- Makanan - Burung yang bersarang di belahan bumi utara cenderung bermigrasi ke utara pada musim semi untuk memanfaatkan kelimpahan selama beberapa bulan, diberi makan oleh populasi serangga yang terus meningkat dan tanaman yang mulai tumbuh.
- Tempat berkembang biak - Hutan boreal yang luas dan tundra terbuka di Arktik menyediakan lahan yang luas bagi burung pantai dan burung penyanyi untuk bersarang, dibandingkan dengan hutan tropis yang padat—sehingga perjalanan jauh ini sepadan.
- Siang hari - Di dekat khatulistiwa, siang hari berlangsung sekitar 12 jam sepanjang tahun. Dengan melakukan perjalanan ke wilayah yang lebih dekat ke kutub, burung dapat memperoleh cahaya matahari lebih lama, tepat pada saat mereka sangat membutuhkannya untuk membesarkan anak-anaknya. Sinar matahari ekstra juga memicu kelimpahan tanaman, plankton, dan serangga yang menciptakan pasokan makanan berlimpah.
Bagaimana Burung Mengetahui Kapan Waktu untuk Bermigrasi?

- Burung bermigrasi untuk memanfaatkan sumber daya seperti makanan, tempat berkembang biak, dan durasi siang yang lebih panjang di wilayah tertentu sepanjang tahun.
- Waktu migrasi ditentukan oleh perubahan panjang hari dan hormon tubuh, sementara sebagian spesies belajar rute dari induknya melalui pengamatan langsung.
- Sebelum migrasi, burung menimbun lemak dan menyesuaikan organ tubuhnya agar efisien terbang jauh, meski perjalanan penuh risiko seperti cuaca ekstrem dan kehilangan tempat istirahat.
Setiap tahun, jutaan burung melakukan perjalanan panjang melintasi benua, pegunungan, bahkan lautan untuk mencari tempat yang lebih aman dan kaya makanan. Menariknya, mereka tidak perlu melihat kalender atau menunggu burung lain memberi aba-aba untuk mengetahui kapan harus berangkat. Pada waktu tertentu, burung-burung migran seolah memiliki alarm alami yang memberi tahu bahwa perjalanan panjang harus segera dimulai.
Lantas, bagaimana burung mengetahui waktu yang tepat untuk bermigrasi? Jawabannya ternyata tidak hanya berkaitan dengan perubahan suhu. Perubahan durasi siang dan malam, kondisi tubuh, ketersediaan makanan, hingga kemampuan tubuh membaca perubahan lingkungan ikut berperan dalam menentukan waktu keberangkatan. Dengan sistem biologis yang sangat peka, burung dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi perjalanan ribuan kilometer yang penuh tantangan.
1. Tujuan migrasi
Migrasi memungkinkan burung memanfaatkan kondisi baik di lokasi berbeda pada waktu berbeda sepanjang tahun. Burung biasanya bermigrasi untuk memanfaatkan sumber daya berikut:
Yang mengejutkan, melarikan diri dari suhu dingin bukanlah faktor utama yang mendorong burung untuk bermigrasi, karena banyak spesies, bahkan burung kolibri, dapat bertahan dalam suhu beku selama persediaan makanan tersedia dalam jumlah yang cukup.
2. Bagaimana burung tahu kapan harus bermigrasi
Tubuh burung memberi tahu kapan tepatnya ia harus bermigrasi. Setiap tahun, pada waktu yang sama, kelenjar di tubuhnya melepaskan hormon ke dalam sistemnya. Isyarat lingkungan, termasuk panjang hari yang berubah secara bertahap seiring dengan semakin pendeknya hari di akhir musim panas dan lebih lama di awal musim semi, menyebabkan hal ini terjadi secara otomatis. Hormon-hormon ini membuat burung berperilaku berbeda.
Di musim semi, hormon juga mulai mempersiapkan burung untuk berkembang biak. Perubahan ini merupakan sinyal lain untuk berangkat. Untuk sejumlah kecil spesies burung – misalnya angsa, angsa, dan bangau – migrasi burung muda dipelajari dari perilaku induknya. Anak-anaknya mengikuti induknya selama beberapa bulan, memastikan bahwa mereka bermigrasi pada waktu yang tepat, mengikuti rute yang benar, dan mengetahui lokasi mencari makan di sepanjang perjalanan.
3. Bagaimana persiapan burung untuk bermigrasi

Mengisi cadangan energi sebelum keberangkatan merupakan salah satu dari berbagai adaptasi yang membantu burung melakukan migrasi jarak jauh. Bahkan, burung yang mencari makan sambil terbang pun dapat menyimpan cadangan lemak di dalam tubuhnya.
