- Pengangkatan pegunungan di Greenland Timur
Kenapa Greenland Disebut Tanah Hijau Padahal Es? Ini Alasannya

- Greenland disebut tanah hijau padahal es karena strategi penjelajah Viking Erik the Red untuk menarik pemukim dengan nama yang menjanjikan.
- Proses terbentuknya lapisan es di Greenland melibatkan pengangkatan pegunungan, pergerakan ke utara, dan perubahan sumbu Bumi.
- Greenland dulunya benar-benar hijau, tidak memiliki jalan raya antar kota, dan mengalami fenomena matahari tengah malam setiap tahun.
Greenland menyimpan paradoks menarik antara nama dan wujud aslinya. Meski berarti “Tanah Hijau”, hampir seluruh wilayahnya justru didominasi hamparan es abadi yang luas dan bersuhu ekstrem. Pemandangan putih bersalju inilah yang sering membuat banyak orang heran saat pertama kali mendengar namanya.
Lantas, kenapa Greenland disebut tanah hijau padahal es? Kisah di balik penamaan ini bermula dari perjalanan seorang penjelajah Viking bernama Erik the Red pada abad ke-10 ketika kondisi iklim Greenland masih lebih hangat dibanding sekarang. Penasaran sejarah lengkapnya? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Kenapa Greenland disebut tanah hijau padahal es?
Nama “Greenland” sendiri berasal dari Erik the Red, seorang penjelajah Norse yang diasingkan dari Islandia sekitar tahun 980-an. Saat mencari tempat baru untuk menetap, ia menemukan pesisir selatan Greenland yang saat itu relatif lebih hangat dan memiliki lembah serta padang rumput cukup untuk bertani. Erik menyedari, nama yang menarik bisa menjadi “iklan” efektif untuk menarik pemukim lain sehingga ia pun menamainya Greenland atau “Grønland” dalam bahasa Nors, yang artinya tanah hijau.
Strategi Erik ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu menggunakan nama yang terdengar menjanjikan agar orang berani menempuh perjalanan jauh dan tinggal di wilayah baru dan terpencil. Menariknya, taktik ini berhasil. Beberapa komunitas Norse pun berdiri di sana dan bertahan selama beberapa abad. Namun, perubahan iklim pada abad ke-14 membuat suhu menurun drastis, es kembali meluas, dan pertanian gagal. Akhirnya, para pemukim Norse meninggalkan Greenland, tetapi namanya tetap bertahan hingga kini.
2. Bagaimana Greenland bisa tertutup es?

Proses terbentuknya lapisan es tebal di Greenland tak cuma karena suhu dingin saat ini, tapi hasil dari interaksi beberapa faktor geologi dan tektonik yang berlangsung jutaan tahun. Ada tiga proses utama yang membuat Greenland akhirnya mampu mendukung gletser raksasa, yaitu:
Batu panas dari mantel Bumi yang disebut Iceland plume naik di bawah permukaan dan menyebabkan bagian timur Greenland terangkat. Proses ini baru terjadi secara signifikan dalam 10 juta tahun terakhir dan lebih cepat sekitar 5 juta tahun lalu. Pegunungan yang tinggi ini membuat puncaknya berada pada ketinggian di mana suhu cukup dingin untuk terbentuknya es.
- Pergerakan Greenland ke arah utara
Selama 60 juta tahun terakhir, Greenland bergerak sekitar enam derajat lintang ke utara. Pergeseran ini menempatkan wilayahnya di daerah yang lebih jauh dari sinar matahari sehingga musim dingin lebih panjang dan intens. Perpindahan ini membuat kondisi iklim semakin mendukung pembentukan lapisan es.
- Perubahan sumbu Bumi (True Polar Wander)
Selain pergerakan lempeng, sumbu Bumi sendiri bergeser sekitar 12 derajat menuju Greenland dalam 60 juta tahun terakhir. Gabungan antara pergeseran sumbu dan pergerakan lempeng ini membuat Greenland seolah “bergerak” total sekitar 18 derajat ke utara, memperkuat kondisi dingin di puncak pegunungannya dan memicu glasiansi
3. Fakta menarik Greenland
Greenland tak hanya terkenal karena esnya yang tebal, pulau ini punya banyak fakta unik yang bikin penasaran. Berikut beberapa hal menarik tentang Greenland:
- Dulunya benar-benar Hijau
Meski sebagian besar Greenland tertutup es selama ribuan tahun, pulau ini sempat mengalami “penghijauan” lokal pada masa Medieval Warm Period (900—1300 M), ketika Viking menetap di sana. Kini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa karena pemanasan global, lapisan es Greenland mencair dengan cepat dan digantikan oleh vegetasi.
- Tidak ada jalan raya antar kota
Meskipun luasnya 2,16 juta km², Greenland tidak memiliki jalan atau kereta yang menghubungkan pemukiman. Jalan hanya ada di dalam kota dan berhenti di pinggiran. Perjalanan antar kota dilakukan dengan pesawat, perahu, helikopter, sepeda salju, atau kereta anjing. Perahu menjadi moda transportasi paling populer, terutama di musim panas.
- Matahari tengah malam
Setiap tahun, dari 25 Mei hingga 25 Juli, matahari tidak pernah terbenam di Greenland. Fenomena ini disebut midnight sun dan memberikan pengalaman siang sepanjang malam yang unik. Hari terpanjang, 21 Juni, juga merupakan hari libur nasional, biasanya dirayakan dengan berjemur di luar atau menikmati barbekyu di alam terbuka.
Dari strategi Viking hingga perubahan iklim, inilah alasan kenapa Greenland disebut tanah hijau padahal es dan tetap dikenal dengan nama tersebut sampai sekarang. Semoga rasa penasaran kamu terjawab!
FAQ seputar kenapa greenland disebut tanah hijau padahal es
| Apakah Greenland pernah benar-benar hijau? | Ya, Greenland pernah mengalami periode iklim lebih hangat, sehingga beberapa wilayahnya mendukung vegetasi, meski sebagian besar tetap bersalju. |
| Apakah Greenland sekarang mulai hijau lagi? | Beberapa bagian mulai ditumbuhi vegetasi akibat mencairnya es karena pemanasan global, meski es masih mendominasi wilayahnya. |
| Apakah Greenland akan benar-benar hijau di masa depan? | Sebagian wilayah mungkin semakin hijau, tetapi lapisan es besar diperkirakan tetap mendominasi Greenland dalam waktu lama. |
Referensi
"Icy Greenland Is Anything But Green. How Did It Get That Name?". USA Today. Diakses Januari 2026.
"Why is Iceland Green and Greenland Ice?". Hertz. Diakses Januari 2026.
"Why Is Greenland Covered In Ice?". GFZ. Diakses Januari 2026.
"10 Facts About Greenland That You Might Not Know". Visit Greenland. Diakses Januari 2026.


















