ilustrasi pertanian modern (pexels.com/andy brodie)
Pertanian muncul sekitar 12 ribu tahun lalu dan mengakibatkan perubahan besar dalam masyarakat serta cara hidup manusia yang dikenal sebagai revolusi neolitik, melansir National Geographic Society. Gaya hidup tradisional berburu dan mengumpulkan makanan secara nomaden akhirnya berganti menjadi menetap dan bertani.
Pertanian membawa perubahan signifikan dengan memberikan pasokan makanan yang lebih stabil. Sebagai hasilnya, populasi global melonjak dari sekitar 5 juta orang pada 10 ribu tahun lalu menjadi 8 miliar manusia pada masa kini.
Meskipun pertanian muncul secara mandiri di berbagai bagian dunia, perkembangannya diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebut saja perubahan iklim di Timur Tengah dan tekanan terhadap sumber daya makanan alami di Asia Timur. Jadi, perkembangan pertanian tidak hanya dipengaruhi oleh mereka yang disebut siapa petani pertama di dunia, ya.
Pertanian di Afrika Barat, Ethiopia, dan wilayah Sahel dimulai sekitar 6 ribu tahun lalu. Nah, Ethiopia adalah bukti tertua pertanian di Afrika dengan tanaman seperti kopi, millet jari, dan teff didomestikasi. Di Sahel, orang-orang mendomestikasi sorgum, millet mutiara, beras Afrika, dan ayam guinea.
Di China dan Asia, pertanian dimulai sekitar 8-10 ribu tahun lalu dengan tanaman seperti pisang, talas, jeruk, dan tebu di Asia Tenggara. Di China, tanaman seperti sorgum, millet ekor rubah, beras, kedelai menjadi tanaman domestikasi awal, melansir sumber yang sama.
Siapa petani pertama di dunia ternyata bukan dari Indonesia, lho, Guys. Meski demikian, ilmu bercocok tanam yang diturunkan sangat membantu kehidupan di negara kita bahkan seluruh dunia.
Penulis: Roziana Lailatul Hidayah