Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hadir di Sunter, WM Center Buka Kelas Olahraga Buat Lansia

3 min read
Hadir di Sunter, WM Center Buka Kelas Olahraga Buat Lansia
WM Center hadir di Sunter, sediakan kelas olahraga buat lansia. (Dok. WM Center)
  • WM Center membuka cabang ke-12 di Sunter, Jakarta Utara, dengan layanan pemulihan cedera olahraga serta WM Class berpendampingan fisioterapis, termasuk bagi lansia.

  • WM Class berkelompok melibatkan tiga lansia dan satu fisioterapis untuk mendukung pemulihan, aktivitas fisik, serta interaksi sosial; program juga melayani keluhan muskuloskeletal seperti nyeri punggung bawah.

  • Penanganan lansia mencakup penguatan otot, peregangan, komunikasi, dan perhatian psikologis; fasilitas gym Sunter turut mendukung pemulihan pascaoperasi atau cedera atlet hingga kembali beraktivitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – WM Center resmi membuka cabang ke-12 di Sunter, Jakarta Utara. Tidak hanya menyediakan layanan recovery sports injury, mereka juga menghadirkan program latihan untuk kelompok lanjut usia (lansia).

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah WM Class, yakni kelas latihan berkelompok dengan pendampingan fisioterapis. Program ini salah satunya menyasar lansia untuk membantu proses pemulihan sekaligus mempertahankan kemampuan gerak.

“Layanan khusus yang tadi kita launching adalah WM Class, di mana perform rata-rata untuk lansia. Karena berkelompok, nanti akan secara berkelompok. Jadi, tiga pasien lansia, satu fisioterapi,” kata pendiri WM Center, Windy Mayang dalam keterangannya.

  1. 1. WM Class buat lansia lebih semangat beraktivitas

    Sejumlah lansia mengikuti kelas olahraga di WM Center Sunter, fasilitas kebugaran yang menyediakan aktivitas fisik untuk usia lanjut.
    WM Center hadir di Sunter, sediakan kelas olahraga buat lansia. (Dok. WM Center)

    Menurut Windy, konsep latihan secara berkelompok diharapkan membuat lansia lebih bersemangat menjalani aktivitas fisik. Kehadiran komunitas juga menjadi salah satu alasan WM Class dikembangkan.

    Dengan berlatih bersama, peserta tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam menjalani program pemulihan, tetapi juga memiliki lingkungan sosial yang dapat mengurangi kejenuhan.

    “Mereka memiliki komunitas di mana mungkin tidak akan mengalami kejenuhan,” ujarnya.

    WM Class tidak hanya ditujukan untuk lansia. Program tersebut juga dapat menyasar pasien dengan masalah muskuloskeletal, seperti nyeri punggung bawah atau low back pain.

    Latihan diberikan secara bertahap dengan fokus, antara lain, pada penguatan otot inti dan peningkatan kemampuan fisik. Pendekatan ini sejalan dengan konsep fisioterapi yang tidak berhenti ketika cedera atau keluhan membaik, tetapi juga mendorong pasien kembali aktif dan meningkatkan performa.

  2. 2. Lansia butuh latihan yang terukur

    Para lansia mengikuti kelas olahraga bersama instruktur di WM Center yang hadir di kawasan Sunter, Jakarta.
    WM Center hadir di Sunter, sediakan kelas olahraga buat lansia. (Dok. WM Center)

    Salah satu kondisi yang cukup banyak ditangani pada kelompok lansia adalah osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi, terutama pada lutut.

    Windy menjelaskan kondisi tersebut membutuhkan latihan yang terukur, termasuk melalui stretching dan strengthening. Program penguatan otot dilakukan secara berkala, sementara peregangan diberikan untuk membantu mengatasi kekakuan otot.

    “Kalau lansia, berarti harus di-strengthening dulu. Strengthening-nya secara berkala, kemudian stretching dibanyakin, karena pasti hamstring-nya juga tight,” kata Windy.

    Penanganan lansia juga membutuhkan pendekatan yang berbeda karena terapi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Faktor psikologis dan komunikasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

    “Kalau misalkan lansia, memang kan WM ini terkenal dengan kata bongkar yang orang jerit-jerit. Dengan pasien-pasien lansia ini, yang pertama kita harus mengedepankan psikis dari lansia tersebut. Kemudian yang ketiga, pasien lansia itu membutuhkan komunikasi yang lebih signifikan,” tuturnya.

  3. 3. Dukung recovery atlet hingga kembali bertanding

    Sejumlah lansia mengikuti kelas olahraga di WM Center Sunter dengan gerakan peregangan bersama instruktur.
    WM Center hadir di Sunter, sediakan kelas olahraga buat lansia. (Dok. WM Center)

    Selain program untuk masyarakat, WM Center Sunter memiliki area gym yang dirancang untuk mendukung proses pemulihan pascaoperasi maupun cedera olahraga.

    Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung pemulihan berbagai cedera, termasuk anterior cruciate ligament (ACL) dan meniskus. Area latihan juga disiapkan untuk kebutuhan yang lebih spesifik, termasuk bagi atlet yang sedang menjalani proses recovery sebelum kembali beraktivitas atau bertanding.

    Sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga juga sebelumnya telah memanfaatkan layanan WM Center. Mereka berasal dari cabang sepak bola, voli, bulu tangkis, basket, hingga atletik. Windy berharap fasilitas WM Center di Sunter dapat semakin memperkuat dukungan terhadap kebutuhan recovery.

    “Kebetulan sekarang banyak atlet lari karena ada pro elite, si maraton tersebut. Saya berharap Robi Syianturi yang datang ke sini. Karena dia sudah maraton 42 kilometer, sekitar pace-nya 3, itu butuh recovery,” ujar Windy.

    Dengan konsep tersebut, WM Center Sunter ingin menempatkan fisioterapi bukan hanya sebagai layanan yang dibutuhkan ketika seseorang mengalami cedera. Kehadiran WM Class dan fasilitas latihan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari proses menjaga tubuh tetap aktif.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More