Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PSG Lumat Villarreal Setengah Lusin Gol, Enrique Buka Suara

3 min read
PSG Lumat Villarreal Setengah Lusin Gol, Enrique Buka Suara
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, jelang Piala Super Eropa (AFP / Franck Fife)
  • PSG menghancurkan Villarreal 6-0 di Estadio de la Ceramica, dengan empat gol dalam 17 menit awal dan dominasi 67 persen penguasaan bola.
  • Luis Enrique menegaskan PSG tetap bermain menyerang sepanjang laga sebagai bentuk profesionalisme dan penghormatan kepada lawan, meski mengaku tidak senang melihat Villarreal kesulitan.
  • Kemenangan ini mengukuhkan PSG di puncak klasemen sementara fase grup Liga Champions, sementara Villarreal mendapat tekanan untuk membenahi pertahanan demi peluang ke fase gugur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, memberikan tanggapan usai timnya memetik kemenangan telak 6-0 atas Villarreal pada matchday keempat Liga Champions 2026/2027. Laga penegasan dominasi wakil Prancis tersebut berlangsung di Estadio de la Ceramica, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.

Les Parisiens tampil perkasa sepanjang laga lewat statistik meyakinkan berupa 67 persen penguasaan bola serta 23 percobaan tembakan. Angka tersebut berbanding jauh dengan tuan rumah yang cuma mampu melepaskan 14 tembakan dan menguasai 33 persen aliran bola.

Keunggulan mengejutkan langsung tercipta tatkala kubu tamu sanggup mencetak empat gol cepat hanya dalam kurun waktu 17 menit babak pertama. Joao Neves membuka keran gol pada menit kesembilan sebelum disusul kontribusi Desire Doue, Senny Mayulu, serta Fabian Ruiz.

  1. 1. Hormati permainan lawan

    Pesta gol PSG berlanjut pada paruh kedua lewat paruh gol kedua Fabian Ruiz serta torehan penutup David Boly di pengujung laga. Hasil meyakinkan ini menobatkan anak asuh Enrique sebagai skuad tercepat yang mengemas empat gol awal sepanjang sejarah kompetisi Eropa.

    Kendati sudah unggul jauh sejak fase awal pertandingan, juru taktik asal Spanyol tersebut menolak instruksi untuk menurunkan tempo permainan. Langkah tersebut diklaim sebagai bentuk penghargaan profesional terhadap sang lawan.

    "Setelah tertinggal 0-3, hanya sedikit tim yang dapat mengatasinya. Kami mencoba untuk menghormati lawan kami dengan bermain dengan cara yang sama sepanjang pertandingan," kata Enrique, dikutip dari L'Equipe.

  2. 2. Kami tak pernah berniat pertahankan keunggulan

    Enrique menegaskan, filosofi menyerang secara konsisten sudah menjadi identitas mendasar yang ditanamkan kepada anak asuhnya. Pola pikir serupa pernah diterapkan saat menorehkan kemenangan besar di partai puncak musim sebelumnya.

    "Kami dapat mengingat final Liga Champions pertama melawan Inter (5-0). Kami tidak pernah berpikir untuk mempertahankan keunggulan," dia menambahkan.

    Meski demikian, eks pelatih Barcelona itu mengaku tetap memendam rasa empati melihat penderitaan kubu lawan di hadapan pendukungnya sendiri. Pembantaian telak di kandang lawan diakui memberi rasa dilematis tersendiri.

    "Kami selalu ingin bermain dengan intensitas yang sama dan dalam keadaan yang sama. Meski begitu, saya tidak senang melihat lawan saya kesulitan seperti ini," ujarnya.

  3. 3. PSG kokoh di puncak klasemen

    Raihan tiga poin penuh ini semakin mengukuhkan posisi PSG di papan atas klasemen sementara fase grup Liga Champions. Kemenangan besar tersebut sekaligus mengirim pesan ancaman serius bagi para pesaing gelar juara musim ini.

    Sebaliknya, kekalahan menyakitkan di kandang sendiri menjadi tamparan keras bagi Villarreal untuk segera membenahi lini pertahanan mereka. Skuad Kapal Selam Kuning dituntut bangkit demi menjaga asa melangkah ke babak gugur.

    Hasil impresif di Spanyol menandaskan kematangan taktik Luis Enrique dalam menjaga kelaparan mencetak gol anak asuhnya. PSG membuktikan bahwa rasa hormat tertinggi di atas lapangan ditunjukkan lewat keseriusan berlaga hingga peluit akhir.

Related Articles

See More