Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Dikira Angin Tornado, 5 Fakta Menarik Seputar Dust Devil
ilustrasi dust devil (unsplash.com/Gleive Marcio Rodrigues de Souza)

Di tengah hamparan gurun yang luas dan cuaca yang terik, fenomena alam unik ini sering kali muncul beberapa tempat di Bumi. Dikenal dengan istilah dust devil atau pusaran angin debu, kolom angin berputar ini kerap tercipta secara mendadak dan menyedot pasir serta material ringan di sekitarnya ke udara. Meski sekilas terlihat bagaikan miniatur angin tornado, dust devil memiliki karakteristik khusus yang lahir dari perpaduan suhu panas ekstrem dan tekanan udara lokal yang khas.

Kehadiran fenomena ini tidak hanya menyajikan pemandangan visual yang menakjubkan sekaligus dramatis, tetapi juga menyimpan berbagai fakta sains unik yang menarik untuk diulas. Berbeda dari tornado yang lahir dari badai besar, pusaran angin ini justru tumbuh dari permukaan tanah yang membara di bawah langit cerah. Penasaran bagaimana pusaran angin unik ini terbentuk dan mengapa terjadi hanya beberapa tempat? Simak lima hal menarik seputar dust devil berikut ini!

1. Terbentuk dari teriknya matahari bukan badai

ilustrasi dust devil (unsplash.com/MARIOLA GROBELSKA)

Berbeda dengan pusaran angin lainnya, dust devil merupakan fenomena angin yang berputar sangat singkat yang justru terbentuk di bawah langit cerah. Proses ini paling sering terjadi siang menjelang sore hari ketika pancaran sinar matahari sangat terik dan memanaskan permukaan tanah secara cepat dan ekstrem. Dilansir laman Britannica, suhu tanah yang sangat panas memicu udara kering di sekitarnya ikut memanas mendadak. Karena udara panas memiliki massa yang lebih ringan, kantong udara ini melesat naik ke atas dengan cepat atau updraft.

Kekosongan udara di tingkat bawah tersebut kemudian menarik udara di sekelilingnya untuk masuk, menciptakan pergerakan angin horizontal yang mulai berputar tegak lurus. Saat kolom udara berputar tersebut terus terangkat ke atas, gesekan angin akan menyedot debu, pasir, dedaunan, atau material ringan lainnya dari permukaan tanah. Material-material inilah yang akhirnya membuat pusaran angin yang tadinya tidak kasat mata menjadi terlihat jelas sebagai pusaran debu yang meliuk-liuk di udara sebelum akhirnya mereda.

2. Ukuran mini dengan durasi singkat

ilustrasi terjadinya dust devil (unsplash.com/Will Shelley)

Pada skala mini atau ukuran umumnya, dust devil memiliki lebar atau diameter sekitar 3 hingga 10 meter saja, dengan tinggi pusaran mencapai 150 hingga 300 meter. Bentuknya yang relatif ramping dan memanjang ini membuatnya tampak seperti tiang debu kecil yang berputar santai menyeberangi area lapang, jalanan, atau tanah kering. Sebagian besar dust devil mini ini hanya bertahan dalam durasi yang sangat singkat, yaitu sekitar beberapa menit saja. Pusaran ini akan langsung menghilang begitu pasokan udara panas di sekitarnya habis atau saat pusaran terganggu oleh kontur permukaan tanah.

3. Pemandangan visual yang mengecoh tampak seperti tornado

ilustrasi dust devil (unsplash.com/Dmytro Bukhantsov)

Tornado adalah pusaran udara raksasa yang berputar sangat cepat dan membentang dari awan badai hingga menyentuh permukaan tanah. Fenomena ini terbentuk ketika udara hangat dan lembap bertabrakan dengan udara dingin dan kering di atmosfer. Tabrakan dua suhu udara yang berbeda ini memicu arus udara naik yang kemudian berputar hingga membentuk corong angin berkecepatan tinggi. Penting untuk membedakan tornado sejati dengan fenomena pusaran lain seperti dust devil atau firenado. Tornado sejati selalu terhubung langsung dengan awan badai besar dan turun dari atas ke bawah. Sebaliknya, pusaran seperti dust devil terbentuk dari bawah ke atas akibat pemanasan lokal.

4. Umumnya tidak berbahaya, tapi tetap perlu waspada

ilustrasi dust devil (unsplash.com/Dmytro Bukhantsov)

Meskipun secara umum aman, masyarakat tetap perlu waspada karena jenis angin ini jika berukuran besar bisa menghasilkan kecepatan angin hingga 60 mph atau sekitar 96 km/jam atau lebih. Angin sekencang ini sanggup mengangkat debu, kerikil, serta puing-puing ke udara yang dapat mengganggu jarak pandang pengendara secara mendadak. Selain itu, daya angkatnya juga cukup kuat untuk merusak atau merobohkan fasilitas ringan seperti tenda camping, papan tanda, hingga atap bangunan non permanen. Oleh karena itu, kewaspadaan ekstra sangat dianjurkan saat berada di area terbuka yang luas dan kering, seperti lapangan, lahan pertanian, atau area parkir.

5. Fenomena serupa ternyata juga ada di planet Mars

ilustrasi Mars (unsplash.com/Planet Volumes)

Dilansir laman NASA, penemuan berbasis suara dan rekaman elektromagnetik dari instrument SuperCam membuktikan teori yang telah bertahan lama bahwa gesekan antar partikel debu saat berputar dapat merangsang muatan listrik statis hingga melepaskan percikan api. Fenomena ini jauh lebih mudah terjadi di Mars daripada Bumi karena atmosfer planet ini yang jauh lebih tipis membutuhkan energi yang lebih sedikit untuk memicu lompatan listrik. Pelepasan muatan listrik ini memiliki dampak yang cukup mendalam terhadap atmosfer dan lingkungan Mars. Energi dari percikan listrik tersebut mampu memicu reaksi kimia atmosferik yang memproduksi senyawa pengoksidasi kuat, seperti klorat dan perchlorate. Senyawa-senyawa ini dapat merusak molekul organik yang merupakan blok pembangun potensi kehidupan serta menguraikan gas metana di atmosfer dengan cepat.

Dust devil memang tergolong jinak dan akan menghilang dalam hitungan menit. Kendati demikian, tidak boleh meremehkan kekuatannya. Pusaran yang cukup matang dan kuat sanggup menerbangkan barang-barang di area terbuka, merusak fasilitas ringan, hingga mengganggu jarak pandang secara mendadak. Fenomena ini juga menjadi salah satu dinamika alam semesta yang luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article