Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Petinggi Audi Akui Kemungkinan Musim Debut yang Sulit di Formula 1

Nico Huelkenberg, salah satu pembalap AudI.
Nico Huelkenberg, salah satu pembalap Audi (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya sih...
  • Mattia Binotto mengungkapkan isu rasio kompresi yang bisa menghambat Audi
  • Binotto dan Jonathan Wheatly memperingatkan tentang ekspektasi yang terlalu tinggi
  • Daftar tugas teknis dan operasional yang terlampau panjang harus diselesaikan untuk Grand Prix pembuka Formula 1 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah menyelesaikan akuisisi Sauber, Audi bersiap menghadapi Formula 1 2026 sebagai tim dan penyedia mesin. Merek Jerman itu debut saat kejuaraan ini menerapkan perubahan aturan terbesar sepanjang sejarah. Pada musim itu, kejuaraan ini memperkenalkan sasis yang lebih ringan dan kompak dengan unit tenaga yang lebih beriorientasi listrik.

Perubahan di Formula 1 2026 membuat prediksi peta kekuatan tim menjadi kabur. Namun, tim-tim yang lebih mapan diperkirakan akan memulai musim itu dengan kuat. Sementara, petinggi Audi memperkirakan timnya akan memiliki unit tenaga yang lebih lemah daripada para pesaing yang sudah lebih stabil.

1. Mattia Binotto menjelaskan bahwa isu rasio kompresi yang berhasil dimanfaatkan Mercedes dan Red Bull bisa menghambat Audi

Kepala tim Audi Mattia Binotto menilai isu rasio kompresi bisa menghambat Audi karena Mercedes dan Red Bull diduga menemukan celah dalam regulasi unit tenaga. Regulasi 2026 menurunkan rasio kompresi maksimal, yaitu dari 18:1 menjadi 16:1, sehingga membuka kemungkinan manipulasi melalui kondisi operasi mesin. Mercedes dan Red Bull disebut memanfaatkan material batang penghubung conrod dengan sifat pemuaian termal khusus sehingga rasio kompresi saat temperatur kerja bisa meningkat.

Mattia Binotto menegaskan bahwa jika konsep yang diterapkan Mercedes dan Red Bull terbukti benar, keunggulan rasio kompresi pada suhu tinggi akan berujung terhadap selisih performa dan waktu putaran yang signifikan sehingga langsung memengaruhi daya saing di lintasan. Artinya, ketertinggalan Audi dalam memahami dan mereplikasi inovasi itu membuat risiko defisit performa awal makin besar. Akan tetapi, dirinya menyebut perdebatan itu sebagai bagian dari persaingan normal di Formula 1.

2. Mattia Binotto dan Jonathan Wheatly sama-sama memperingkatkan tentang ekspektasi yang terlalu tinggi

Dengan target memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 di 2030, Mattia Binotto memperingatkan bahwa perjalanan Audi kemungkinan akan sangat bergelombang. Dirinya menekankan, mobil hanyalah produk akhir dari organisasi besar yang masih harus membangun infrastruktur, perangkat, metodologi, hingga peningkatan keterampilan, dengan demikian hasil instan terkesan tidak realistis. Oleh karena itu, dia menegaskan pentingnya prioritas pembangunan bertahap dan menyiratkan bahwa ekspektasi publik harus disesuaikan dengan kenyataan bahwa proyek Audi di Formula 1 masih muda.

Tangan kanan Mattia Binotto, Jonathan Wheatley, juga memperingatkan bahwa Audi debut dari titik awal yang sederhana. Terlepas dari target jangka panjang yang sangat ambisius, ia menekankan bahwa Formula 1 tidak lama lagi akan mencapai musim 2030 sehingga persiapan mereka harus sematang mungkin. Wheatley menegaskan, fokus utama mereka adalah membentuk tim pabrikan yang benar-benar terasah saat mobil mencapai level yang tepat, dengan demikian ekspektasi jangka pendek tidak mengganggu proses pembangunan fundamental tim.

3. Mattia Binotto mengungkapkan daftar tugas yang terlampau panjang yang harus diselesaikan untuk mengikuti Grand Prix pembuka Formula 1 2026

Mattia Binotto mengungkapkan bahwa Audi memiliki daftar tugas teknis dan operasional yang terlampau panjang dan harus diselesaikan agar tim siap tampil pada Grand Prix pembuka Formula 1 2026. Daftar itu mencakup berbagai detail yang harus dikelola dan diperbaiki. Dirinya diketahui belum pernah melihat daftar pekerjaan sepanjang itu, dengan demikian mencerminkan skala tantangan yang dihadapi proyek Audi sebagai pendatang baru di Formula 1.

Keberadaan daftar tugas yang terlampau panjang justru merupakan indikasi positif bagi Mattia Binotto tentang tingkat komitmen dan etos kerja tim. Menurutnya, seluruh pekerjaan itu diarahkan untuk memastikan tim melakoni uji coba di Bahrain dalam kondisi yang lebih siap, sekaligus menutup celah-celah permasalahan yang terdeteksi saat uji coba tertutup di Barcelona, Spanyol. Dia menambahkan bahwa 3 hari sesi pengujian awal sangat penting untuk memetakan tugas yang harus segera ditangani.

4. Terlepas dari berbagai kekhawatiran, Audi menghadapi musim debut dengan segudang pengalaman, termasuk lewat duet pembalap

Di balik kekhawatiran para petinggi tim, proyek Audi di Formula 1 ditopang oleh segudang pengalaman dalam berbagai faktor. Jonathan Wheatley membawa rekam jejak kesuksesan di Red Bull yang melompat dari tim baru pada 2005 menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap pada 2010. Sementara, Mattia Binotto sendiri datang dengan pengalaman panjang sebagai pemimpin proyek teknis dan mantan kepala tim Ferrari.

Di samping fondasi manajerial tim, Audi juga mengandalkan duet pembalap yang menghadirkan kombinasi pengalaman dan energi baru. Nico Huelkenberg menyumbang modal penting berupa pengalaman panjang dan podium perdana yang diraih pada Formula 1 Grand Prix Inggris 2025. Sedangkan, Gabriel Bortoleto, pembalap debutan 2025 dengan hasil terbaik berupa finis keenam pada Grand Prix Hungaria, menyuarakan ambisi tinggi untuk meraih gelar juara dunia sebelum 2030.

Kata Mattia Binotto, tim yang pernah hebat pada masa lalu akan tetap hebat pada masa depan. Lewat kombinasi tokoh berpengalaman dan niat yang matang, Audi juga demikian. Akan tetapi, mereka tidak menampik akan menghadapi tantangan yang sangat sulit di bawah naungan proyek Formula 1 Audi yang sangat ambisius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Pencapaian Terakhir Arsenal di Carabao Cup sebelum 2025/2026

06 Feb 2026, 19:48 WIBSport