Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Campur Aduknya Ubed Usai Jadi Penentu Medali Emas di Asian Games 2026

2 min read
Campur Aduknya Ubed Usai Jadi Penentu Medali Emas di Asian Games 2026
Moh. Zaki Ubaidillah di 32 besar Malaysia Masters 2026 (dok.PP PBSI)
  • Moh Zaki Ubaidillah menjadi penentu medali emas pertama Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan Weng Hongyang.

  • Ubed mengaku sempat tegang karena Indonesia tertinggal 0-2 dan harapan tim berada di pundaknya.

  • Dukungan tim mengiringi kebangkitan Indonesia hingga menang 3-2 atas China, mengakhiri penantian beregu putra sejak Asian Games 1998 Bangkok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, meluapkan rasa bangganya usai menjadi penentu kemenangan medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026).

Pria yang akrab disapa Ubed itu menjadi penentu karena turun pada partai pamungkas beregu putra menghadapi China. Ubed sukses mengalahkan Weng Hongyang dua game langsung, sekaligus memenangkan Indonesia dengan skor 3-2.

  1. 1. Perasaan Ubed campur aduk, sempat tegang

    Perasaan Ubed begitu campur aduk setelah pukulan terakhirnya berubah menjadi medali emas. Sebab, Ubed juga merasakan ketegangan yang amat meneror sepanjang laga.

    Ketegangan itu tentu saja karena semua harapan rekan-rekannya dan publik menumpuk di pundaknya. Apalagi, sebelum Ubed turun, Alwi Farhan dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mati-matian untuk memperpanjang napas Tim Merah Putih.

    "Ya, pastinya perasaannya campur aduk dan alhamdulillah senang juga bisa ngambil poin ini. Pastinya sangat bangga lah bisa menyumbang poin untuk tim karena tadi sempat tertinggal, ya, sempat 0-2. Ya, mungkin tadi saya sedikit gak terlalu memikirkan itu sih, pasti masih yakin kalau masih bisa. Tadi juga sempat tegang di awal-awal," kata Ubed selepas laga.

  2. 2. Dukungan masif tim di pinggir lapangan

    Keberhasilan Ubed mengatasi tekanan itu tak lepas dari dukungan masif yang diberikan rekan-rekannya di pinggir lapangan. Energi positif itu berhasil dikonversikannya menjadi kemenangan, 23-21, 21-13.

    "Ya, pastinya ada tanggung jawab lah yang harus saya selesaikan dengan baik. Ada tim juga tadi yang enggak berhenti sama sekali mendukung saya dan, ya, pastinya campur aduk, senang banget hari ini," ucap Ubed.

  3. 3. Comeback gila untuk akhiri penantian 28 tahun

    Kondisi Tim Indonesia sebenarnya sempat berada di ujung jurang, setelah tertinggal 0-2 lebih dulu akibat kalahnya Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

    Penampilan Alwi Farhan di partai ketiga menjadi titik balik. Alwi memperpanjang napas Tim Merah Putih usai mengalahkan Li Shi Feng melalui rubber game, 23-21, 15-21, 21-16.

    Kemenangan Alwi diteruskan dengan sempurna lewat performa gila Leo/Daniel pada partai keempat, yang mampu mempecundangi He Ji Ting/Liu Yi dua game langsung sebelum dituntaskan oleh Ubed.

    Hasil ini terasa begitu emosional, karena merupakan emas perdana bagi Tim Indonesia di Asian Games 2026. Lebih dari itu, beregu putra juga sudah menantikannya sejak 28 tahun silam di Asian Games 1998 Bangkok.

    Penyumbang emas terakhirnya adalah Taufik Hidayat yang kini menjadi Wamenpora. Fakta menariknya, kemenangan itu juga didapat setelah mengalahkan China.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More