Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Greenland Jadi Rebutan Negara-Negara Besar? Ini Alasannya!

Kenapa Greenland Jadi Rebutan Negara-Negara Besar? Ini Alasannya!
Pemandangan Nuuk, Greenland (Quintin Soloviev, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Posisi strategis Greenland di kawasan Arktik
  • Kekayaan mineral yang jadi incaran
  • Ketegangan politik dan suara dari Greenland
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Greenland belakangan sering muncul dalam pembahasan geopolitik global. Pulau terbesar di dunia ini bukan lagi dipandang sekadar wilayah es di Kutub Utara, tetapi sudah menjadi titik penting dalam persaingan kekuatan besar. Sejumlah media internasional menyoroti bagaimana posisi strategis, kekayaan alam, dan dinamika politik membuat Greenland semakin dilirik banyak negara.

Table of Content

1. Posisi strategis Greenland di kawasan Arktik

1. Posisi strategis Greenland di kawasan Arktik

Pemandangan udara Gletser Jakobshavn di Teluk Disko, Greenland. Pelepasan bongkahan es dari gletser besar ini membuang sekitar 35 miliar ton gunung es ke Teluk Disko setiap tahunnya. (© Giles Laurent, gileslaurent.com, License CC BY-SA, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Pemandangan udara Gletser Jakobshavn di Teluk Disko, Greenland. Pelepasan bongkahan es dari gletser besar ini membuang sekitar 35 miliar ton gunung es ke Teluk Disko setiap tahunnya. (Giles Laurent, gileslaurent.com, License CC BY-SA, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Greenland berada di jalur krusial antara Amerika Utara dan Eropa, sekaligus dekat dengan wilayah Arktik yang makin terbuka akibat perubahan iklim. The Guardian melansir, mencairnya es membuka jalur pelayaran baru dan menjadikan kawasan sekitar Greenland sebagai garis depan baru dalam persaingan Amerika Serikat dan Rusia.

Analisis dari Belfer Center Harvard juga menyebut Greenland penting bagi sistem pertahanan dan peringatan dini AS, terutama karena keberadaan pangkalan militer di wilayah tersebut. Situasi ini diperkuat laporan Business Standard yang menilai Greenland sebagai aset strategis di tengah meningkatnya ketegangan global.

2. Kekayaan mineral yang jadi incaran

Pemandangan Nuuk, Greenland pada malam hari (Quintin Soloviev, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Pemandangan Nuuk, Greenland pada malam hari (Quintin Soloviev, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain faktor militer, Greenland menyimpan cadangan mineral penting dalam jumlah besar. Menurut Anadolu Agency (AA), wilayah ini kaya akan mineral kritis seperti rare earth elements yang dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari energi terbarukan hingga industri pertahanan.

Media Mining.com.au menyoroti bahwa kekayaan ini membuat Greenland relevan dalam strategi NATO dan negara Barat untuk mengamankan pasokan bahan baku di luar China. Isu mineral ini juga dibahas The Guardian sebagai salah satu alasan utama mengapa Greenland terus masuk dalam peta kepentingan global.

3. Ketegangan politik dan suara dari Greenland

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato pelantikan (The Trump White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato pelantikan (The Trump White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Minat negara besar terhadap Greenland memicu respons dari pemimpin lokal dan sekutu Eropa. Dilansir India News Network, pemimpin Greenland secara terbuka mengkritik ketertarikan Amerika Serikat yang dinilai mengabaikan aspirasi rakyat setempat. Sementara itu, The Guardian edisi lain menyoroti pernyataan pejabat Uni Eropa yang menilai tekanan politik terkait Greenland sebagai langkah keliru dan berpotensi memicu ketegangan baru. Kondisi ini menunjukkan bahwa Greenland bukan hanya objek perebutan, tetapi juga aktor yang berusaha menentukan masa depannya sendiri.

Greenland kini berada di persimpangan antara geopolitik, ekonomi, dan perubahan iklim. Posisi strategis di Arktik, kekayaan mineral bernilai tinggi, serta meningkatnya persaingan global membuat pulau ini semakin sering menjadi sorotan dunia. Jelas bahwa perebutan pengaruh di Greenland bukan isu sementara, melainkan bagian dari dinamika jangka panjang yang akan terus berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
Fahreza Murnanda
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Menteri PPPA: Jual Beli Bayi di Medan Kejahatan Serius TPPO

21 Jan 2026, 16:50 WIBNews