Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ironi Menpora Erick: Mau Berantas Dualisme, Tapi Justru Ada di Domino

WhatsApp Image 2025-11-15 at 19.17.00.jpeg
IDoT 2025 sukses digelar di Plaza Timur GBK. (IDN Times/Sandy Firdaus)
Intinya sih...
  • Federasi domino lain sudah bergerak sebelum ORADO
  • PORDI dan ORADO memiliki tujuan yang sama untuk mengangkat domino menjadi cabang olahraga resmi
  • Menpora Erick menekankan pentingnya pengakuan resmi cabor oleh KONI dan KOI, serta mencegah dualisme dalam satu cabor
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ironi tampak dari sikap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Dia ingin memberantas dualisme di federasi, tetapi justru tak melihat dualisme itu terjadi di cabang olahraga (cabor) domino.

Terbaru, Erick menghadiri Deklarasi Nasional dari Federasi Olahraga Domino Nasional/Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (ORADO). Kehadirannya ini jadi pertanyaan tersendiri.

1. Ada federasi domino lain yang sudah bergerak

WhatsApp Image 2025-11-15 at 19.17.00 (1).jpeg
IDoT 2025 sukses digelar di Plaza Timur GBK. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Sebelum ORADO melakukan deklarasi, ada federasi domino lain yang sudah bergerak, yakni Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI). Mereka bahkan sudah menggelar Indonesia Domino Tournament 2025 (IDoT 2025).

IDoT 2025 ini digelar di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), 15 November 2025 silam. Ajang ini diikuti 2.048 peserta dari lebih dari 20 provinsi serta perwakilan dari delapan negara luar negeri.

2. PORDI dan ORADO punya tujuan sama

ORADO gelar Deklarasi Nasional dan Rakernas di Jakarta
ORADO gelar Deklarasi Nasional dan Rakernas di Jakarta. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Uniknya, PORDI dan ORADO ini memiliki tujuan serupa. Ketua Umum PORDI, Andi Jamaro Dulung menegaskan bahwa salah satu fokus PORDI adalah menghilangkan stigma perjudian dalam permainan domino.

Tidak cuma itu, Andi juga menyebut PORDI berjuang untuk membuat domino menjadi cabang olahraga (cabor) resmi. Alhasil, rekomendasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) jadi sesuatu yang mereka kejar.

"Domino bukan sekadar permainan, tapi olahraga pikiran yang mengasah strategi, konsentrasi, dan kerja sama. Kami ingin membawa domino ke level olahraga prestasi lewat IDoT 2025 ini,” ujar Andi.

Ternyata, ORADO memiliki tujuan serupa. Ketua Umum ORADO, Yooky Tjahrial, menyebeut bahwa dengan adanya ORADO ini, domino harus naik kelas jadi olahraga nasional di Indonesia.

"Melalui kampanye #DominoNaikKelas, kami ingin mengangkat domino menjadi olahraga nasional dan menjaring banyak atlet yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Yooky.

3. Apa kata Menpora Erick soal dualisme ini?

ORADO gelar Deklarasi Nasional dan Rakernas di Jakarta
ORADO gelar Deklarasi Nasional dan Rakernas di Jakarta. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Menanggapi soal adanya dualisme ini, untuk sementara Erick tak berbicara banyak. Dia menekankan, pengakuan resmi terhadap cabor berada dalam mekanisme yang diatur KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Saya melihat KONI dan KOI yang memiliki kewenangan untuk memberikan endorsement. Saya hadir untuk mendukung. Tetapi yang paling penting jangan sampai terjadi dualisme dalam satu cabor, termasuk di domino ini,” ujar Menpora Erick.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More

Sabar/Reza Tumbang Lawan Tuan Rumah di Malaysia Open 2026

09 Jan 2026, 22:32 WIBSport