Comscore Tracker

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?

Dari bulu, cakar, sampai ekor

Pada tahun 1859, Charles Darwin menerbitkan mahakaryanya, On the Origin of Species. Dalam buku itu, Darwin menjelaskan teori seleksi alam. Ia menyatakan kalau bagian tubuh makhluk hidup yang terpakai akan beradaptasi menjadi lebih baik secara perlahan, sementara bagian yang tidak digunakan akan menjadi lebih kecil sebelum akhirnya menghilang.

Sama seperti hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya, tubuh manusia adalah hasil dari seleksi alam selama jutaan tahun. Bagian tubuh yang kita perlukan telah berevolusi menjadi lebih baik sedangkan bagian yang tidak dibutuhkan menghilang. Namun, bagian tubuh mana sajakah yang hilang dari waktu ke waktu? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

1. Bulu dan kumis 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?wikipedia.org

Mengapa manusia hanya memiliki rambut sedangkan para kera memiliki bulu di sekujur tubuhnya? Untuk mengetahui alasannya, kita harus melihat Australopithecus afarensis, sosok hominin yang dianggap sebagai nenek moyang Homo sapiens.

Bagaimanapun, A. afarensis lebih mirip kera daripada manusia. Ia memiliki lengan, kaki, dan bulu seperti kera tetapi memiliki otak yang besar dan dapat berjalan tegak seperti Sapiens.

Seperti dilansir dari Smithsonian Magazine, leluhur Sapiens mulai kehilangan bulunya ketika mereka meninggalkan hutan dan mulai berburu daging di sabana, yang membuat mereka lebih banyak terpapar sinar matahari dari biasanya. Mereka mulai kehilangan bulu agar dapat berkeringat dan "membuang" panas dengan lebih mudah.

Selain bulu, manusia juga tidak memiliki kumis seperti mamalia lainnya. Menariknya, manusia sempat memiliki kumis tetapi kehilangannya sekitar 800.000 tahun yang lalu. Untuk memahami mengapa manusia kehilangan kumisnya, kita perlu memahami mengapa beberapa hewan masih memilikinya.

Setiap hewan dengan kumis sebenarnya memiliki dua jenis kumis: kumis panjang dan kumis pendek. Mamalia menggunakan kumisnya untuk melengkapi matanya. Mereka menggunakan kumis panjang untuk berjalan di tengah kegelapan dan di sekitar ruang sempit, sementara kumis pendek digunakan untuk mengenali objek tertentu.

Manusia mulai kehilangan kumisnya setelah memindahkan kedua kumis tersebut ke bagian tubuh yang lain seperti ujung jari, bibir dan alat kelamin. Seperti kumis, bagian-bagian itu sensitif dan bisa digunakan manusia untuk mengambil informasi dari lingkungan di sekitarnya.

2. Mata yang besar 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?pexels.com/Engin Akyurt

Beberapa spesies manusia purba memiliki mata yang besar, termasuk sepupu Sapiens, Neanderthal. Mengutip dari BBC, para peneliti percaya kalau Neanderthal mengembangkan mata besar setelah bermigrasi keluar dari Afrika ke bagian Eropa dan Asia yang lebih dingin di mana hanya ada sedikit sinar matahari.

Mata mereka menjadi lebih besar untuk menampung lebih banyak cahaya. Sapiens, di sisi lain, memiliki mata yang lebih kecil karena mereka tinggal di Afrika di mana ada cukup banyak sinar matahari. Ada dugaan kalau mata besar Neanderthal adalah pedang bermata dua yang mungkin telah berkontribusi pada kepunahannya.

Para peneliti percaya kalau mereka mendedikasikan sebagian besar otak mereka untuk memproses informasi dari mata mereka. Ini berarti bagian lain dari otak mereka, termasuk beberapa bagian untuk mengembangkan keterampilan sosial yang kompleks, lebih kecil dari milik Sapiens.

3. Tonjolan alis

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?bbc.com

Apa itu tonjolan alis? Tonjolan alis adalah area menonjol yang berada tepat di atas mata. Beberapa spesies manusia purba termasuk Homo erectus, Homo heidelbergensis dan Neanderthal, memiliki tonjolan alis. Bagian ini juga masih dimiliki oleh simpanse dan gorila.

