Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gak Muluk, Bagnaia Cuma Incar 8 Besar di MotoGP Indonesia
Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco “Pecco” Bagnaia di MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Linggauni)
  • Francesco Bagnaia belum menemukan setelan terbaik untuk Ducati Lenovo Team di MotoGP Mandalika 2026.

  • Bagnaia menghadapi ritme awal yang sulit dan grip lintasan Mandalika yang cukup rendah.

  • Dengan kondisi tersebut, finis di posisi delapan besar menjadi target realistis Bagnaia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (10/10/12026)

Bagnaia mengungkapkan belum menemukan setelan terbaik setelah menjalani sesi sprint race di Sirkuit Pertamina Mandalika. Ia menyebut finis delapan besar sebagai hasil yang baik.

setelah melewati tujuh lap

Bagnaia mulai merasa bisa bekerja dengan lebih baik. Kecepatannya membaik dan ia merasa mampu mengikuti ritme Alex Marquez serta Pedro Acosta.

Sabtu (10/10/2026)

Bagnaia mengatakan ritmenya mulai membaik setelah tujuh lap dan masih perlu meningkatkan performa agar siap sejak lap-lap awal.

besok

Tim Bagnaia akan mencoba melakukan beberapa perubahan, termasuk memberikan lebih banyak dukungan pada ban belakang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Francesco Bagnaia mengincar finis di posisi delapan besar pada balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
  • Who?
    Francesco “Pecco” Bagnaia dari Ducati Lenovo Team.
  • Where?
    Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Setelah sesi sprint race pada Sabtu (10/10/12026), menjelang balapan utama esok.
  • Why?
    Bagnaia belum menemukan setelan terbaik, menghadapi ritme awal yang sulit, dan menilai grip lintasan cukup rendah.
  • How?
    Tim akan mencoba beberapa perubahan, termasuk memberikan lebih banyak dukungan pada ban belakang dan meningkatkan upaya pada lap-lap awal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Francesco Bagnaia sedang balapan dengan motor Ducati di Mandalika. Ia belum merasa nyaman karena motornya dan ban belakang belum bekerja dengan baik sejak awal. Bagnaia dan timnya akan mencoba perubahan pada motor untuk balapan besok. Ia berharap bisa finis di delapan besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagnaia dan tim Ducati Lenovo tetap bekerja untuk meningkatkan performa meski belum menemukan sensasi berkendara yang diinginkan. Mereka telah mengidentifikasi masalah pada ritme awal, grip lintasan, dan dukungan ban belakang. Upaya melakukan penyesuaian menunjukkan adanya langkah konkret untuk menghadapi balapan utama dengan kondisi yang tersedia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mandalika, IDN Times - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco "Pecco" Bagnaia, mengaku belum menemukan setelan terbaik untuk motornya di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Bagnaia mengakui, performanya tak maksimal setelah racikan motornya kurang mendukung sepanjang sesi sprint race di Sirkuit Pertamina Mandalika, NTB, Sabtu (10/10/2026).

Dengan fakta itu, Bagnaia tak mau memasang target terlalu tinggi untuk balapan utama nanti. Bagnaia mengatakan, finis di posisi delapan besar bisa menjadi hasil terbaik dengan kondisi yang dirasakannya saat ini.

1. Bagnaia kesulitan di awal sesi

Pembalap MotoGP, Francesco Bagnaia (Pecco). (IDN Times/Linggauni)

Bagnaia mengaku sulit menemukan ritme yang pas sepanjang sesi sprint race. Kenyamanan baru ditemukan olehnya saat balapan sudah memasuki tujuh putaran. Dia merasa kecepatannya semakin tajam dan mampu mengikuti ritme Alex Marquez dan Pedro Acosta.

"Rasanya sangat datar, benar-benar datar. Saya menjalani seluruh sesi latihan bebas sendirian. Beruntung, Fabio akhirnya datang, jadi saya harus mencoba melakukan sesuatu. Namun, saya masih kesulitan. Ini juga kesalahan saya karena belum mampu memaksimalkan performa ban belakang. Saya baru bisa mulai bekerja dengan baik setelah tujuh lap. Setelah itu, ritme saya sebenarnya tidak terlalu buruk. Saya mampu mencatatkan kecepatan setara dengan Alex dan Pedro. Namun, saya masih perlu meningkatkan performa agar bisa tampil lebih baik dan siap sejak lap-lap awal," kata Bagnaia di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026).

2. Cengkeraman lintasan Mandalika cukup rendah

Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia saat tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Senin (5/10/2026) malam. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain kesulitan menemukan ritme, Bagnaia juga menyoroti kondisi lintasan Mandalika. Menurutnya, tingkat cengkeraman ban terhadap aspal masih cukup rendah, sehingga menjadi salah satu aspek yang perlu diatasi untuk meningkatkan performa.

Bagnaia menyatakan timnya akan melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk mencari dukungan lebih pada bagian belakang motor. Pria yang akrab disapa Pecco itu juga merasa perlu meningkatkan upaya pada putaran awal agar ban belakang lebih cepat mencapai kondisi yang dibutuhkan.

"Kondisi cengkeraman memang cukup rendah. Namun, seperti yang saya katakan, perlu terus bekerja untuk meningkatkan performa. Kami akan mencoba melakukan beberapa perubahan besok, mungkin dengan memberikan lebih banyak dukungan pada ban belakang. Selain itu, saya juga harus lebih memacu motor pada putaran awal agar ban belakang bisa mencapai kondisi optimal lebih cepat," ujar Bagnaia.

3. Gak muluk targetnya

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, saat mengaspal di Sirkuit Jerez, Spanyol (AFP / Pierre-Philippe Marcou)

Dengan kondisi motor yang belum sepenuhnya sesuai harapan, Bagnaia menilai posisi delapan besar bisa menjadi target yang realistis. Dia mengakui tim telah bekerja keras, tetapi sensasi berkendara yang dirasakannya belum seperti yang diinginkannya.

"Ya, finis di delapan besar bisa menjadi hasil yang sangat bagus jika melihat situasi kami sekarang. Kami sudah bekerja keras, tetapi perasaan saya terhadap motor belum sebaik yang diharapkan. Namun, inilah kondisi yang harus kami hadapi. Saya berusaha memberikan yang terbaik dengan apa yang kami miliki, dan saya rasa finis di delapan besar akan menjadi hasil terbaik," kata Bagnaia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article