Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kura-Kura Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Tertipu Penampilannya

7 Kura-Kura Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Tertipu Penampilannya
ilustrasi kura-kura (unsplash.com/Rudy Jr.)
Intinya Sih
  • Beberapa spesies kura-kura ternyata berbahaya karena rahang kuat, ukuran besar, dan perilaku defensif agresif yang bisa menyebabkan cedera serius pada manusia jika diprovokasi.
  • Contoh spesies berbahaya termasuk alligator snapping turtle dengan gigitan 1.000 psi, common snapping turtle yang menyerang cepat, serta Asian giant softshell turtle berukuran raksasa.
  • Meski berpotensi melukai manusia, sebagian besar insiden terjadi akibat kelalaian manusia; banyak spesies ini justru terancam punah karena perusakan habitat dan perburuan liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama ini kura-kura dianggap sebagai hewan yang lambat, jinak, dan tidak berbahaya. Cangkangnya yang keras justru membuat banyak orang berpikir bahwa hewan ini lebih sering menjadi korban daripada ancaman. Namun, di balik kesan tenangnya, ada beberapa spesies kura-kura yang memiliki kekuatan gigitan luar biasa dan dapat menyebabkan cedera serius pada manusia.

Beberapa di antaranya bahkan masuk daftar kura-kura paling berbahaya di dunia karena rahang yang sangat kuat, ukuran tubuh raksasa, hingga perilaku defensif yang agresif saat merasa terancam. Berikut adalah spesies kura-kura yang patut diwaspadai karena berbahaya.

1. Alligator snapping turtle (Macrochelys temminckii)

Spesies ini sering disebut sebagai kura-kura paling berbahaya di dunia. Hidup di sungai dan danau air tawar di Amerika Serikat bagian tenggara, alligator snapping turtle bisa memiliki berat hingga 90 kg dengan panjang cangkang lebih dari 80 cm.

Keistimewaan sekaligus bahayanya terletak pada kekuatan gigitannya yang luar biasa, mencapai sekitar 1.000 psi. Gigitan ini cukup kuat untuk mematahkan tulang, bahkan berpotensi memutus jari tangan atau kaki. Penampilannya pun menyerupai makhluk purba, lengkap dengan tonjolan seperti duri di cangkangnya dan “umpan” berbentuk seperti cacing di lidahnya untuk menarik mangsa. Kendati jarang menyerang manusia tanpa alasan, cedera biasanya terjadi saat hewan ini dipegang atau diprovokasi.

2. Common snapping turtle (Chelydra serpentina)

Ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Tengah, kura-kura ini terkenal dengan serangan lehernya yang sangat cepat. Dengan panjang mencapai 45 cm dan berat sekitar 18 kg, spesies ini memiliki rahang kuat yang mampu menghancurkan tulang kecil.

Saat merasa terancam, common snapping turtle bisa melesatkan kepalanya ke depan dalam waktu singkat dan memberikan gigitan dalam yang berisiko menyebabkan luka serius hingga infeksi. Banyak kasus cedera terjadi pada pemancing atau perenang yang tidak sengaja mendekat terlalu dekat.

3. Asian giant softshell turtle (Pelochelys cantorii)

Pelochelys-cantoii-David-Emmett-2-e1523468771945-676x480.jpg
ilustrasi Pelochelys cantorii (edgeofexistence.org)

Kura-kura bercangkang lunak raksasa ini berasal dari Asia Tenggara, termasuk wilayah Sungai Mekong. Ukurannya bisa mencapai 2 meter dengan berat lebih dari 200 kg, menjadikannya salah satu kura-kura air tawar terbesar di dunia.

Bahaya utamanya berasal dari ukuran tubuh besar dan rahang kuat yang mampu memangsa ikan besar hingga mamalia kecil. Meski serangan terhadap manusia jarang terjadi, ada laporan insiden ketika orang menginjak atau terlalu dekat dengan hewan ini di perairan keruh. Ironisnya, spesies ini kini berstatus sangat terancam punah akibat perusakan habitat.

