Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Indonesia Open 2026 Masih Digelar di Istora: Ada Kenangan dan Energi
Kondisi tribun penonton di final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)
  • Indonesia Open 2026 tetap digelar di Istora Senayan karena dianggap menyimpan banyak kenangan manis dan pernah membawa ajang ini meraih predikat event terbaik dunia.
  • Istora dinilai memberi energi khusus bagi para pemain, baik lokal maupun internasional, serta lebih mudah dikelola dengan konsep tampilan baru yang akan diterapkan.
  • Meski Indonesia Arena sempat dipertimbangkan, panitia masih ragu terhadap kesiapan konstruksinya sehingga memilih mempertahankan lokasi di Istora untuk edisi 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2019

Indonesia Open meraih predikat sebagai salah satu event terbaik di dunia yang digelar di Istora Senayan.

2–7 Juni 2026

Indonesia Open 2026 dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, dengan partisipasi pebulu tangkis top dunia.

kini

Panitia memastikan Indonesia Open 2026 tetap digelar di Istora karena alasan kenangan, energi bagi pemain, dan kemudahan pengelolaan meski sempat mempertimbangkan Indonesia Arena.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Indonesia Open 2026 dipastikan tetap digelar di Istora Senayan, Jakarta, setelah sebelumnya sempat direncanakan pindah ke Indonesia Arena.
  • Who?
    Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, bersama panitia penyelenggara turnamen bulu tangkis internasional tersebut.
  • Where?
    Turnamen akan berlangsung di Istora Senayan, kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
  • When?
    Indonesia Open 2026 dijadwalkan diselenggarakan pada 2 hingga 7 Juni 2026.
  • Why?
    Pemilihan Istora dilakukan karena tempat ini memiliki kenangan historis, memberi energi positif bagi pemain, dan dinilai lebih mudah dikelola secara teknis.
  • How?
    Keputusan diambil setelah mempertimbangkan aspek teknis dan emosional; meski Indonesia Arena sempat dipertimbangkan, panitia masih meragukan kesiapan konstruksinya untuk konsep yang dirancang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Indonesia Open tahun 2026 nanti tetap di Istora, tidak pindah ke tempat baru. Pak Achmad bilang Istora punya banyak kenangan manis dan bikin semangat para pemain. Tempatnya juga gampang diatur. Katanya nanti Istora akan tampil sedikit beda. Pertandingannya akan ada bulan Juni, banyak pemain hebat datang untuk jadi juara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keputusan untuk tetap menggelar Indonesia Open 2026 di Istora menunjukkan komitmen panitia menjaga atmosfer dan tradisi yang telah terbukti menghadirkan pengalaman istimewa bagi pemain maupun penonton. Dengan rencana tampilan baru yang memberi nuansa segar tanpa meninggalkan kenangan manis masa lalu, ajang ini berpotensi memadukan sejarah, energi, dan efisiensi pengelolaan secara harmonis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sempat ada wacana, gelaran Indonesia Open akan pindah lokasi ke Indonesia Arena. Semua demi suasana baru setelah lama bergelut di Istora. Namun, Indonesia Open 2026 nyatanya masih di tempat yang sama.

Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, menyebutkan ragam alasan kenapa ajang ini akhirnya tetap digelar di Istora, tidak di Indonesia Arena. Apa pertimbangan dari panitia?

1. Istora memberi banyak kenangan

Kondisi tribun penonton di final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Achmad mengungkapkan, Istora banyak menyimpan kenangan manis untuk Indonesia Open. Apalagi, Istora sempat membawa Indonesia Open menyandang predikat salah satu event terbaik di dunia.

"Istora itu memberikan kenangan yang manis bagi kami. Kita tahu bahwa event ini pernah meraih predikat the best event in the world, dan itu kita ciptakan di Istora. Namun, itu sudah cukup lama, kalau tidak salah pada tahun 2019," kata Achmad dalam sesi jumpa pers.

2. Memberi energi khusus bagi para pemain, dan mudah dikelola

Suporter Indonesia pada gelaran Indonesia Open 2022 di Istora. (pbsi.id)

Achmad mengungkapkan, Istora memberi energi khusus bagi para pemain. Tidak cuma atlet lokal, atlet luar negeri pun merasakan energi besar dari Istora, macam Chou Tien Chen maupun Viktor Axelsen. Istora juga mudah dikelola.

"Secara teknis, Istora memang akan lebih mudah untuk kita kelola. Terlebih, dengan konsep baru nanti, tampilannya akan sedikit berbeda. Bahkan dari depan, orang mungkin akan bertanya, “Ini Istora atau bukan?” kata Achmad.

3. Indonesia Arena tetap masuk pertimbangan

Istora Senayan jelang Indonesia Open 2023 (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Achmad mengungkapkan, Indonesia Arena pada akhirnya tetap masuk pertimbangan untuk venue Indonesia Open. Namun, untuk sekarang, masih ada keraguan dari panitia akan konstruksi Indonesia Arena.

"Secara konstruksi, sebenarnya kami juga sempat mempertimbangkan Indonesia Arena. Namun, kami masih ragu apakah konstruksi dan pengaturannya memungkinkan sesuai dengan konsep yang sudah kami rancang sejak awal," ujar Achmad.

Indonesia Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 sampai 7 Juni di Istora Senayan, Jakarta. Puluhan pebulu tangkis top dunia berpartisipasi demi memperebutkan gelar juara di ajang ini.

Editorial Team