Greenland, tak seperti namanya—wilayah ini tidak hijau karena tertutup es. Greenland terletak di ujung utara Bumi, dan menjadi hyperborea di Zaman Renaisans, tempat yang tidak dikenal dan tak kenal ampun, tempat para Viking yang hilang, es, dan beruang kutub. Dulu, Greenland bukanlah wilayah yang diperbincangkan warga Amerika, tapi ketika Presiden AS Donald Trump pertama kali menyatakan minatnya untuk membeli Greenland dari kerajaan Denmark, dan kemudian pada 2026 ini, Donald Trump bahkan ingin mencaplok Greenland dengan berbagai alasan keamanan nasional, wilayah ini pun diperbincangkan dunia.
Bahkan, hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana wilayah yang sangat dekat dengan Amerika Utara, yang penduduknya berbahasa yang sama dengan Inuit di Kanada dan Alaska, bisa berakhir di bawah kekuasaan Denmark, ya? Di samping itu, meskipun iklim Greenland tidak ramah, pulau ini rupanya punya sejarah yang kaya sebagai titik kontak transatlantik pertama antara Dunia Lama dan Dunia Baru yang telah menyatukan pengaruh suku Inuit dan Skandinavia sejak zaman Viking.
Berikut ini kita akan membahas sejarah tentang Greenland. Bagaimana Greenland bisa meraih kemerdekaan dan membentuk negara? Bagaimana pula Greenland menegosiasikan identitas dan perannya dalam dunia yang semakin kacau ini?
