Alex Rins Nyaris Jadi Pembalap Gresini Racing di MotoGP 2023

Perpindahan pembalap bukanlah fenomena asing di MotoGP. Tiap pembalap punya kesempatan bergabung dengan tim baru dengan berbagai alasan. Itu juga yang terjadi pada Alex Rins.
Pembalap berkebangsaan Spanyol itu punya cerita menarik seputar kepindahannya pada 2023. Rins mengaku hampir bergabung dengan Gresini Racing sebelum akhirnya memilih LCR Honda. Lalu, mengapa Rins menjatuhkan pilihan menjadi pembalap tim satelit Honda?
1. Alex Rins pindah ke LCR Honda setelah Suzuki memutuskan hengkang dari MotoGP
Alex Rins sebetulnya hampir memperpanjang kontrak dengan Suzuki Ecstar. Pembalap bernomor motor 42 itu telah memperkuat tim tersebut sejak debut di MotoGP pada 2017. Namun, rencana itu gagal terwujud karena Suzuki secara mengejutkan memutuskan hengkang dari kejuaraan.
Keputusan tersebut membuat Rins harus mencari tim baru untuk berkompetisi pada 2023. Situasi kian sulit karena Rins harus berebut kursi balap dengan rekan setimnya, Joan Mir. Padahal, opsi yang tersedia sangat terbatas.
Rins dan Mir akhirnya sama-sama menunggangi motor Honda. Rins menjadi pembalap satelit di LCR Honda, sedangkan Mir menyandang status pembalap tim pabrikan asal Jepang tersebut. Kemenangan pada balapan utama GP Amerika Serikat 2023 adalah prestasi terbaik Rins selama memacu RC213V.
2. Keputusan Alex Rins memilih LCR Honda ketimbang Gresini Racing bukan karena faktor uang
Ada cerita menarik yang mengiringi kepindahan Alex Rins ke LCR Honda pada 2023. Ketika itu, ia sempat mendapat tawaran bergabung dengan Gresini Racing. Apabila kesepakatan terjadi, maka Rins akan menunggangi Desmosedici GP22.
Sayangnya, kursi balap di tim tersebut menjadi milik Alex Marquez. Sementara itu, Rins mengisi kursi balap yang ditinggalkan adik kandung Marc Marquez tersebut. Meski kejadian tersebut sudah lama berlalu, Rins mengaku tak menyesalinya. Ia juga menegaskan alasan mengambil tawaran dari LCR Honda bukanlah karena faktor uang.
"Ketika itu, aku memiliki dua pilihan, yaitu bergabung dengan Gresini Racing atau LCR Honda. Aku memilih opsi kedua karena mereka menawariku kontrak sebagai pembalap yang didukung pabrikan. Honda menawariku syarat dan ketentuan yang sama seperti Marc Marquez dan Joan Mir. Itu bukan soal uang, melainkan proyek dan dukungan dari pabrikan," kata Alex Rins dalam wawancara dengan L’Esportiu de Catalunya dilansir Crash.
3. Alex Rins hanya semusim menjadi pembalap LCR Honda sebelum berlabuh ke Monster Energy Yamaha
Kebersamaan Alex Rins bersama LCR Honda tak berlangsung mulus. Itu karena Rins mengalami cedera patah tulang kering dan betis kaki kanan saat balapan sprint GP Italia 2023. Alhasil, Rins harus absen pada delapan seri balap sebelum kembali balapan di GP Indonesia.
Namun, ia kembali absen pada pekan balap GP Australia akibat rasa sakit pada kakinya yang ketika itu masih dalam proses pemulihan cedera. Kemudian, Rins menunggangi RC213V di GP Valencia 2023 yang sekaligus menjadi balapan terakhir bersama LCR Honda. Rins menutup MotoGP 2023 dengan menempati peringkat ke-19 lewat perolehan 54 poin. Ia tertinggal 2 poin dari Takaaki Nakagami yang bertengger di peringkat ke-18.
Pada 2024, Rins melanjutkan petualangannya di MotoGP bersama Monster Energy Yamaha. Ia mengisi kursi Franco Morbidelli yang pindah ke Pramac Racing. MotoGP 2026 menandai musim ketiga Rins bersama tim pabrikan berlogo garpu tala tersebut.
Rins belum meraup kemenangan selama menjadi pembalap Yamaha. Pencapaian terbaiknya adalah finis ketujuh pada balapan utama GP Australia 2025. Dengan kontrak yang tersisa hingga akhir musim ini, Rins harus membuktikan kemampuan terbaiknya di atas motor YZR-M1. Jika gagal, bukan tidak mungkin Yamaha akan mendepaknya pada pengujung 2026 nanti.

















