Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IBL dan Jurnalis Tukar Pikiran soal Basket, dari IBL Hingga Timnas
Jusraga gelar diskusi membahas ekosistem basket Indonesia. (Dok. Jusraga)
  • Jusraga menggelar diskusi di Jakarta yang mempertemukan Perbasi, IBL, klub, mantan pemain, media, dan pemerhati untuk membahas pembinaan, liga, industri, serta prestasi basket Indonesia.

  • Perbasi menekankan komunikasi terbuka dengan media dan pencinta basket, sementara IBL menyatakan komitmennya mendukung program federasi demi mendorong prestasi nasional.

  • Diskusi menyoroti format kompetisi, pembatasan dua pemain asing pada IBL 2027, peningkatan menit bermain pemain lokal, serta pembinaan usia muda dan keberlanjutan industri basket.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kumpulan pewarta basket yang tergabung dalam Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) menggelar diskusi bertajuk “Satu Ekosistem Basket Indonesia: Pembinaan, Liga, Industri dan Prestasi”.

Forum tersebut membahas berbagai persoalan dan peluang pengembangan basket Indonesia, mulai dari pembinaan pemain hingga prestasi Timnas Basket Indonesia di kancah internasional.

Diskusi berlangsung di Meeting Room Best Western Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026), dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan basket Tanah Air.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perbasi Nirmala Dewi dan Direktur Utama (Dirut) IBL Indonesia Junas Miradiarsyah turut hadir dalam forum tersebut. Selain itu, sejumlah legenda dan mantan pemain nasional, perwakilan klub, pencinta basket, serta pemerhati olahraga juga meramaikan diskusi.

1. Perbasi tekankan pentingnya komunikasi

Jusraga gelar diskusi membahas ekosistem basket Indonesia. (Dok. Jusraga)

Nirmala menyambut positif forum yang digelar Jusraga. Menurutnya, komunikasi antara federasi, media, dan pencinta basket menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem basket yang lebih baik. Nirmala menilai komunikasi yang terbuka dapat membantu federasi mendapatkan masukan sekaligus menyampaikan berbagai informasi mengenai perkembangan basket nasional.

"Ini penting juga buat kami untuk menerima masukan, dan kemudian kita juga memberikan informasi. Karena tidak ada organisasi yang sukses kalau komunikasinya tidak baik," ujar Nirmala dalam paparannya.

2. IBL ingin ikut dorong prestasi basket nasional

Jusraga gelar diskusi membahas ekosistem basket Indonesia. (Dok. Jusraga)

Junas juga menilai media merupakan salah satu elemen penting dalam ekosistem basket Indonesia. Menurutnya, perkembangan basket tidak hanya bergantung pada federasi dan liga, tetapi juga melibatkan klub, pemain, media, serta berbagai pihak lainnya.

"Ini hal positif yang dilakukan untuk meningkatkan pengalaman dan penghargaan. Jadi, peran serta media menurut saya adalah salah satu stakeholder yang penting," kata Junas.

Dia menegaskan IBL memiliki tanggung jawab untuk mendukung program federasi dalam upaya menciptakan prestasi basket nasional.

"Kami, sebagai IBL, punya satu peran untuk mendukung federasi, dan harus kita dukung untuk menciptakan prestasi nasional yang terbaik yang diinginkan," ujar Junas.

3. Format kompetisi dan pemain asing turut disorot

Jusraga gelar diskusi membahas ekosistem basket Indonesia. (Dok. Jusraga)

Salah satu topik yang dibahas dalam diskusi adalah dampak format kompetisi yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk sistem kandang dan tandang. Regulasi penggunaan pemain asing di IBL musim 2027 juga menjadi perhatian. Pada musim mendatang, setiap klub diperbolehkan menurunkan maksimal dua pemain asing di lapangan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain. Dengan kesempatan yang lebih banyak, pemain Indonesia diharapkan dapat berkembang melalui persaingan di kompetisi IBL.

Selain regulasi pemain asing, pembinaan kelompok usia muda turut menjadi perhatian. Pembinaan yang berkelanjutan dinilai penting agar semakin banyak pemain lokal masuk ke dalam ekosistem liga dan pada akhirnya memperbesar pilihan pemain untuk kebutuhan Timnas basket putra Indonesia.

Sejumlah legenda dan mantan pemain nasional, seperti Fictor Roring dan Wahyu Widayat Jati, juga memberikan pandangan mengenai pentingnya memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal.

Mereka berharap kompetisi basket nasional dapat berlangsung dalam periode yang panjang dan konsisten. Dengan begitu, pemain Indonesia memiliki kesempatan yang cukup untuk berkembang dan meningkatkan kualitasnya.

Pandangan serupa disampaikan pencinta dan pemerhati basket Indonesia, Augie Fantinus, Udjo Project Pop, serta Bima Marzuki selaku CEO Media Buffet.

"IBL dan Perbasi perlu mempelajari success story proteksi pemain lokal lewat regulasi di liga China, Korsel, Taiwan, bahkan liga Spanyol. Kalau mereka bisa, kenapa kita nggak bisa?" ujar Bima dalam paparannya.

4. Dorong basket Indonesia berkembang sebagai industri

Jusraga gelar diskusi membahas ekosistem basket Indonesia. (Dok. Jusraga)

Owner RANS Simba Bogor, Norman Sebastian, turut menyampaikan harapannya terhadap perkembangan ekosistem basket Indonesia. Menurutnya, forum seperti yang digelar Jusraga dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong basket Indonesia berkembang juga dari industri.

Forum Jusraga tersebut menjadi ruang bagi federasi, liga, klub, mantan pemain, pencinta basket, dan media untuk menyampaikan gagasan sekaligus mencari solusi bagi pengembangan basket Indonesia secara menyeluruh.

Melalui komunikasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, ekosistem basket nasional diharapkan semakin kuat. Dengan demikian, Indonesia dapat memiliki kompetisi yang sehat, pemain lokal berkualitas, industri yang berkelanjutan, serta prestasi Timnas Basket yang semakin baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article