Tim Indonesia Totalitas di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026

Indonesia resmi menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan, Jakarta, berlangsung selama tujuh hari mulai 20 Februari 2026.
Ajang ini berfungsi sebagai seleksi menuju Youth Olympic di Dakar, Senegal, sehingga para atlet Indonesia diminta tampil maksimal demi peluang masuk kontingen nasional.
Jakarta, IDN Times - Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. Turnamen akan berlangsung tujuh hari yang dimulai pada Jumat (20/2/2026), di JCC Senayan, Jakarta.
Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto, mengatakan, kejuaraan ini memiliki arti strategis sebagai ajang seleksi menuju Olimpiade Remaja (Youth Olympic) di Dakar, Senegal. Tim Indonesia dituntut tampil totalitas demi mengamankan tempat di kontingen Merah Putih nanti.
1. Gerbang menuju panggung dunia di Senegal

Amir Yanto mewanti-wanti para atlet agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tampil di kandang sendiri. Sebab, para atlet yang mendapat hasil terbaik memiliki kesempatan masuk Kontingen Indonesia ke Dakar nanti.
"Sebetulnya kejuaraan ini ialah sebagai seleksi peserta untuk Youth Olympic Junior di Dakar pada tahun ini. Jadi, saya juga sudah sampaikan kepada para atlet untuk maksimal, tidak boleh rendah diri," kata Amir Yanto, Kamis (19/2/2026).
2. Diikuti 801 atlet

Sebanyak 801 atlet dari 26 negara siap bertarung memperebutkan medali di nomor floret, degen, hingga sabel.
Amir mengakui Indonesia belum menjadi "macan anggar" Asia karena dominasi kuat dari negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.
"Indonesia saya akui saat ini belum menjadi macan anggar. Jadi, saya kira juga realistis kita melihat China, Jepang, maupun Korea Selatan ini masih mendominasi. Mudah-mudahan nanti kita bisa," ujar Amir Yanto.
3. Indonesia turunkan kekuatan penuh

Tim Indonesia akan bertarung dengan kekuatan penuh. Total, mereka menurunkan 48 atlet yang terdiri dari 24 kadet dan 24 junior. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Jessyca Emilia, yang sebelumnya sukses menembus 64 besar di Kejuaraan Anggar Asia senior di Bali.
Ini jadi kali kedua Indonesia dipercaya menggelar turnamen anggar internasional dalam waktu dekat, setelah sukses menghelat level senior tahun lalu. Penunjukan ini menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap kesiapan olahraga Indonesia.


