Kita, manusia modern, sudah tidak memiliki tonjolan alis. Sebaliknya, kita memiliki wajah yang datar dan dahi yang menyatu dengan bagian atas kepala kita. Mengapa demikian? Para peneliti sendiri belum yakin mengapa manusia purba memiliki tonjolan alis dan mengapa kita kehilangannya. 

Namun, mereka mengira kalau alasannya lebih karena masalah sosial. Antropolog asal Amerika, Grover Krantz, menyadari kalau orang-orang akan menghindarinya ketika dia mengenakan topeng Homo erectus di depan umum.

Hal ini menunjukkan kalau tonjolan alis tidak terlihat menarik sehingga harus dihilangkan karena manusia semakin bersosialisasi dan mulai hidup dalam komunitas yang lebih besar. Sebagai gantinya, kepala kita menjadi lebih kecil dan kita mengembangkan bulu alis yang lebih menonjol dan fleksibel untuk menyampaikan informasi dengan lebih halus.

4. Gigi taring 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?bbc.com

Coba intip gigi simpanse, gorila, orangutan, dan kera besar lainnya. Setelahnya, kalian pasti menyadari kalau mereka masih memiliki gigi taring yang cukup panjang dan tajam. Betul kalau manusia modern juga memiliki gigi taring. Namun, mereka tidak terlalu tajam dan hampir tidak lebih panjang dari gigi lain di mulut kita.

Jadi, mengapa kita tidak memiliki gigi taring yang panjang dan tajam seperti kera lainnya? Sama seperti kera lainnya, manusia purba memiliki gigi taring besar untuk melawan pejantan lain demi dominasi. Hadiah dari pertarungan ini adalah hak kawin eksklusif untuk beberapa atau semua betina yang ada di dalam sebuah kelompok.

Namun, perebutan dominasi perlahan-lahan ditinggalkan karena bayi manusia purba semakin lemah dan rentan terhadap predator. Hal ini membuat manusia lebih banyak menghabiskan waktu untuk melindungi bayinya daripada memperjuangkan hak kawin. Sejak saat itu, gigi taring mereka menjadi semakin pendek dan akhirnya menjadi seperti yang kita miliki saat ini.

Baca Juga: Sains Menjawab: 5 Pertanyaan Membingungkan Seputar Evolusi Biologi

5. Cakar 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?timesknowledge.in

Logikanya adalah, herbivora memiliki kuku, karnivora memiliki cakar, dan omnivora memiliki cakar atau kuku jari. Pada awalnya, para primata memiliki cakar untuk menggali dan mencakar, tetapi mulai kehilangannya ketika mereka mulai hidup di atas pohon. Cakar yang panjang akan menghalangi mereka ketika akan menggenggam cabang pohon.

Seperti dikutip dari Science Daily, para primata harus berpindah dari satu cabang pohon ke cabang lainnya dengan cepat. Inilah sebabnya mengapa primata purba mulai mengembangkan tangan dan kuku yang bisa memanjat pohon dan meraih cabang pohon dengan cepat.

6. Lengan yang panjang 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?livescience.com

Sekitar 6 juta tahun yang lalu, manusia purba masih memiliki lengan panjang dan kaki yang pendek seperti kera masa kini. Pada saat itu, mereka masih bertahan hidup dengan pola makan nabati. Ini berarti mereka membutuhkan organ pencernaan yang lebih besar untuk memproses makanan mereka, sehingga tulang rusuk mereka ikut mengembang.

Sekitar 1,9 juta tahun yang lalu, ketika manusia purba bermigrasi ke iklim yang lebih panas dan menambahkan daging ke dalam menu mereka, sistem pencernaan mereka menjadi lebih kecil karena daging membutuhkan saluran pencernaan yang lebih pendek.

Pada saat yang bersamaan, kaki mereka menjadi lebih panjang, sedangkan lengan mereka menjadi semakin pendek. Hal ini untuk memudahkan mereka untuk menempuh jarak yang lebih jauh saat mencari dan mengejar mangsa mereka.

7. Perut yang besar 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?cas.sk

Melansir dari laman Scientific American, otak manusia purba menjadi lebih besar sejak Homo habilis pertama kali muncul sekitar 2 juta tahun yang lalu, di mana otak mereka berukuran sekitar 600 sentimeter kubik. Namun sekitar 1,5 juta tahun yang lalu, mereka punah dan digantikan oleh Homo erectus yang memiliki ukuran otak sekitar 900 sentimeter kubik.

