Comscore Tracker

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklim

Chlorofluorocarbons bisa mengakibatkan acid rain

Dalam dunia sains, ada banyak penemuan-penemuan yang sangat mengubah dunia. Salah satu penemuan yang cukup mengubah dunia adalah penemuan chlorofluorocarbons atau yang biasa dikenal dengan CFCs. CFCs adalah senyawa organik yang mengandung karbon, klorin, dan fluorin. Bahan dari CFCs ini dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan ozon. 

Kali ini, IDN TIMES akan melihat pada fakta Thomas J Midgley, ilmuwan yang menemukan CFCs. Thomas juga dikenal sebagai salah satu ilmuwan yang membuat perubahan iklim semakin cepat. 

Nah, berikut adalah beberapa fakta dari Thomas yang IDN TIMES rangkum dari berbagai sumber, yuk kita lihat bersama. 
 
 

1. Seorang lulusan teknik mesin

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklimilustrasi teknik mesin (pexels.com/@pixabay)

Thomas, lahir pada 18 Mei 1889, lulus dengan gelar di bidang teknik mesin dari Cornell University pada tahun 1911. Pada tahun 1916, ia bergabung dengan laboratorium penelitian Delco General Motor di bawah Charles Kettering untuk mengerjakan perbaikan mobil. Berkat keahliannya, Thomas dapat fokus kepada hal-hal masalah detonasi pada mesin yang dapat membuat mesin itu beroperasi lebih mudah, mengutip dari History. 

2. Thomas Midgley menemukan timbal tetraetil (TEL)

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklimilustrasi menemukan timbal (pexels.com/@pixabay)

Sebagai seorang ilmuwan, Thomas cukup mahir dalam melakukan penelitian, salah satunya dirinya 

Jauh sebelum menemukan chlorofluorocarbons atau juga dikenal CFCs, Thomas menemukan timbal tetraetil (TEL). Timbal Tetraetil ini ternyata dapat menghilangkan detonasi pada mesin. Dalam penemuannya TEL ini dapat membuat mesin bekerja dengan lebih cepat dan lebih baik. 

Baca Juga: Bukan Gagal, 7 Penemuan Nikola Tesla yang Belum Terwujud

3. Tidak ada yang memberitahu bahwa TEL mengandung zat yang berbahaya

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklimilustrasi reaksi kimia (pexels.com/@rethaferguson)

Pada awal penemuan TEL, tidak ada yang memberitahu orang lain jika TEL mengandung timbal atau yang biasa dikenal sebagai lead. Padahal saat itu, timbal sudah dikenal secara luas sebagai zat kimia yang berbahaya, mengutip dari History. 

Tapi, Ethyl Corporation mengatakan bahwa produk mereka sangat aman. Hingga pada Oktober 1924, ada sebuah percobaan di salah satu pabrik di New Jersey mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu memakan lima korban dan 35 lainnya mengalami mengalami tremor, halusinasi, dan gejala keracunan timbal lainnya. 

Mengutip dari CDC, paparan timbal pada manusia dapat menyebabkan anemia, kelemahan dan kerusakan pada ginjal dan otak, bahkan kematian. 

Baca Juga: Super Woman! 7 Ilmuwan Perempuan dan Jasanya bagi Dunia

4. Meneliti komposisi karet alam dan sintetis

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklimilustrasi karet (pexels.com/@magda-ehlers)

Selain penemuan tel, Thomas juga meneliti komposisi karet alami dan sintetis. Kala itu dirinya sedang menjabat sebagai salah satu anggota di Komite Riset Pertahanan Nasional selama Perang Dunia II. Sebenarnya ketika menjabat sebagai anggota ini, Thomas terkena polio, dimana itu menyebabkan dirinya tidak dapat berjalan. 

Meski tidak dapat berjalan, Thomas tetap terus meneliti hal-hal lainnya. Thomas meninggal pada 2 November 1944, kala itu dirinya meninggal karena tercekik mesin yang dia ciptakan untuk membantunya bergerak dari tempat tidur, mengutip dari berbagai sumber seperti Britannica dan History. 

5. Thomas menemukan CFC pada tahun 1928

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklimilustrasi kulkas (pexels.com/@phaseexit)

Penemuan Thomas yang selanjutnya adalah penemuan CFCs pada tahun 1928. Thomas memimpin tim ilmiah untuk mengembangkan zat pendingin yang tidak beracun dan tidak mudah terbakar yang juga disebut dichlorodifluoromethane. Dichlorodifluoromethane juga merupakan zat turunan dari CFC dan dijual dengan merek Freaon012, seperti yang dikutip dair Britannica. 

Produk Freaon012 ini dengan cepat terjual ke seluruh dunia sebagai pendingin, properlan dalam kaleng aerosol dalam beberapa dekade berikutnya. Tapi kala itu, Thomas tidak memprediksi bahwa produk temuannya itu dapat membuat lapisan ozon di Bumi menipis. Ketika lapisan ozon mulai menipis maka dengan mudah kita akan terkena radiasi ultraviolet karsinogenik Matahari.

Meski saat ini lubang-lubang akibat CFC sudah mulai stabil, para ilmuwan mengatakan bahwa situasi saat ini masih mengkhawatirkan dan kerusakan ozon membutuhkan puluhan tahun untuk diperbaiki.

6. Thomas juga mendapatkan beberapa penghargaan

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklimilustrasi penghargaan (pexels.com/@rodnae-prod)

Meski sempat menemukan zat yang dinilai cukup berbahaya, Thomas adalah ilmuwan yang mendapat beberapa penghargaan.

Dari tahun 1940 hingga 1944 ia menjadi direktur dan wakil presiden Ohio State University Research Foundation.  Penghargaan itu dia terima karena telah menemukan beberapa penemuan kimia, ia menerima banyak penghargaan, termasuk empat medali dari American Chemical Society dan pemilihan National Academy of Sciences, mengutip dari Interesting Engineering.

7. Dikenang sebagai ilmuwan yang berbahaya

7 Fakta Thomas J. Midgley, Ilmuwan Percepat Perubahan Iklimilustrasi ilmuwan (pexels.com/@chokniti-khongchum)

Di masa akhir hidupnya, Thomas dikenal sebagai salah satu imuwan yang menemukan zat paling berbahaya, seperti yang dikutip dari Interesting Engineering. Karena, Thomas dinilai melakukan percobaan tanpa mempedulikan konsekuensi yang ada untuk lingkungan dan juga orang-orang sekitar. 

Karena penemuannya, dunia masih menghadapi pemanasan global hingga seratus tahun setelah kematiannya. 

Itulah seputar fakta mengenai Thomas Midgley, seorang penemuan yang menciptakan CFCs pada kulkas. Tidak ada yang tahu bahwa CFCs akan memberikan dampak yang luar biasa kepada pemanasan global.

Kita tidak dapat menghentikan perubahan iklim dalam semalam, perubahan kecil bisa memberikan dampak, seperti membuang sampah pada tempatnya atau mengurangi kantong plastik. Tidak perlu berbuat besar, perubahan kecil dapat memberikan dampak yang positif. 

Baca Juga: 10 Teori tentang Kiamat dari Para Ilmuwan Dunia

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya