Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine di 32 besar Korea Open 2026 (dok.PP PBSI)
  • Jafar Hidayatullah kembali bertanding setelah absen panjang di Korea Open 2026 bersama Rinjani Kwinnara Nastine.

  • Jafar berhadapan dengan idolanya, Yuta Watanabe, dalam laga 32 besar yang berakhir dengan kemenangan pasangan Jepang.

  • Jafar dan Rinjani masih perlu meningkatkan pembelajaran serta latihan, terutama dari sisi teknik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awal Juli 2026

Jafar terakhir mengikuti turnamen pada BWF Super 1000 Indonesia Open.

Korea Open 2026

Jafar kembali bertanding bersama Rinjani Kwinnara Nastine pada laga 32 besar. Mereka kalah dari Yuta Watanabe dan Maya Taguchi dengan skor 17-21, 12-21.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jafar Hidayatullah dan Rinjani Kwinnara Nastine kalah dari Yuta Watanabe dan Maya Taguchi dengan skor 17-21, 12-21 pada 32 besar Korea Open 2026.
  • Who?
    Jafar Hidayatullah, Rinjani Kwinnara Nastine, Yuta Watanabe, dan Maya Taguchi.
  • Where?
    Pertandingan berlangsung di Korea Open 2026; lokasi arena pertandingan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Korea Open 2026, setelah Jafar terakhir bertanding pada awal Juli 2026 di BWF Super 1000 Indonesia Open.
  • Why?
    Jafar berduel dengan Yuta Watanabe, salah satu idolanya, dan kembali berkompetisi setelah absen panjang.
  • How?
    Jafar/Rinjani mengakui keunggulan Watanabe/Taguchi dalam dua gim dengan skor 17-21, 12-21.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jafar kembali bermain bulu tangkis bersama Rinjani setelah lama tidak bertanding. Mereka melawan Yuta Watanabe dan Maya Taguchi di Korea Open 2026. Jafar senang karena Yuta adalah idolanya. Mereka belum menang. Rinjani bilang mereka masih harus banyak belajar dan berlatih, terutama tentang teknik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kembalinya Jafar ke arena memberi pengalaman penting setelah absen panjang. Ia juga mendapat kesempatan berhadapan langsung dengan Yuta Watanabe, sosok yang dikaguminya. Bersama Rinjani, Jafar dapat mengenali aspek teknik yang masih perlu dipelajari dan dilatih untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Atlet ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah, mendapat pengalaman berharga saat tampil bersama Rinjani Kwinnara Nastine pada laga 32 besar Korea Open 2026. Jafar berkesempatan untuk berduel melawan salah satu idolanya, Yuta Watanabe, yang berpasangan dengan Maya Taguchi (Jepang).

Jafar/Rinjani harus mengakui keunggulan Watanabe/Taguchi dengan skor 17-21, 12-21. Meski belum berhasil meraih kemenangan, Jafar mengaku senang bisa kembali bertanding.

1. Jafar gugup kembali berlaga

Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine di 32 besar Korea Open 2026 (dok.PP PBSI)

Korea Open 2026 menjadi turnamen perdana Jafar setelah absen panjang. Jafar terakhir mengikuti turnamen pada awal Juli 2026 lalu pada BWF Super 1000 Indonesia Open.

Kembali ke arena pertandingan setelah sekian lama tidak mengikuti turnamen, diakui Jafar, menghadirkan perasaan yang berbeda. Jafar mengaku merasakan ketegangan dan gugup sejak awal laga, meski tetap senang bisa kembali berkompetisi.

“Senang bisa kembali bertanding tapi rasanya sangat berbeda, dari awal saya merasakan ada tegang dan gugup. Sesuatu yang wajar rasanya setelah sekian lama tidak ikut turnamen. Cukup senang tapi hasilnya memang belum bagus,” kata Jafar.

2. Dapat pengalaman berharga karena bersua melawan Yuta

Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine bersua melawan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, di 32 besar Korea Open 2026 (dok.PP PBSI)

Pertandingan melawan Yuta Watanabe memiliki makna tersendiri bagi Jafar. Pemain Jepang tersebut merupakan salah satu idolanya. Kesempatan berhadapan langsung dengannya menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Jafar.

“Bertemu Yuta yang merupakan salah satu idola saya juga sebuah pengalaman berharga,” kata Jafar.

Jafar juga mengagumi perjalanan Yuta dalam membangun pasangan mainnya hingga mencapai level tinggi. Menurut Jafar, kemampuan Yuta membawa partnernya berkembang menjadi inspirasi bagi perjalanan kariernya sendiri.

“Dia bisa membawa partnernya dari bawah sampai ke level setinggi ini sekarang. Saya juga ingin seperti itu ke depannya,” kata Jafar.

3. PR untuk Jafar/Rinjani

Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine di 32 besar Korea Open 2026 (dok.PP PBSI)

Rinjani Kwinnara Nastine menilai penampilannya bersama Jafar pada pertandingan pertama cukup baik. Namun, masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan. Salah satu yang disoroti Rinjani adalah perlunya pembelajaran dan latihan lebih lanjut, terutama dari sisi teknik.

“Di pertandingan pertama kami merasa cukup lumayan bermain baik tadi. Tapi memang masih banyak yang harus dipelajari lagi, harus banyak dilatih lagi dari sisi tekniknya,” kata Rinjani.

Editorial Team

Related Article