Jakarta, IDN Times - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) resmi menonaktifkan Hendra Basir dari posisinya sebagai pelatih kepala. Keputusan ini diambil menyusul dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Hendra.
"Jadi sesuai surat keputusan (SK) organisasi, maka Hendra Basir diberhentikan sementara sampai dengan ada keputusan dari TPF yang telah dibentuk," kata Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Wahyu Pristiawan Buntoro mengutip ANTARA.
Kabar ini sempat ramai di media sosial. Sontak nama pelatih yang membawa Veddriq Leonardo meraih emas Olimpiade 2024 Paris lalu ini menjadi sorotan utama.
Dalam Surat Keputusan yang ramai tersebar di X, disebutkan sejumlah atlet melaporkan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang diduga dilakukan Hendra. Laporan dilakukan kepada Ketua Umum (Ketum) FPTI, Yenny Wahid.
Bukan hanya satu, disebutkan ada delapan orang atlet yang didampingi psikolog FPTI yang melakukan laporan kepada Yenny.
IDN Times sudah berusaha menghubungi tim FPTI, namun hingga berita ini dituliskan belum ada jawaban jelas mengenai kabar tersebut.
"Sebentar ya," tulis Humas FPTI saat IDN Times meminta keterangan lebih lanjut pada Selasa (24/2/2026).
Kontrak Hendra dengan FPTI dikabarkan akan berakhir pada 28 Februari 2026 mendatang. Artinya, Hendra memang tidak lagi terikat kontrak dengan FPTI terlepas dari apapun keputusan penyelidikan.
