5 Pemain Termahal EPL yang Turun Kasta ke EFL Championship

- Tiga tim Premier League, West Ham United, Burnley, dan Wolverhampton Wanderers resmi terdegradasi ke EFL Championship untuk musim 2026/2027 setelah gagal bertahan di kompetisi tertinggi Inggris.
- Lima pemain dengan nilai pasar tertinggi dari tim-tim tersebut adalah Jarrod Bowen, Joao Gomes, Mateus Fernandes, Crysencio Summerville, dan Maxime Esteve dengan kisaran harga 25–35 juta euro.
- Para pemain bernilai tinggi itu diprediksi segera hengkang karena kualitas mereka dianggap terlalu berharga untuk bermain di kasta kedua dan sudah menarik minat klub-klub elite Premier League maupun Eropa.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League musim 2025/2026 telah berakhir dengan tiga tim terbawah, yakni West Ham United, Burnley, dan Wolverhampton Wanderers dipastikan harus turun kasta ke EFL Championship untuk musim kompetisi 2026/2027.
Walaupun ketiga tim ini harus terdegradasi, namun masih ada pemain-pemain berharga selangit yang ada di dalam skuad mereka. Melansir dari Transfermarkt per 29 Mei 2026, berikut adalah lima pemain termahal dari ketiga tim yang terdegradasi ke kompetisi EFL Championship musim 2026/2027!
1. Jarrod Bowen menjadi buruan klub-klub Premier League setelah West Ham United degradasi
Kapten utama West Ham United, Jarrod Bowen, menduduki urutan pertama dalam daftar ini. Pemain sayap lincah berkebangsaan Inggris ini telah berjuang mati-matian sepanjang musim demi menyelamatkan The Hammers dari jurang degradasi. Hal itu dibuktikannya dengan menjadi pencetak gol terbanyak bagi West Ham musim ini dengan catatan sembilan gol.
Berdasarkan data Transfermarkt per 29 Mei 2026, Jarrod Bowen saat ini memiliki nilai pasar sebesar 35 juta euro (Rp608 miliar). Angka tersebut membuatnya menjadi pemain dengan banderol tertinggi di dalam skuad The Hammers musim 2025/2026. Melihat kemampuannya, sangat kecil kemungkinan bagi sang kapten untuk bermain di EFL Championship musim depan karena banyak klub-klub Premier League yang tengah mengantre untuk mendapatkan jasanya.
2. Joao Gomes menjadi properti panas yang siap dilego Wolves demi seimbangkan finansial
Wolverhampton Wanderers juga terancam kehilangan salah satu gelandang andalan mereka sepanjang musim ini, yaitu Joao Gomes. Pemain yang berposisi sebagai gelandang box-to-box ini dikenal memiliki daya jelajah tinggi serta determinasi luar biasa di atas lapangan. Meskipun Wolves babak belur sepanjang musim 2025/2026, namun determinasi tinggi Gomes tetap mendapat apresiasi besar dari para pendukung Wolverhampton.
Nilai pasar pemain berkebangsaan Brasil ini berada di angka 35 juta euro (Rp608 miliar) menurut Transfermarkt per 29 Mei 2026. Angka tersebut menjadikannya salah satu komoditas panas yang diperebutkan oleh tim-tim papan tengah hingga papan atas Premier League. Manajemen Wolves diprediksi kuat akan melepas sang pemain pada bursa transfer musim panas ini demi menyeimbangkan neraca keuangan klub setelah degradasi ke EFL Championship.
3. Mateus Fernandes masuk radar banyak klub elite setelah West Ham degradasi
Gelandang muda berbakat milik West Ham United, Mateus Fernandes, menjadi nama mahal berikutnya yang ikut terseret ke kasta kedua. Pemain muda asal Portugal ini merupakan salah satu investasi jangka panjang The Hammers yang mampu bersinar secara individu di tengah terpuruknya tim sepanjang musim 2025/2026. Kemampuannya dalam mengalirkan bola dan mengatur ritme permainan dari lini tengah dinilai sangat potensial.
Berdasarkan data Transfermarkt per 29 Mei 2026, harga pasaran Fernandes kini berada di angka 35 juta euro (Rp608 miliar). Potensi besarnya membuat beberapa klub elite Inggris seperti Arsenal dan Manchester United dilaporkan mulai pasang kuda-kuda untuk mendapatkan tanda tangannya. Jatuhnya West Ham United ke EFL Championship musim 2026/2027 membuat posisi Fernandes kini sangat rentan untuk digoda oleh klub-klub elite Premier League.
4. Crysencio Summerville siap angkat koper dari London Timur demi tetap bermain di kasta tertinggi
Rekan setim Jarrod Bowen di lini depan West Ham United, Crysencio Summerville, menjadi salah satu pemain dengan nilai pasar tertinggi. Winger berbakat asal Belanda yang diboyong dari Leeds United ini gagal menyelamatkan klub barunya dari jeratan degradasi ke kasta kedua. Padahal, kontribusinya sangat luar biasa dengan berhasil mencatatkan 7 gol dan 5 assist sepanjang musim 2025/2026.
Data terbaru Transfermarkt per 29 Mei 2026, nilai pasar Summerville berada di angka 30 juta euro (Rp521 miar). Angka yang cukup tinggi ini mencerminkan kualitas besarnya sebagai salah satu penyerang sayap paling potensial di Eropa saat ini. Kepergian sang pemain dari London Stadium tampaknya hanya tinggal menunggu waktu saja, karena pemain yang masuk dalam skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026 tersebut mulai diincar oleh banyak klub Eropa.
5. Maxime Esteve menjadi aset termahal Burnley yang diincar klub-klub elite Eropa
Berbeda dengan West Ham United dan Wolverhampton Wanderers yang mendominasi daftar ini lewat sektor penyerangan, Burnley menyumbang satu nama dari sektor pertahanan melalui Maxime Esteve. Bek tengah berkebangsaan Prancis berusia 24 tahun ini tampil sangat solid dan impresif bersama The Clarets sepanjang musim 2025/2026. Meskipun Burnley gagal bertahan di Premier League, reputasi individu Esteve sebagai bek tengah modern yang tangguh membuatnya banyak diincar oleh klub-klub Eropa.
Saat ini, nilai pasar sang pemain berada di angka 25 juta euro (Rp434 miliar) menurut Transfermarkt per 29 Mei 2026. Angka tersebut menjadikannya aset paling berharga yang ada di dalam skuad The Clarets saat ini. Mengingat usianya yang masih sangat muda dan kemampuan yang dimilikinya, tidak heran kalau Esteve diincar oleh klub-klub Eropa yang membutuhkan tambahan amunisi di lini belakang.
Degradasi yang dialami West Ham United, Burnley, dan Wolverhampton Wanderers membuktikan bahwa nama besar dan nilai pasar selangit tidak menjamin keselamatan di kompetisi seketat Premier League. Dengan bursa transfer musim panas 2026 yang segera dibuka, kepindahan pemain-pemain dari ketiga tim tersebut dipastikan akan terjadi. Apalagi, kualitas dan banderol tinggi dari kelima pemain di atas dinilai terlalu mewah untuk sekadar bermain di EFL Championship 2026/2027.



















