Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IAG 2026, Kala Olahraga dan Budaya Satukan Diaspora Indonesia
IAG 2026 siap dilaksanakan, persatukan diaspora Indonesia di AS. (Dok. IAG)
  • IAG 2026 digelar di Chicago sebagai ajang olahraga multicabang terbesar diaspora Indonesia di AS, menghadirkan tujuh cabang olahraga dan pertunjukan budaya selama 19–21 Juni 2026.
  • Acara ini bertujuan mempererat jaringan komunitas diaspora serta mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui olahraga dan seni, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan NOC Indonesia.
  • IAG 2026 dinilai sebagai bentuk diplomasi budaya yang memperkuat citra Indonesia di luar negeri, menonjolkan semangat persatuan, keberagaman, dan sportivitas bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Sebuah multievent olah raga bertaraf internasional kini hadir yakni Indonesian American Games (IAG) 2026 . Edisi perdana IAG telah diadakan di Wintrust Sports Complex, Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS).

IAG merupakan pekan olahraga multicabang terbesar masyarakat Indonesia di AS. Ajang ini diikuti sekitar 200 peserta yang bertanding dalam tujuh cabang olahraga (cabor), yakni voli, basket, tenis, pickleball, bulu tangkis, mini soccer, dan catur selama 19 sampai 21 Juni 2026.

1. Mengusung tema Satu Bangsa, persatukan diaspora

IAG 2026 siap dilaksanakan, persatukan diaspora Indonesia di AS. (Dok. IAG)

IAG 2026 mengusung tema Satu Bangsa, Satu Semangat dan Satu Permainan. Slogan ini menunjukan bangsa Indonesia kuat di negara AS dan membuktikan eksistensi Indonesia sebagai bangsa besar di bidang olahraga.

Selain kompetisi olahraga, perhelatan IAG 2026 juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Indonesia, seperti tari tradisional, pencak silat, demonstrasi lacrosse hingga kompetisi poco-poco.

Kehadiran IAG mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia. Hal itu terlihat dengan hadirnya Duta Besar Republik Indonesia untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo dalam upacara pembukaan IAG 2026.

Dukungan atas bagi IAG juga semakin kuat dengan hadirnya Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari dalam acara pembukaan bahkan hingga selama AIG 2026 berlangsung.

"IAG bukan sekadar kompetisi olahraga. Ajang ini merupakan ruang silaturahmi bagi seluruh diaspora Indonesia di AS. Kami ingin membangun rasa memiliki sebagai bangsa Indonesia," ujar Inisiator IAG 2026, Davon Arjunaidi dalam keterangannya.

2. Mempererat jaringan dan mengenalkan kekayaan budaya

Diaspora Indonesia di AS. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Davon juga menyebut, IAG 2026 bertujuan untuk mempererat jaringan antarkomunitas, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat AS melalui pendekatan olahraga dan seni.

"Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan diaspora Indonesia akan wadah yang mampu menyatukan berbagai profesi, usia, dan daerah asal dalam suasana yang sehat, inklusif, dan penuh kebersamaan,” ujar Davon.

Okto, sapaan akrab Raja Sapta, mengapresiasi penyelenggaraan IAG 2026 sebagai implementasi nyata nilai-nilai Olimpiade di tengah masyarakat Indonesia di luar negeri.

"Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan. IAG menunjukkan semangat Olimpiade tidak mengenal batas negara. Saya mengapresiasi seluruh panitia dan komunitas diaspora Indonesia yang berhasil menghadirkan kegiatan positif ini,” ucap Okto.

Lebih lanjut, Okto berharap IAG dapat menjadi sarana pembinaan olah raga, memperkuat diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy), sekaligus melahirkan kolaborasi baru antara Indonesia dan komunitas internasional.

"Semoga IAG terus berkembang menjadi agenda tahunan yang membanggakan bangsa Indonesia di tingkat internasional," ujar Okto.

3. Perkuat citra Indonesia di luar negeri

IAG 2026 siap dilaksanakan, persatukan diaspora Indonesia di AS. (Dok. IAG)

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo menilai IAG merupakan contoh nyata diplomasi budaya yang mampu memperkuat citra Indonesia di luar negeri.

"Kegiatan seperti IAG 2026 ini bukan hanya mempererat hubungan antar diaspora, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, keberagaman, dan sportivitas," ujar Dwisuryo.

Melalui IAG 2026, masyarakat Indonesia di AS tidak hanya berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga, tetapi juga merayakan identitas kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menunjukkan kepada dunia bahwa semangat gotong royong dan persatuan tetap hidup.

Curated For You

Editorial Team

Related Article