Comscore Tracker

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi Indonesia

Segala hal yang terjadi itu berkaitan dengan sains loh...

Jakarta, IDN Times - Seiring berjalannya waktu, segala sesuatu mengalami perkembangan sehingga banyak perubahan yang terjadi. Dengan demikian, tak heran apabila dewasa ini terjadi banyak perubahan, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan pendidikan. Untuk itu, Indonesia perlu melakukan perombakan, dan itu sudah terbukti dengan kehadiran salah satu pejabat di Indonesia, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Pasalnya, mantan bos Gojek tersebut merombak kebijakan secara besar-besaran dan membuat keputusan yang mengejutkan banyak pihak, seperti menghapus Ujian Nasional (UN). Menariknya, sains menjadi aspek yang sangat penting dalam perubahan tersebut.

Kendati begitu, saat ini sains masih menjadi urgensi sehingga perlu dilakukan usaha jor-joran agar anak-anak muda menyukai sains. Simak beberapa alasan kenapa sains itu perlu dan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

1. Anak muda harus segera menyukai sains

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi IndonesiaIDN Times/Adhyasta Dirgantara

Untuk menyukseskan program yang diusung oleh Mendikbud seperti 'Merdeka Belajar' dan mengubah konsep UN, maka sains jadi satu hal yang wajib dikuasai oleh anak muda. Terlebih, Managing Director 3M Indonesia Sashidharan Sridharan menyatakan kalau seluruh anak muda di Indonesia harus diterpa oleh sains. 

Sayangnya, hingga saat ini masih banyak anak-anak yang berpikiran kalau sains itu membosankan, sulit, dan kompleks. Padahal, menurut Sashidharan, sains itu menyenangkan dan tidak sesulit yang anak-anak pikirkan. Dengan begitu, anak muda Indonesia mesti menyukai sains, apalagi sains berwujud nyata karena ada di sekeliling kita.

2. Sains perlu dihadirkan semenarik mungkin

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi IndonesiaIDN Times/Adhyasta Dirgantara

Berhubung populasi anak yang tidak menyukai sains banyak, maka terobosan diperlukan demi menciptakan rasa cinta anak kepada sains. Oleh karena itu, 3M Indonesia bersama dengan DoctoRabbit Science selaku perusahaan berbasis sains dan teknologi berkolaborasi untuk menciptakan kompetisi sains yang diadaptasi dari Amerika Serikat. 

Managing Director dari DoctoRabbit, Dyah Ratna Permatasari, pun mengungkapkan kompetisi seperti itu perlu dilakukan. Bukan tanpa sebab, berdasarkan pengamatannya banyak anak-anak yang suka kabur dari kelas ketika pelajaran mulai memasuki bau-bau sains seperti fisika dan kimia. Bagaimanapun juga, kompetisi sains ini jadi salah satu contoh di mana anak muda bisa belajar sains secara seru agar lebih mudah menarik minatnya.

3. Diterpa terus supaya punya motivasi untuk mendalami sains lebih jauh

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi Indonesiamilitary.com

Tanpa minat dari anak-anak, maka segala sesuatu yang dilakukan akan sia-sia. Apabila anak yang tidak suka sains dibiarkan oleh pendidiknya, maka itu sinyal bahaya.

Maka dari itu, mereka harus diterpa terus-menerus oleh sains agar punya motivasi untuk belajar sains lebih dalam lagi. Cara gampangnya adalah dengan menunjukkan bukti kalau sains benar-benar nyata di sekeliling mereka.

Baca Juga: 7 Percobaan Rumahan Ini Buatmu Makin Yakin: "Sains Itu Menyenangkan!"

4. Sains juga melatih cara berkomunikasi

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi IndonesiaIDN Times/Adhyasta Dirgantara

Tidak selamanya sains hanya berkutat dengan menciptakan sesuatu atau menghapal rumus. Sebab, sains juga memiliki kaitan yang erat dengan skill berkomunikasi.

Jika mereka bereksperimen sehingga menciptakan sesuatu yang berpotensi bermanfaat pada khalayak banyak, maka mereka perlu mempresentasikannya kepada orang-orang di sekeliling mereka. Makin sadar kan kalau sains benar-benar ada di mana-mana? 

5. Sains jadi bekal untuk hadapi Industri 4.0

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi Indonesiaappliedmaterials.com

Kepada IDN Times, Finarya Legoh dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyinggung kesiapan dari anak muda terhadap Industri 4.0. Demi menghadapi era tersebut, ada 2 hal yang setidaknya perlu dikuasai oleh anak muda, yakni sains dan kreativitas.

Lebih-lebih, sains juga bisa membuat mereka ditempatkan di berbagai bidang ke depannya. Praktis, Finarya berharap agar anak-anak bisa menguasai dan menyukai sains sejak dini. Kalau perlu, mereka harus menjadi part of science sehingga tidak berhenti mengikuti perkembangan sains.

6. Perbanyak game sebagai modal awal kesukaan anak pada sains

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi IndonesiaIDN Times/Adhyasta Dirgantara

Games juga memiliki peran penting pada kompetisi sains ini. Rupanya, mereka menarik minat anak dengan menyajikan games yang berkaitan dengan sains. Contohnya adalah seperti menyuruh mereka membuat paru-paru, kemudian ada juga menciptakan smart city untuk ibu kota baru di Kalimantan. 

Sebenarnya, dari games tersebut, selain bersenang-senang mereka juga bisa mengembangkan kreativitas mereka dengan bebas berimajinasi. Adapun bahan-bahan yang disediakan cukup terbatas supaya anak-anak mampu berpikir kritis untuk menciptakan sesuatu dengan bahan seadanya.

7. Sains di Indonesia harus mengikuti kemauan anak-anak

Ada di Mana-mana, Ini 7 Hal seputar Sains yang Jadi Urgensi IndonesiaIDN Times/Adhyasta Dirgantara

Selama ini, sains yang dianggap sangat penting terlalu melebar di Indonesia. Alhasil, Indonesia ketinggalan jauh di belakang negara seperti Korea Selatan dalam hal sains.

Untuk itu, diharapkan Indonesia bisa mengerucutkan sains agar lebih terfokus lagi. Selain itu, mengikuti keinginan anak juga bisa jadi salah satu solusi penerapan sains di Indonesia agar mereka lebih tertarik.

Itulah beberapa hal seputar sains yang sedang digencarkan saat ini berhubung masa depan sangat membutuhkan sains. Hayo, kamu masih aja gak suka sains?

Baca Juga: 7 Hoaks Sains Terkenal Sepanjang Sejarah Ilmiah Modern, Mengesalkan!

Topic:

  • Adhyasta Dirgantara
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya