TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Formula 1 GP Arab Saudi Jadi Momen Krusial untuk Dominasi Red Bull

Red Bull bisa saja melanjutkan tren positif

Max Verstappen dan Sergio Perez (formula1.com)

Red Bull sukses meraih kemenangan pada seri pembuka Formula 1 2023 di GP Bahrain. Max Verstappen finis pertama, disusul Sergio Perez yang finis kedua.

Red Bull akan kembali menghadapi ketatnya persaingan dalam balapan di Jeddah, Arab Saudi, Senin (20/3/2023). Seri balap ini bisa menjadi penentu apakah Red Bull bisa melanjutkan dominasi musim ini atau tidak.

1. GP Arab Saudi bisa jadi gambaran dominasi Red Bull pada 2023

Sergio Perez saat mengikuti pekan balap GP Bahrain 2023. (formula1.com)

Damon Hill baru-baru ini mengemukakan pendapatnya soal dominasi Red Bull pada 2023. Juara dunia Formula 1 1996 itu menyebut hasil di Jeddah Corniche Circuit bisa jadi gambaran peluang dominasi Red Bull tahun ini.

"Aku pikir apa yang akan jadi benar-benar penting dan sebagai indikator dari Bahrain ke Arab Saudi adalah tipe sirkuit yang berbeda. Itu akan memberi sebuah petunjuk apakah ada celah di Red Bull serta performa yang spesifik pada trek tertentu," jelas Hill dilansir Racing News 365.

Baca Juga: 9 Catatan Menarik Sirkuit Jeddah, Dikuasai Max Verstappen!

2. Selain Red Bull, Ferrari berpeluang tampil mentereng di GP Arab Saudi

Carlos Sainz memacu mobil saat pekan balap GP Bahrain 2023. (formula1.com)

Tak hanya Red Bull, balapan di GP Arab Saudi juga akan menjadi momen untuk melihat tingkat performa tim-tim lain, salah satunya Ferrari. Damon Hill yakin Ferrari bisa tampil bagus di trek dengan kondisi yang lebih bersahabat dengan ban.

"Mungkin Ferrari akan lebih kompetitif di sirkuit yang memilik tingkat degradasi ban lebih rendah saat balapan. Tenaga mesin mereka juga bisa bekerja baik," sebut Hill.

3. Ferrari dalam posisi kurang oke, Charles Leclerc terkena penalti posisi start

pembalap Ferrari Charles Leclerc (formula1.com)

Damon Hill boleh saja memprediksi Ferrari akan tampil mentereng akhir pekan ini. Masalahnya, tim berjuluk kuda jingkrak itu justru sedang dalam kondisi tidak menguntungkan.

Charles Leclerc bakal terkena hukuman sepuluh posisi start. Ini karena Ferrari terpaksa melakukan pergantian control electronics (CE) untuk ketiga kalinya. Melansir Formula 1, tiap pembalap hanya diizinkan melakukan pergantian komponen CE sebanyak 2 kali selama 1 musim.

Jika terjadi pergantian melebihi ketentuan, maka pembalap bakal terkena penalti posisi start. Leclerc juga berpotensi mendapat tambahan penalti lebih besar jika Ferrari mengganti komponen lain pada mobilnya.

4. Red Bull punya hasil oke saat balapan di GP Arab Saudi, Max Verstappen naik podium beruntun

Max Verstappen menyemprotkan sampanye di podium GP Arab Saudi 2022. (formula1.com)

Red Bull punya catatan oke di GP Arab Saudi. Max Verstappen dua kali naik podium secara beruntun.

Pada 2021, Verstappen finis runner-up di belakang Lewis Hamilton. Musim lalu, Verstappen sukses mengasapi Charles Leclerc dan Carlos Sainz dengan menyudahi balapan sebagai pemenang.

Baca Juga: Charles Leclerc Minta Ferrari Serius Atasi Masalah SF-23

Verified Writer

Dewa Putu Ardita Darma Putera

Penggemar olahraga khususnya Motorsport. Untuk pertanyaan dan keperluan bisnis: dewaputu.ardita@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya