Diaspora Indonesia di AS. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Davon juga menyebut, IAG 2026 bertujuan untuk mempererat jaringan antarkomunitas, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat AS melalui pendekatan olahraga dan seni.
"Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan diaspora Indonesia akan wadah yang mampu menyatukan berbagai profesi, usia, dan daerah asal dalam suasana yang sehat, inklusif, dan penuh kebersamaan,” ujar Davon.
Okto, sapaan akrab Raja Sapta, mengapresiasi penyelenggaraan IAG 2026 sebagai implementasi nyata nilai-nilai Olimpiade di tengah masyarakat Indonesia di luar negeri.
"Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan. IAG menunjukkan semangat Olimpiade tidak mengenal batas negara. Saya mengapresiasi seluruh panitia dan komunitas diaspora Indonesia yang berhasil menghadirkan kegiatan positif ini,” ucap Okto.
Lebih lanjut, Okto berharap IAG dapat menjadi sarana pembinaan olah raga, memperkuat diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy), sekaligus melahirkan kolaborasi baru antara Indonesia dan komunitas internasional.
"Semoga IAG terus berkembang menjadi agenda tahunan yang membanggakan bangsa Indonesia di tingkat internasional," ujar Okto.