Jakarta, IDN Times - Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Team, Alex Rins, pada akhirnya meminta maaf atas insiden acungan jari tengah kepada marshal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Rins mengaku khilaf dan terpengaruh atas situasi yang berkembang di lapangan.
Aksi Rins pada sesi practice menuai polemik di media sosial. Dalam video yang beredar, Rins terlihat ingin dievakuasi dengan menggunakan kendaraan flying marshal. Padahal, kendaraan itu tak sesuai dengan fungsinya untuk mengevakuasi pembalap, karena ada moto-taxi.
Flying marshal juga punya tanggung jawab untuk berada di sekitar lintasan, karena memiliki tugas khusus untuk penanganan darurat pertama di lintasan balap dan membawa alat pemadam api ringan (APAR).
Marshal yang bertugas tetap berpegang teguh pada standar operasional. Namun, Rins tak terima hingga akhirnya tensi meninggi dan mengacungkan jari tengah.
