Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tanda Kamu Tidak Cocok Memelihara Kucing, Rentan Tak Dirawat!

ilustrasi kucing (unsplash.com/Humberto Arellano)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Humberto Arellano)
Intinya sih...
  • Kucing memerlukan perawatan kompleks dan tidak cocok untuk orang dengan alergi bulu kucing
  • Memelihara kucing membutuhkan komitmen jangka panjang dan waktu untuk merawatnya secara rutin
  • Memelihara kucing membutuhkan kesiapan finansial yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan dan perawatannya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang yang tertarik untuk memelihara kucing karena dianggap bisa menjadi hewan peliharaan yang menggemaskan. Meski memang tidak mudah untuk memelihara hewan yang satu ini, sebab memiliki kebutuhan yang cukup kompleks dan proses perawatannya juga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Mungkin memang tidak semua orang cocok untuk memelihara kucing, sehingga harus dilihat lagi gaya hidup dan situasi yang dimiliki untuk menentukan apakah memang memelihara kucing terlihat memungkinkan atau justru sebaliknya.

1. Memiliki alergi dengan bulu kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kucing (pexels.com/Pixabay)

Tidak semua orang cocok berdekatan dengan kucing, apalagi jika memiliki alergi terhadap bulu kucingnya. Kamu mungkin tidak bisa memelihara kucing dengan leluasa apabila memiliki alergi terhadap bulunya, sehingga ini akan menjadi tantangan yang sangat besar apabila sampai harus memaksakan diri.

Ciri dari gejala alergi terhadap kucing bisa ditandai dengan bersin, mata gatal, ruam, hingga kesulitan bernapas. Kondisi alergi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan serius apabila sampai terus menerus terpapar, sehingga bisa memengaruhi kualitas hidupmu. Sebaiknya tidak memaksakan diri untuk memelihara kucing jika tak ingin terus menerus terpapar alergi.

2. Tak punya waktu untuk merawat kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Craig Adderley)
ilustrasi kucing (pexels.com/Craig Adderley)

Memelihara kucing artinya harus siap untuk merawat hewan tersebut secara rutin, termasuk dalam pemberian makan, bermain, berkunjung ke dokter hewan, hingga membersihkan kotak pasirnya. Hal-hal seperti itu sudah semestinya dilakukan secara rutin agar kucing tetap merasa nyaman dan sehat.

Sayangnya jika kamu merupakan orang yang memiliki jadwal padat dan sering berpergian setiap orang, maka sulit untuk merawat kucing dengan benar. Apalaghi dengan berbagai kebutuhan harian yang dimiliki kucing, sehingga bisa membuat kucing mudah mengalami stres atau pun masalah perilaku jika tidak dirawat dengan baik.

3. Tidak siap dengan komitmen jangka panjang

ilustrasi kucing (unsplash.com/Tran Mau Tri Tam ✪)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Tran Mau Tri Tam ✪)

Memelihara kucing pada dasarnya membutuhkan komitmen yang kuat agar siap untuk benar-benar merawatnya. Komitmen tersebut berlaku untuk jangka panjang dari mulai 15 hingga 20 tahun, bahkan bisa saja lebih dari itu. Tidak mengherankan jika memelihara kucing kerap dianggap sebagai komitmen jangka panjang yang dimiliki.

Jika kamu merupakan tipikal orang yang tidak yakin dengan masa depanmu, seperti misalnya terlalu banyak perubahan yang akan dilakukan dan merasa tidak bisa memegang komitmen tersebut, maka jangan memaksakan diri. Sebaiknya tunda saja keinginan untuk memelihara kucing sampai kamu siap untuk memegang komitmen jangka panjang dalam memelihara kucing.

4. Bukan orang yang bisa menjaga kebersihan

ilustrasi anak kucing (unsplash.com/Tran Mau Tri Tam ✪)
ilustrasi anak kucing (unsplash.com/Tran Mau Tri Tam ✪)

Memelihara kucing di rumah artinya harus siap untuk menjaga kebersihan sehari-hari, sebab kucing bisa saja rentan mengalami kotor. Jika kamu memiliki kucing di rumah tentu akan sering melihat banyaknya bulu-bulu kucing yang rontok, sisa-sisa makanan, hingga kotoran kucing yang belum dibuang dari kotak pasirnya.

Jika kamu merupakan orang yang mudah merasa jijik dan tidak suka memelihara kucing dengan baik, maka sebaiknya hindari saja keinginan untuk memiliki hewan lucu tersebut. Kucing yang dibiarkan hidup di lingkungan yang sehat akan rentan mengalami masalah penyakit serius untuk ke depannya.

5. Belum memiliki finansial yang stabil

ilustrasi kucing (unsplash.com/Yerlin Matu)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Yerlin Matu)

Memelihara kucing memang pada dasarnya membutuhkan kesiapan finansial yang sering kali tidak sedikit bagi banyak orang. Hal ini karena memang kebutuhan kucing cukup banyak, sehingga memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya.

Kamu perlu menyiapkan makanan, peralatan kebersihan, mainan, hingga perawatan kesehatan untuk kucing peliharaanmu. Bahkan, untuk biaya perawatan saja meliputi biaya vaksinasi, sterilisasi, hingga kunjungan darurat ke dokter hewan yang bisa saja cukup mahal. Jika kamu belum memiliki finansial yang stabil, maka pertimbangkan lagi untuk memelihara kucing.

Melalui tanda-tanda di atas mungkin kamu bisa mempertimbangkan ulang keinginan untuk memelihara kucing. Pada dasarnya memelihara kucing bukanlah hal yang mudah, sebab ada banyak hal yang harus diurus dan kamu bisa berkomitmen dengan hal tersebut. Apakah kamu sudah yakin untuk memiliki kucing?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us