Erick Thohir Apresiasi Ketum Cabor Dampingi Atlet di Asian Games 2026

Erick Thohir mengapresiasi ketua umum cabang olahraga yang hadir langsung mendampingi atlet Indonesia di Asian Games 2026.
Kehadiran pimpinan federasi dinilai membantu memahami perjuangan, kebutuhan, situasi, dan kendala atlet selama kompetisi.
Tim Indonesia melewati target dengan lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu serta finis di peringkat 16.
Jakarta, IDN Times - Asian Games 2026 Aichi-Nagoya telah tuntas pada Minggu (4/10/2026). Setelah mengapresiasi perjuangan para atlet, Menpora Erick Thohir juga memberikan jempol kepada ketua umum cabang olahraga yang turun memberikan pendampingan di lokasi.
Kehadiran para pemimpin cabor ini, menurut Erick, bukan sekadar rutinitas menonton biasa. Melainkan bentuk pengawalan nyata terhadap kebutuhan atlet bahkan seluruh tim di lapangan.
1. Bukti nyata kepedulian pimpinan pada atlet

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok.PP PBSI) Dengan kehadiran pimpinan cabor, Erick menilai adanya dampak psikologis positif bagi. Pimpinan federasi bisa melihat langsung titik peluh perjuangan atlet sekaligus memahami secara detail situasi dan kendala yang dihadapi selama kompetisi.
"Saya mengapresiasi para ketua umum cabang olahraga yang hadir langsung di Asian Games untuk mendampingi atletnya berjuang. Ini penting. Ketika ketua umumnya hadir, dia bukan hanya sekedar menonton pertandingan, melainkan bisa melihat langsung perjuangan atlet, memberikan semangat, fokus memperhatikan pertandingan, dan memahami apa yang dibutuhkan atlet," kata Erick dalam keterangan resmi Kemenpora.
2. Bentuk tanggung jawab

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berdiri usai melakukan angkatan clean and jerk pada final kelas 75 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan/nym.) Erick berharap semakin banyak pimpinan cabor yang dapat hadir langsung ketika atletnya sedang berjuang mengharumkan bangsa di kancah internasional. Mereka tidak boleh hanya duduk menerima laporan, namun harus ikut memberikan pengawalan sebagai bentuk tanggung jawab.
"Kami ingin semua pihak hadir dan mengambil tanggung jawabnya. Pemerintah mendukung, federasi mengawal, pelatih mempersiapkan, dan atlet berjuang. Kalau semua bergerak bersama, kita punya kekuatan yang lebih besar," ujar Erick.
3. Target di Asian Games 2026 terlewati

Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih medali emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok.NOC Indonesia/Naif Muhammad Al as) Di sisi lain, Tim Indonesia berhasil melewati target di Asian Games 2026 dengan meraih total lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Catatan itu membuat mereka finis di peringkat 16.
Tim Indonesia juga mencatat sejarah. Salah satunya lifter Rahmat Erwin, yang berhasil meraih medali emas sekaligus rekor dunia usai mencatat total angkatan 366kg di kelas 75kg. Desak Made juga mengukir rekor Asia di kelas women speed dengan catatan waktu 6,062 detik, hingga penantian panjang 28 tahun beregu putra bulu tangkis yang akhirnya meraih emas.
