4. Mata mata (Chelus fimbriata)

Berasal dari lembah Amazon di Amerika Selatan, mata mata memiliki bentuk tubuh unik seperti daun kering dengan leher berjumbai. Penampilannya yang aneh sering membuat orang tidak menyadari keberadaannya di air.

Kura-kura ini berburu dengan cara menciptakan efek hisap kuat untuk menyedot mangsa ke dalam mulutnya. Jika tidak sengaja terinjak atau dipegang, paruh tajamnya bisa menyebabkan gigitan menyakitkan. Meski pemalu, reaksi defensifnya cukup cepat.

5. Big-headed turtle (Platysternon megacephalum)

Sesuai namanya, kura-kura ini memiliki kepala sangat besar yang bahkan tidak bisa sepenuhnya masuk ke dalam cangkangnya. Hidup di Asia Tenggara dan China bagian selatan, panjang tubuhnya sekitar 20 cm.

Karena tidak bisa sepenuhnya bersembunyi, spesies ini mengandalkan gigitan tajam untuk pertahanan. Gigitannya cukup kuat untuk melukai kulit manusia, bahkan sering kali sulit dilepaskan tanpa bantuan alat.

6. Red-eared slider (Trachemys scripta elegans)

Red-eared slider (pixabay.com/Светлана
ilustrasi kura-kura red-eared slider (pixabay.com/Светлана

Walau bukan yang paling kuat menggigit, red-eared slider termasuk berbahaya dari sisi ekologis dan kesehatan. Asalnya dari Amerika Serikat, tetapi kini menyebar hampir ke seluruh dunia akibat perdagangan hewan peliharaan.

Spesies ini dikenal invasif, mengalahkan kura-kura lokal dalam perebutan habitat dan makanan. Selain itu, mereka dapat membawa bakteri Salmonella yang berisiko bagi manusia, terutama anak-anak. Saat terpojok, mereka juga bisa menggigit hingga menyebabkan luka berdarah.

7. Loggerhead sea turtle (Caretta caretta)

Sekilas, kura-kura laut ini terlihat tenang dan tidak berbahaya. Namun, loggerhead sea turtle memiliki kepala besar dan rahang yang sangat kuat, dirancang untuk menghancurkan cangkang moluska dan kepiting.

Bobotnya bisa mencapai 135 kg, dengan panjang tubuh sekitar 1 meter. Meski hampir tidak pernah menyerang manusia secara sengaja, kekuatan gigitannya cukup untuk menyebabkan cedera serius jika merasa terancam atau saat terjebak dalam jaring dan mencoba mempertahankan diri. Spesies ini tersebar di berbagai lautan dunia dan saat ini berstatus terancam karena polusi laut, perburuan, serta kerusakan habitat pantai tempat bertelur.

Meski beberapa spesies masuk daftar kura-kura paling berbahaya di dunia, penting untuk diingat bahwa mereka tidak secara aktif memburu manusia. Sebagian besar insiden terjadi karena kurangnya kehati-hatian atau upaya memegang hewan liar tanpa pengalaman.

Menjaga jarak, tidak mengganggu habitatnya, dan memahami karakter masing-masing spesies adalah kunci utama untuk mencegah cedera. Di sisi lain, banyak dari kura-kura ini justru menghadapi ancaman serius akibat perusakan habitat dan perburuan liar—mengingatkan kita bahwa mereka lebih sering menjadi korban daripada pelaku.

Referensi

Britannica. Diakses pada Februari 2026. 7 of the World’s Most Dangerous Lizards and Turtles
Ocean Today. Diakses pada Februari 2026. Endangered Ocean: Sea Turtles
Outdoor Guide. Diakses pada Februari 2026. 10 Types Of Turtles, Ranked By Danger Level
The Great Projects. Diakses pada Februari 2026. What Threats are The Sea Turtles Facing?
Vedantu. Diakses pada Februari 2026. 7 of the World’s Most Dangerous Lizards and Turtles

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More