Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Tim Promosi EPL Lolos ke Eropa sebelum Sunderland pada 2025/2026

4 Tim Promosi EPL Lolos ke Eropa sebelum Sunderland pada 2025/2026
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/howardbouchevereau)
Intinya Sih
  • Sunderland menjadi tim promosi kelima yang lolos ke kompetisi Eropa sejak era Premier League dimulai pada 1992, setelah finis di posisi ketujuh musim 2025/2026.
  • Empat tim promosi sebelumnya yang berhasil tampil di ajang Eropa adalah Newcastle United (1994/1995), Nottingham Forest (1995/1996), Ipswich Town (2001/2002), dan Wolverhampton Wanderers (2019/2020).
  • Keberhasilan Sunderland menambah daftar klub promosi berprestasi di EPL, sementara perhatian kini tertuju pada Coventry City, Ipswich Town, dan Hull City untuk musim 2026/2027.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sunderland menjadi 1 dari 9 wakil English Premier League (EPL) di kompetisi Eropa pada 2026/2027. The Black Cats bakal bermain di Liga Europa bersama AFC Bournemouth dan Crystal Palace. Sementara, Arsenal, Manchester City, Manchester United, Aston Villa, serta Liverpool lolos ke Liga Champions Eropa (UCL) dan Brighton & Hove Albion mendapat tiket Liga Konferensi Eropa.

Skuad asuhan Regis Le Bris menerima kesempatan itu karena berakhir di posisi ketujuh. Hasil ini begitu mengagumkan mengingat pasukan yang dipimpin Granit Xhaka sebagai kapten tersebut merupakan klub promosi. Sejak EPL memulai era barunya pada 1992, Sunderland merupakan tim promosi kelima yang mampu menembus ajang level kontinen. Berikut empat pendahulunya.

1. Newcastle United lolos ke UEFA Cup 1994/1995 usai menempati posisi ketiga di EPL 1993/1994

Newcastle United tidak terlibat ketika Premier League dimulai pada 1992/1993. Namun, The Magpies bergabung pada musim berikutnya usai menjadi juara di kasta kedua. Tim asuhan Kevin Keegan langsung menunjukkan tajinya dengan berakhir di posisi ketiga di EPL 1993/1994, di bawah Manchester United dan Blackburn Rovers. Ini membuat mereka berhak untuk menjadi wakil di UEFA Cup 1994/1995.

Peter Beardsley dan kolega bertemu Royal Antwerp pada ronde pertama UEFA Cup 1994/1995. Mereka menang telak 5-0 pada leg pertama dan 5-2 ketika bermain di kandang pada leg kedua. Selanjutnya, Newcastle berhadapan dengan Athletic Club. Mereka unggul 3-2 pada leg pertama, tetapi gagal lolos akibat gol tandang usai kalah 0-1 saat hadir di markas Athletic, San Mames, pada leg kedua.

2. Nottingham Forest meraih tiket UEFA Cup 1995/1996 karena peringkat ketiga di EPL 1994/1995

Nottingham Forest merupakan juru kunci di Premier League 1992/1993. Namun, mereka langsung promosi lagi setelah menjadi runner-up di kasta kedua pada musim berikutnya. Di EPL 1994/1995, skuad asuhan Frank Clark tersebut mengikuti jejak Newcastle United. Mereka menempati peringkat ketiga dan merebut tiket UEFA Cup 1995/1996.

Langkah Forest di UEFA Cup 1995/1996 lebih jauh dibanding yang ditempuh Newcastle pada 1994/1995. Stuart Pearce dan kolega bisa menembus sampai perempat final sampai akhirnya kalah dengan agregat 2-7 dari Bayern Muenchen yang kemudian keluar sebagai juara. Sebelum gugur, Forest menyingkirkan Malmo (2-2, gol tandang), Auxerre (1-0), dan Olympique Lyon (1-0).

3. Ipswich Town berakhir di posisi kelima di EPL 2000/2001 dan melenggang ke UEFA Cup 2001/2002

Ipswich Town terdegradasi dari Premier League setelah menjadi peserta dalam 3 musim perdana. Mereka akhirnya kembali pada 2000/2001 setelah promosi lewat jalur play-off pada 1999/2000. Ipswich kemudian membuat kejutan dengan berakhir di posisi kelima di EPL 2000/2001. Mereka pun lolos ke UEFA Cup 2001/2002.

Tim yang saat itu dilatih George Burley tersebut menyingkirkan Torpedo Moskau dengan agregat 3-2 pada ronde pertama. Mereka kemudian menang 3-1 atas Helsingborgs IF pada ronde kedua. Namun, Inter Milan terlalu tangguh bagi Ipswich pada ronde ketiga. Sempat menang 1-0 pada leg pertama, mereka kalah 1-4 pada leg kedua.

4. Peringkat ketujuh cukup bagi Wolverhampton Wanderers untuk lolos ke Liga Europa 2019/2020

Setelah 2003/2004, 2009/2010, 2010/2011, dan 2011/2012, Wolverhampton Wanderers akhirnya kembali mencicipi Premier League pada 2018/2019 usai menjuarai Championship Inggris 2017/2018. Di bawah asuhan Nuno Espirito Santo, Wolves tampil cukup solid sebagai tim promosi. Hasilnya, mereka mampu berakhir di posisi ketujuh. Berkat Manchester City yang menyapu bersih semua trofi domestik, Wolves pun mendapat jatah terakhir untuk menjadi wakil Inggris di Liga Europa 2019/2020.

Bertarung dengan Braga, Besiktas, dan Slovan Bratislava, Wolves tampil apik pada fase grup dengan meraih 4 kemenangan, 1 keimbangan, dan menelan 1 kekalahan. Mereka kemudian menyingkirkan Espanyol dengan agregat 6-3 pada play-off 16 besar. Joao Moutinho dan kolega lantas menang tipis dengan agregat 2-1 atas Olympiacos pada 16 besar. Sayangnya, mereka kalah 0-1 dari Sevilla pada perempat final. Kompetisi dipangkas menjadi satu leg mulai babak tersebut akibat COVID-19.

Performa keempat tim di atas di kompetisi Eropa terhitung cukup baik mengingat baru saja semusim kembali bermain di liga domestik tertinggi. Oleh karenanya, menarik untuk menantikan kiprah Sunderland di Liga Europa 2026/2027.

Selain itu, penampilan Coventry City, Ipswich Town, dan Hull City di Premier League 2026/2027 juga patut untuk disimak. Mampukah mereka mengikuti Sunderland dan empat klub di atas atau justru bakal kesulitan untuk sekadar bertahan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More