.

6. Ikan candiru

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!Meski ukurannya kecil, ikan candiru dapat berakibat fatal jika menyelinap masuk ke dalam tubuh manusia. (planetcatfish.com)

Meski ukuran tubuhnya kecil, jangan remehkan ikan yang bernama latin Vandellia cirrhosa ini. Mengutip situs Britannica, karena ukurannya yang imut dan sulit dilihat, ikan candiru dapat masuk ke lubang mana pun di tubuh manusia, termasuk kemaluan. Pada pria, ikan ini dapat masuk ke uretra dan testis.

Sekalinya masuk ke dalam saluran kencing, gak ada yang bisa diperbuat untuk menghilangkan rasa sakit itu selain amputasi. Prosedur ini juga perlu dilakukan untuk mencegah ikan ini masuk ke lokasi yang lebih dalam lagi di tubuh manusia. Wah, mengerikan sekali, ya? Itulah yang umumnya dikhawatirkan para penduduk lokal ketika sedang mandi ataupun berendam di Sungai Amazon.

Sebenarnya, sasaran utama ikan candiru bukan manusia. Kasus di atas bahkan terjadi karena ikan tersebut salah sasaran. Makanan utama "si kecil" ini adalah darah yang ada di celah insang ikan berukuran lebih besar darinya.

Untuk menemukan makanannya, candiru akan menyusuri jejak senyawa amonia yang ada di dalam air. Itu adalah bagian dari sisa metabolisme ikan yang dibuang melalui insang. Nah, air seni manusia juga mengandung senyawa amonia, sehingga ikan candiru pun bisa salah sasaran. Mereka mengira manusia yang sedang buang air kecil adalah mangsanya.

7. Ular anakonda hijau

7 Hewan Air Buas Penghuni Sungai Amazon, Berbahaya dan Mematikan!Ular anakonda yang merupakan ular terbesar di dunia ini dapat hidup di darat dan air. Ketika di air, ular ini mampu bergerak lebih lincah. (pixabay.com/DenisDoukhan)

Salah satu hewan buas legendaris dan menjadi ikon dari Sungai Amazon adalah ular anakonda hijau. Spesies bernama latin Eunectes murinus ini merupakan ular terbesar dan terberat di dunia saat ini. Beratnya tercatat bisa mencapai 227 kilogram. Mereka memiliki panjang tubuh 8,43 meter dengan ketebalan 1,11 meter, seperti dilaporkan National History Museum.

Anakonda hijau dapat hidup di darat maupun di air. Mengutip situs National Geographic, meski mereka bergerak lambat di darat, namun ular tersebut mampu berenang sangat cepat di air karena tubuhnya menjadi lebih licin. Mereka memang gak beracun, namun memiliki kemampuan untuk melilit dan mencekik mangsanya hingga tewas.

Dilansir laman Live Science, anakonda menyandang status pemakan manusia. Ada banyak laporan ular ini memangsa manusia, meskipun belum ada yang benar-benar terverifikasi. Secara ilmiah, hal ini memang dimungkinkan.

Anakonda hijau diketahui dapat memangsa mangsa yang lebih tangguh dan lebih kuat dari kita, seperti rusa ekor putih yang beratnya mencapai 54 kg. Dengan begitu, masuk akal untuk mengasumsikan bahwa ular ini juga dapat memangsa manusia dengan ukuran tubuh yang setidaknya sama dengan rusa tersebut.

Nah, itulah beberapa hewan air buas penghuni Sungai Amazon yang perlu kita tahu. Sebagai salah satu sungai terluas di dunia dan masih alami, wajar jika area ini memiliki fauna yang beraneka ragam.

Dengan keberadaan berbagai hewan buas di sana, apakah kamu menjadi takut atau justru merasa tertarik untuk mengunjungi Sungai Amazon, nih? Share pendapatmu di kolom komentar, ya!

Baca Juga: 7 Bencana Mengerikan Jika Hutan Amazon Hilang

Rivandi Pranandita Putra Photo Verified Writer Rivandi Pranandita Putra

Mencari proofread skripsi/tesis/jurnal ilmiah? IG: @mollyproofread

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya