5 Hal yang Bakal Dialami 14 Pemain Indonesia di All England Open 2018

'Perang saudara' akan kembali terlihat di turnamen ini

Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England Open edisi 2018, dimulai Rabu (14/3/2018). Mengacu pada gengsi turnamen dan hadiah besar (1 juta US dolar), All England iikuti pemain-pemain top dunia. Termasuk pemain-pemain terbaik Indonesia.

Ada 14 wakil Indonesia yang akan tampil di All England Open 2018. Ke-14 wakil tersebut tampil di lima nomor yang dipertandingkan, yakni tunggal putra/putri, ganda putra/putri dan ganda campuran. Nah, dari 14 wakil tersebut, ada beberapa fakta menarik yang pencinta bulu tangkis perlu tahu. Apa saja?

1. Empat pemain langsung "perang saudara" di round 1

bwfbadminton.com

Undian All England Open 2018 terasa kurang ramah bagi pemain-pemain Indonesia. Faktanya, ada empat pemain Indonesia yang sudah harus saling berhadapan di round 1 yang dimainkan Rabu (14/3/2018). 

Ya, ada dua perang saudara yang melibatkan empat pemain Indonesia di round 1, seperti dikutip dari Tournamentsoftware.com. Di nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting akan menghadapi seniornya, Tommy Sugiarto.

Sementara di ganda putra, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya akan menghadapi rekan sepelatnas, Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Perang saudara di babak awal itu tentunya kerugian buat Indonesia. Sebab, dua pemain Indonesia sudah pasti out di round 1.

2. Fitriani menjadi satu-satunya wakil di tunggal putri

sports.sindonews.com

Dari 14 pemain Indonesia yang akan tampil di All England Open 2018, nomor tunggal putri menjadi sektor yang paling sedikit wakilnya. Di tunggal putri, Indonesia hanya memiliki satu wakil, yakni Fitriani. Sementara di tunggal putra, Indonesia punya 3 wakil, lalu 4 wakil di ganda putra, 3 wakil di ganda putri dan 3 wakil di ganda campuran. 

Di round 1, Fitriani akan menghadapi tunggal Malaysia, Sonia Cheah. Semoga Fitriani bisa mengeluarkan penampilan terbaiknya seperti ketika tampil di Badminton Asia Team Championship, Februari lalu. 

Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti menilai Fitriani mulai menemukan pola permainan yang tepat. Menurutnya, bila permainan pebulutangkis asal Garut tersebut bisa konsisten, Fitriani bisa menembus peringkat sepuluh dunia.

Susy menyebut, permainan Fitriani sebenarnya sudah selevel dengan pemain tunggal putri kelas dunia lainnya. Hanya saja, terkadang dia kurang konsisten dalam menjaga pola permainannya. Ia bahkan meminta Minarti Timur, pelatih kepala tunggal putri supaya mengevaluasi Fitriani secara teknis hingga nonteknis.

3. Ganda tampil dengan pasangan berbeda

bwfworldtour.com

Di nomor ganda, ada beberapa pemain Indonesia yang tampil untuk kali kedua di All England setelah tahun 2017 lalu juga berpartisipasi. Menariknya, di tahun ini mereka tampil dengan pasangan berbeda.

Di ganda putra, Angga Pratama yang tahun 2017 lalu berpasangan dengan Ricky Karanda, tahun ini akan bertandem dengan Rian Agung Saputro.

Lalu, Hendra Setiawan dan Mohamad Ahsan yang kembali bersatu setelah di 2017 lalu tampil dengan pasangan masing-masing. Hendra main dengan Tan Boon Heong (Malaysia) dan Ahsan main dengan Rian Agung Saputro.

Lalu di ganda putri, di antaranya ada Della Destiara yang tahun lalu main dengan Rosyita Eka Putri, kali ini bermain dengan Rizki Amelia Pradipta. Kemudian Anggia Shitta Awanda yang dulu bertandem dengan Apriani Rahayu, kali ini bermain dengan Ni Ketut Mahadewi Istirani.

Sementara Apriani bermain dengan Greysia Polii  yang tahun lalu masih bermain dengan Rizki Amelia Pradipta.

4. Empat pemain jadi unggulan

juara.bolasport.com

Dari 14 pemain Indonesia yang tampil, ada empat pemain yang menjadi unggulan di All England 2018. Mereka yakni Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang menjadi unggulan 1 di nomor ganda putra. Di ganda putri, pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu menjadi unggulan enam.

All England kali ini akan menjadi debut bagi Greysia/Apriani yang sejak dipasangkan mulai Mei 2017 lalu, sudah tiga kali juara (Thailand Open 2017, French Open 2017 dan India Open 2018) serta dua kali finalis (Hongkong Open dan Indonesia Masters 2018).

Di nomor ganda campuran, Indonesia mempunyai dua pemain unggulan. Ganda senior, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi unggulan 1. Sementara Praveen Jordan/Debby Susanto yang khusus untuk All England akan kembali dipasangkan setelah 'diceraikan' di awal tahun 2018 lalu. Praveen/Debby kembali dimainkan bareng di All England karena faktor ranking dan juga pengalaman.

Menurut kalian, dari empat pasangan Indonesia yang mejadi unggulan, siapa yang bakalan paling sukses? Semoga aja sukses semua ya.

5. Empat pemain berstatus pernah juara All England

twitter.com/BadmintonNow

Dari 14 pemain Indonesia yang tampil di All England tahun ini, ada 4 pemain pernah tampil sebagai juara All England. Semuanya dari sektor ganda. Pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi pemain Indonesia yang paling sering juara dengan tiga kali juara All England di tahun 2012, 2013 dan 2014. 

Lalu, ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pernah juara di tahun 2014. Di tahun 2016, giliran Praveen Jordan/Debby Susanto yang jadi juara ganda campuran. Dan tahun lalu, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya menjadi juara ganda putra.

Pernah juara tersebut tentunya menjadi bekal bagus bagi pemain-pemain Indonesia. Bahwa mereka "tahu jalan" untuk menjadi juara. Semoga Indonesia tetap menjaga tradisi juara di All England. Menurut kamu, siapa pemain Indonesia yang akan juara All England 2018?

Line Ads

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You

I Want More !