Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Doa Orangtua Bantu Ubed Jadi Penentu Emas di Asian Games 2026
Potret Moh Zaki Ubaidillah di final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026. (Dok. PBSI).
  • Ubed memastikan kemenangan 3-2 atas China di final, sekaligus membawa emas pertama Indonesia pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

  • Doa orang tua dan dukungan rekan-rekan membantu Ubed menghadapi tekanan mental hingga membalikkan keadaan di game pertama.

  • Emas ini mengakhiri penantian 28 tahun beregu putra Indonesia sejak kemenangan pada Asian Games 1998 Bangkok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1998

Beregu putra Indonesia terakhir kali meraih medali emas di Asian Games 1998 Bangkok. Kemenangan tersebut juga diraih setelah mengalahkan China.

24/9/2026

Moh Zaki Ubaidilillah memastikan kemenangan 3-2 atas China di final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Indonesia meraih medali emas pertama pada edisi tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ubed memastikan kemenangan 3-2 atas China di final dan membantu beregu putra bulu tangkis Indonesia meraih medali emas Asian Games 2026.
  • Who?
    Moh Zaki Ubaidilillah atau Ubed menjadi penentu kemenangan Indonesia atas China. Ia menghadapi Weng Hong Yang pada partai pamungkas.
  • Where?
    Final berlangsung dalam Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Lokasi pertandingan secara lebih spesifik masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • When?
    Kemenangan tersebut diraih pada Kamis (24/9/2026).
  • Why?
    Ubed menang setelah mampu mengatasi tekanan mental dan membalikkan keadaan pada game pertama.
  • How?
    Ubed menang dua game langsung dengan skor 23-21 dan 21-13 setelah meminta doa orang tua serta mendapat atmosfer positif dari rekan-rekannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ubed bermain untuk Indonesia melawan China di final bulu tangkis. Ia sangat tegang dan meminta doa kepada orang tuanya sebelum bermain. Ubed sempat tertinggal, tetapi bisa tenang lalu menang. Kemenangan itu membuat Indonesia mendapat medali emas pertama di Asian Games 2026 dan mengakhiri penantian panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dukungan orang tua dan rekan-rekan memberi Ubed dorongan saat menghadapi tekanan mental sebelum pertandingan. Ketenangan yang muncul membantunya bangkit setelah tertinggal dan menyelesaikan laga dengan kemenangan. Hasil tersebut juga memberi makna bagi beregu putra Indonesia karena mengakhiri penantian medali emas sejak Asian Games 1998 Bangkok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Moh Zaki Ubaidilillah sukses menjadi penentu beregu putra bulu tangkis Indonesia meraih medali emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Hasil itu didapat setelah Ubed memastikan kemenangan 3-2 atas China di final, Kamis (24/9/2026).

Ubed turun di partai pamungkas sekaligus membuat comeback Tim Merah Putih menjadi klimaks. Keberhasilan ini terasa sangat spesial, karena merupakan emas pertama Indonesia di edisi kali ini dan mengukir sejarah.

1. Doa orangtua di balik kemenangan

Di balik kemenangan atas Weng Hong Yang, Ubed menceritakan ada suntikan doa dari orangtuanya. Doa tersebut dipadukan dengan atmosfer positif rekan-rekannya sehingga mendorongnya menang dua game langsung, 23-21, 21-13.

"Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orangtua meminta doa," kata Ubed selepas laga.

2. Sempat dihajar tekanan mental

Sepanjang pertandingan, Ubed tak menampik kalau dirinya dihajar tekanan mental luar biasa bahkan sebelum masuk ke court. Tekanan itu yang membuatnya menghubungi orangtuanya untuk meminta doa.

Ketenangan batinnya tampak jelas di game pertama. Dia sempat tertinggal 0-4 dan harus mengakui keunggulan lawan 8-11 hingga interval. Namun Ubed tetap mampu bangkit untuk memenangkan game pertama.

"Di game pertama setelah lawan game point duluan, pikiran saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan," cerita Ubed.

3. Akhiri penantian panjang beregu putra di Asian Games

Selain menjadi emas perdana, hasil ini memiliki makna emosional yang lebih. Mengingat, beregu putra juga sudah menantikan medali tersebut sejak terakhir kali diraih pada 28 tahun silam, di Asian Games 1998 Bangkok.

Penyumbang emas terakhirnya adalah Taufik Hidayat yang kini menjadi Wamenpora. Fakta menariknya, kemenangan itu juga didapat setelah mengalahkan China.

Curated For You

Editorial Team

Related Article