Para peneliti menganggap kalau otak manusia membesar saat mereka mendapat akses ke sumber makanan yang lebih banyak. Ironisnya, perut kita mengecil pada waktu yang bersamaan.

Sekilas, hal ini tidak masuk akal mengingat otak yang lebih besar pasti membutuhkan lebih banyak energi, yang pada gilirannya membutuhkan lebih banyak makanan. Logikanya adalah bahwa perut kita harus membesar untuk menampung lebih banyak makanan.

Namun, hal sebaliknya terjadi karena manusia purba beralih dari pola makan herbivora yang ketat ke pola makan omnivora yang mencakup banyak daging berkualitas tinggi. Perut mereka pun mulai mengecil karena daging mengandung lebih banyak nutrisi dan energi daripada tumbuhan.

8. Kaki yang dapat mencengkeram 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?pxhere.com

Kalian semua mungkin pernah melihat seekor kera yang menggunakan kakinya untuk mengambil sesuatu atau bergelantungan di dahan pohon. Kaki yang dapat mencengkeram sesuatu merupakan ciri khas kera dan primata lainnya. Anggap saja kaki tersebut sebagai "tangan ekstra" bagi mereka.

Manusia adalah satu-satunya primata yang tidak memiliki kaki yang dapat mencengkeram. Sebenarnya, manusia juga pernah memilikinya. Manusia purba awalnya memiliki kaki yang dapat mencengkeram ketika masih hidup di atas pohon, dan mulai menghilang ketika mereka mulai berjalan di atas tanah.

Setelahnya, jari-jari kaki mereka menjadi semakin tegak dan kencang. Kaki mereka juga harus kehilangan kelenturannya agar dapat berjalan dan berlari dengan cepat. Empat jari kaki pertama manusia kehilangan kelenturannya, yang terakhir adalah jempol kaki. Bisa dibilang kalau jempol kaki adalah bagian terakhir tubuh manusia yang berevolusi.

9. Ekor 

9 Anggota Tubuh Manusia yang 'Hilang' akibat Evolusi, Apa Saja?greepx.com

Manusia modern menumbuhkan ekor dalam embrio dan bahkan memiliki tulang ekor yang kecil setelah lahir. Sebenarnya, bagian ini adalah sisa dari ekor panjang yang pernah manusia miliki. Manusia sempat menumbuhkannya, kehilangannya, dan menumbuhkannya lagi sebelum akhirnya harus kehilangannya untuk kedua kalinya.

Manusia pertama kali kehilangan ekornya ketika Aetheretmon, ikan purba yang dianggap sebagai nenek moyang semua makhluk darat, kehilangan ekornya. Aetheretmon sendiri memiliki dua ekor, yang pertama adalah sirip ekor biasa yang digunakan untuk berenang, sedangkan yang kedua adalah ekor berdaging yang digunakan untuk berenang lebih cepat.

Aetheretmon kemudian kehilangan sebagian besar ekornya yang berdaging sementara ia mempertahankan sirip ekornya. Jutaan tahun kemudian, Aetheretmon kehilangan sirip ekornya saat berevolusi dari makhluk laut menjadi makhluk semi-akuatik dan, pada akhirnya, makhluk darat.

Namun, ekor berdaging yang sebelumnya hilang kembali menjadi ekor seperti yang kita lihat pada kebanyakan hewan darat saat ini. Namun, hominid yang kemudian berevolusi menjadi kera dan spesies manusia modern mulai kehilangan ekor berdaging saat mulai berjalan dengan dua kaki.

Saat ini, manusia, simpanse, dan gorila tidak memiliki ekor. Banyak monyet yang masih memiliki ekor yang panjang, tetapi yang berjalan sedikit lebih tegak memiliki ekor yang lebih pendek.

Nah, itu tadi sembilan bagian tubuh manusia yang harus hilang karena proses evolusi. Ternyata, manusia sempat memiliki banyak anggota tubuh layaknya hewan lain, namun sayangnya harus hilang karena tidak digunakan lagi.

Baca Juga: 5 Bukti Ilmiah Teori Evolusi, Terjadi Secara Mikro Tanpa Disadari

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya