Titik Terendah Francesco Bagnaia Usai Hasil Buruk di GP Aragon 2026

- Francesco Bagnaia gagal meraih poin di sprint dan balapan utama GP Aragon 2026, finis ke-11 pada sprint lalu terjatuh di lap keenam balapan utama.
- Bagnaia menyebut fase ini sebagai salah satu titik terendah kariernya, dengan masalah daya cengkeram ban belakang dan depan yang menghambat kendali Desmosedici GP26.
- Meski tanpa poin di Aragon, Bagnaia tetap di peringkat kedelapan klasemen dengan 143 poin; seri berikutnya berlangsung di Misano pada 11–13 September 2026.
Pekan balap MotoGP Aragon 2026 menjadi mimpi buruk bagi Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo Team itu tak berhasil mendulang poin di Sirkuit Motorland Aragon. Ini menjadi kedua kalinya secara beruntun Bagnaia gagal meraup poin di MotoGP 2026 setelah GP Inggris.
Bagnaia jelas tak menginginkan hasil mengecewakan tersebut terjadi pada dirinya. Ia tak menampik sedang berada pada fase terendah dalam kariernya di MotoGP. Lantas, apa yang menghambat performanya, terutama pada dua seri terakhir MotoGP musim ini?
1. Francesco Bagnaia gagal mendulang poin pada balapan sprint dan utama MotoGP Aragon 2026
Francesco Bagnaia mengawali pekan balap GP Aragon dengan capaian kurang meyakinkan. Pembalap bernomor motor 63 itu menduduki posisi ke-13 saat sesi latihan Jumat (28/8/2026) siang waktu setempat setelah mencatatkan waktu 1 menit 46,487 detik. Capaian tersebut membuatnya harus menjalani sesi kualifikasi pertama (Q1).
Bagnaia berhasil menjadi pembalap tercepat pada Q1 lewat torehan waktu 1 menit 45,820 detik. Kemudian, catatan waktunya menjadi lebih cepat saat Q2. Bagnaia mengamankan posisi start kedelapan selepas membukukan waktu 1 menit 45,671 detik.
Sayangnya, Bagnaia kesulitan menembus barisan terdepan saat balapan sprint. Ia berkutat di barisan tengah yang berujung finis kesebelas dalam berdurasi 11 lap tersebut. Ini menjadi kedua kalinya secara beruntun Bagnaia gagal finis di zona poin pada balapan sprint GP Aragon.
Bagnaia menginginkan hasil lebih baik pada balapan utama. Akan tetapi, harapan itu harus pupus pada lap keenam. Rekan setim Marc Marquez itu terjatuh di tikungan 10. Ini menjadi keenam kalinya Bagnaia gagal menuntaskan balapan utama sepanjang MotoGP 2026.
2. Masalah daya cengkeram kembali menghantui Francesco Bagnaia pada balapan utama GP Aragon 2026
Francesco Bagnaia langsung memberi tanggapan atas hasil kurang memuaskan di GP Aragon 2026. Pembalap Italia itu menilai dirinya sedang mengalami salah satu titik terendah dalam kariernya di kejuaraan. Bagnaia mengaku telah berusaha sebaik mungkin memacu motor Desmosedici GP26 di SIrkuit Motorland Aragon. Namun, hasil yang didapat tidak sejalan dengan keinginannya.
"Aku dapat melihat dengan jelas dari data serta perasaanku. Aku tidak benar-benar mengendarai motor ini, tetapi justru hanya terbawa olehnya. Sebab, aku tetap terjatuh ketika mencoba melakukan sesuatu. Bahkan, aku masih terjatuh saat melaju pelan," kata Francesco Bagnaia dalam wawancara bersama Sky Italy dilansir Crash.
Masalah daya cengkeram ban belakang masih menjadi momok bagi Bagnaia. Kendala tersebut kembali terjadi saat balapan utama GP Aragon. Ban belakang jenis medium miliknya sudah habis setelah 5 lap. Tidak hanya itu, Bagnaia juga mengaku kehilangan daya cengkeram bagian depan motor.
"Bagiku, kurangnya daya cengkeram di bagian belakang motor sudah terlalu parah. Aku benar-benar tidak memiliki daya cengkeram. Aku memilih map dengan tenaga lebih rendah setelah 5 lap karena ban belakang benar-benar habis, tanpa memacu secara berlebihan, dan tanpa melakukan apa pun," jelas Francesco Bagnaia dikutip Crash.
3. Francesco Bagnaia tetap menduduki peringkat kedelapan selepas hasil buruk pada pekan balap GP Aragon 2026
Meski gagal mendulang poin pada pekan balap GP Aragon 2026, posisi Francesco Bagnaia di klasemen sementara tidak berubah. Ia tetap menduduki peringkat kedelapan dengan perolehan 143 poin. Namun, keunggulannya atas Alex Marquez kini terpangkas menjadi 15 poin.
Seri ke-14 MotoGP 2026 akan berlangsung di Sirkuit Misano pada 11--13 September 2026. Bagnaia memiliki rekor oke di sirkuit tersebut. Ia membukukan dua kemenangan beruntun pada 2021 dan 2022.
Meski demikian, Bagnaia tetap perlu mewaspadai potensi masalah yang sama pada motor miliknya. Apabila kendala daya cengkeram ban belakang kembali terjadi, bukan tidak mungkin rentetan hasil buruk akan berlanjut saat GP San Marino. Selain itu, performa pembalap lain yang lebih konsisten juga dapat menyulitkan Bagnaia untuk bersaing di barisan depan. Mampukah Bagnaia mengakhiri rangkaian hasil buruk saat mengaspal di Sirkuit Misano?




















