Cerita Bima Abdi Bawa Tenis Meja Indonesia Bersinar di SEA Games 2025

- Bima Abdi Negara akhirnya kembali tampil di ajang internasional setelah tujuh tahun vakum sejak terakhir kali bermain di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.
- Pada SEA Games 2025, Bima berhasil meraih medali perak setelah menyingkirkan sejumlah lawan kuat, termasuk menghadapi rekan senegara Naufal Junindra Irawan di semifinal.
- Bima menegaskan bahwa atlet tenis meja Indonesia mampu bersaing di level dunia jika mendapat kesempatan rutin bertanding internasional serta dukungan pelatihan dan kompetisi domestik yang konsisten.
Jakarta, IDN Times - Atlet tenis meja Indonesia, Bima Abdi Negara, memiliki cerita tersendiri soal SEA Games 2025. Ternyata, ada perjuangan tersendiri yang harus dia lalui agar bisa mentas di ajang ini.
Bima, yang kini sudah berusia 30 tahun, sejatinya adalah atlet tenis meja yang sudah malang melintang di level nasional. Sejak 2016, dia kerap masuk lima besar atlet tenis meja nasional. Namun, belakangan, dia kerap sulit mentas di ajang internasional.
1. Menunggu sejak 2019 agar bisa mentas di ajang internasional

Bima berkata, terakhir kali mentas di ajang internasional terjadi pada 2017 dan 2018. Dia terakhir main di SEA Games 2017 da Asian Games 2018. Setelah itu, dia vakum di ajang internasional tujuh tahun lamanya.
"Dari top nasional pada 2016, lalu 2018 setelah Asian Games, saya vakum tujuh tahun lamanya. Setelah itu, baru dapat kesempatan lagi mentas di ajang internasional pada 2025," ujar Bima dalam sesi jumpa pers.
2. Meraih hasil apik di SEA Games 2025

Lama menanti agar bisa tampil di ajang internasional, tidak disia-siakan oleh Bima. Dia melaju jauh, dan sukses meraih perak. Bahkan, di semifinal, dia menghadapi sesama atlet Indonesia, Naufal Junindra Irawan.
"Saya mewakili atlet Indonesia senior bangga bisa mempersembahkan medali di SEA Games 2025 kemarin. Itu bukan target kami tapi itu hasil terbaik yang bisa diusahakan," ujar Bima.
3. Sebut atlet Indonesia bisa bersaing

Lebih jauh, Bima mengungkapkan atlet tenis meja Indonesia sejatinya bisa bersaing dengan atlet-atlet luar negeri. Asal, mereka rutin mentas di ajang internasional, serta dibekali dengan pelatihan dan kompetisi domestik mumpuni.
"Bila diasah dengan konsisten, saya yakin kualitas atlet nasional tenis meja Indonesia bisa menyaingi pemain top dunia. Hasil SEA Games 2025 jadi tolok ukur kami, bahwa kami bisa bersaing di level dunia," ujar Bima Abdi.
