Ukuran organ dalam burung juga dapat berubah. Otot-otot terbang dan jantung membesar, sementara lambung, hati, dan usus justru mengecil. Perubahan ini dapat kembali seperti semula ketika burung berhenti di suatu tempat selama perjalanan atau melakukan persinggahan. Dengan demikian, tubuh burung seolah-olah dapat beralih antara “mode makan” dan “mode terbang”.
Sebagai contoh, seekor garden warbler dengan berat sekitar 18 gram dapat meningkatkan berat badannya hingga lebih dari dua kali lipat, yaitu mencapai 37 gram sebelum berangkat bermigrasi. Selama perjalanan, burung ini dapat kehilangan sekitar 3–3,5 gram untuk setiap 1.000 kilometer yang ditempuh. Cadangan lemak dan protein akan dibakar sebagai sumber energi. Sebagian besar protein tersebut berasal dari saluran pencernaan, tetapi juga dari hati dan otot kaki.
Perubahan ini bahkan lebih ekstrem pada burung perandai yang menempuh jarak sangat jauh. Bar-tailed godwit, misalnya, dapat bermigrasi hingga 11.000 kilometer. Sebelum berangkat, lemak dapat menyumbang hingga 55 persen dari berat tubuhnya. Selama perjalanan, burung ini bahkan dapat menyerap kembali hingga seperempat dari ukuran ginjal, hati, ampela, dan ususnya untuk memenuhi kebutuhan energi.
4. Bagaimana burung mengetahui ke mana harus bermigrasi
Burung memiliki kemampuan navigasi yang luar biasa untuk menentukan ke mana harus bermigrasi. Sebagian arah migrasi sudah ditentukan secara naluriah sejak lahir. Bahkan, burung kukuk yang dibesarkan oleh induk asuh tetap dapat mengetahui arah migrasi yang benar tanpa pernah diajari.
Untuk menemukan tujuan, burung menggunakan berbagai petunjuk alam, seperti posisi Matahari, medan magnet Bumi, pola bintang, serta tengara seperti garis pantai. Burung yang sudah berpengalaman bahkan dapat menyesuaikan arah jika tersesat atau dipindahkan dari rute biasanya. Artinya, burung tidak hanya mengikuti rute yang sudah diprogram secara alami, tetapi juga mampu menentukan posisi dan mengoreksi arah perjalanan mereka.
5. Bahaya yang mengintai burung selama migrasi
Migrasi telah berevolusi untuk memungkinkan spesies bertahan hidup, tetapi burung mungkin menghadapi banyak bahaya dalam perjalanannya. Ini termasuk:
- Cuaca buruk, terutama kejadian ekstrim. Apa pun mulai dari badai pasir dan kebakaran hutan hingga badai di laut dapat membahayakan burung. Pendatang baru harus mulai mencari makan dengan cepat, sehingga cuaca buruk di tempat tujuan, seperti hujan salju yang terlambat, juga dapat menyebabkan bencana.
- Burung bisa saja tersesat. Burung muda yang melakukan perjalanan pertama mereka ke selatan dapat dengan mudah tersesat, terutama jika mereka menghadapi cuaca buruk.
- Jalur tabrakan. Benda-benda buatan manusia yang tinggi dapat mematikan bagi burung migran. Gedung pencakar langit dengan dinding kaca reflektif termasuk yang terburuk bagi burung darat migran. Jika saluran listrik dan turbin angin ditempatkan di sepanjang jalur migrasi utama, ini dapat menyebabkan masalah tabrakan bagi burung migran yang lebih besar.
- Kehilangan tempat istirahat. Burung migran membutuhkan tempat persinggahan yang aman di mana mereka dapat beristirahat dan makan di sepanjang jalan. Di Inggris, lahan basah adalah surga bagi burung migran. Jika orang merusak tempat-tempat ini atau mengganggu burung saat mereka bertengger dan makan, burung-burung tersebut tidak memiliki tempat untuk pulih dan mengisi energi.
- Predator. Banyak predator menjadikan burung migran sebagai menu makanan mereka. Beristirahat di sepanjang jalan bisa berisiko.
- Perburuan. Burung-burung yang bermigrasi dapat menjadi sasaran perburuan.
Jadi, migrasi burung bukan sekadar perjalanan yang dilakukan secara kebetulan, melainkan hasil dari sistem biologis yang luar biasa kompleks. Dengan memanfaatkan perubahan cahaya, kondisi tubuh, dan lingkungan, burung mampu menentukan waktu yang tepat untuk terbang dan memulai perjalanan panjangnya. Alam memang punya cara yang menakjubkan untuk membantu makhluk hidup bertahan dan menemukan tempat terbaik bagi kehidupannya.
Referensi
All About Birds. Diakses pada Juli 2026. The Basics Of Bird Migration: How, Why, When, And Where
Discover Wildlife. Diakses pada Juli 2026. How Do Birds Know When and Where to Migrate?
Royal Society for the Protection of Birds. Diakses pada Juli 2026. Migration





















