Gianpiero Lambiase sebetulnya telah memikirkan masa depannya bersama Red Bull mengingat kontrak antara kedua pihak akan berakhir pada 2027. Apalagi, ia telah menjadi bagian dari tim sebagai insinyur balap Max Verstappen sejak 2016. Dengan masa bakti selama itu, Lambiase tentu mengincar peran lebih dari sekadar insinyur balap.
Red Bull merespons dengan berupaya memperluas lingkup peran Lambiase dalam beberapa tahun terakhir. Sky Sports melansir, Red Bull memberi kepercayaan Lambiase mengisi posisi kepala rekayasa balap pada 2022. Kemudian, Lambiase mendapatkan kenaikan pangkat menjadi kepala divisi balap tim pada akhir 2024.
Deretan posisi tersebut telah menempatkan Lambiase sebagai salah satu sosok penting di Red Bull. Namun, itu tak serta merta memperbesar peluang Lambiase bertahan. Ia justru menjadi incaran tim lain yang ingin memakai jasanya.
Aston Martin berupaya memboyong Lambiase untuk memperkuat struktur tim pada tahun lalu. Tidak tanggung-tanggung, mereka menawarkan jabatan kepala tim serta bayaran fantastis kepada Lambiase. Jika usaha itu berhasil, Lambiase akan bereuni dengan Adrian Newey yang lebih dulu digaet Aston Martin. Sayangnya, upaya Aston Martin menemui jalan buntu.