Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Greenland dalam Peta Geopolitik Global: Kenapa Jadi Penting?

Potret kota Ilulissat, Greenland. (patano, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Potret kota Ilulissat, Greenland. (patano, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Arktik mencair, posisi Greenland makin krusialMencairnya es membuka jalur pelayaran baru antara Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
  • Mineral kritis dan kepentingan ekonomi globalGreenland memiliki cadangan mineral penting untuk industri modern dan rantai pasok masa depan.
  • Persaingan pengaruh di tengah status politik GreenlandWilayah ini menjadi ruang tarik-menarik kepentingan internasional karena otonomi luasnya di bawah Kerajaan Denmark.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Greenland semakin sering muncul dalam pembahasan geopolitik global. Wilayah yang selama ini identik dengan es dan populasi kecil itu kini dipandang sebagai titik strategis yang berpengaruh pada keamanan, ekonomi, dan persaingan kekuatan dunia.

1. Arktik mencair, posisi Greenland makin krusial

Kutub Utara Geografis. Pergeseran es laut yang terus-menerus menciptakan punggungan tekanan es yang mengesankan dengan panjang lebih dari satu kilometer. 17 April 1990.
Kutub Utara Geografis. Pergeseran es laut yang terus-menerus menciptakan punggungan tekanan es yang mengesankan dengan panjang lebih dari satu kilometer. 17 April 1990. (Matti&Keti, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Mencairnya es di kawasan Arktik membuka jalur pelayaran baru yang sebelumnya tertutup hampir sepanjang tahun. Dilansir The Guardian melalui kurasi Digg, perubahan ini menjadikan Greenland berada di jalur penting antara Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

Situasi tersebut membuat wilayah ini dipandang sebagai titik strategis dalam persaingan pengaruh, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militer dan ekonomi di Arktik. Washington Post juga mencatat bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi ikut menggeser peta geopolitik karena akses ke wilayah yang dulu sulit dijangkau kini terbuka.

2. Mineral kritis dan kepentingan ekonomi global

Kapal ekspedisi MS OCEAN ENDEAVOUR - IMO 7625811, disewa oleh Adventure Canada, di Pulau Qeqertarsuaq (Karrat Fjord), Greenland pada 18 September 2015.
Kapal ekspedisi MS OCEAN ENDEAVOUR - IMO 7625811, disewa oleh Adventure Canada, di Pulau Qeqertarsuaq (Karrat Fjord), Greenland pada 18 September 2015. (commons.wikimedia.org/Gordon Leggett)

Greenland menyimpan cadangan mineral penting yang dibutuhkan industri modern. Melansir Anadolu Agency (AA), wilayah ini memiliki sejumlah mineral kritis yang digunakan untuk teknologi energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga industri pertahanan.

Ketergantungan global pada mineral semacam ini membuat Greenland dilihat sebagai bagian penting dari rantai pasok masa depan. Dalam laporan Financial Times, minat terhadap Greenland juga dikaitkan dengan upaya negara-negara Barat mengurangi ketergantungan pada pemasok mineral tertentu dan memperkuat posisi ekonomi strategis mereka.

3. Persaingan pengaruh di tengah status politik Greenland

ilustrasi politisi
ilustrasi politisi (pixabay.com/carmen_carbonell-3615516/)

Secara administratif, Greenland berada di bawah Kerajaan Denmark, namun memiliki otonomi luas. Kondisi ini membuat wilayah tersebut menjadi ruang tarik-menarik kepentingan internasional. Financial Times menyoroti bagaimana pernyataan dan langkah politik Amerika Serikat memicu respons dari Eropa, sekaligus menegaskan bahwa Greenland bukan sekadar isu bilateral.

Di sisi lain, Washington Post melansir bahwa perhatian global terhadap Greenland juga memunculkan perdebatan tentang masa depan politik dan kemandirian wilayah tersebut di tengah tekanan geopolitik.

Greenland kini berdiri di persimpangan antara perubahan iklim, kepentingan ekonomi, dan rivalitas kekuatan besar. Jelas bahwa perhatian dunia terhadap Greenland bukan fenomena sesaat, melainkan bagian dari dinamika geopolitik jangka panjang. Wilayah yang dulu dianggap terpencil ini perlahan berubah menjadi salah satu titik penting dalam perebutan pengaruh global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 4,96 Persen, Investasi Tembus Rp270,9 T

21 Jan 2026, 17:10 WIBNews