Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jorge Martin Gak Masalah Finis Ketiga di Mandalika: Terpenting di Puncak
Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin memacu motornya dalam sesi latihan bebas MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/Ahmad Subaidi)
  • Jorge Martin finis ketiga di MotoGP Indonesia setelah menghadapi situasi sulit di Mandalika.

  • Hasil itu mengembalikan Martin ke puncak klasemen, dengan keunggulan dua poin atas Marc Marquez.

  • Martin menilai sprint race menjadi pelajaran dan percaya diri dengan dukungan motor Aprilia RS-GP.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (11/10/2026)

Jorge Martin finis di peringkat ketiga dalam balapan utama MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Hasil tersebut membuatnya kembali ke puncak klasemen sementara MotoGP.

musim ini

Martin menilai performa motor Aprilia RS-GP membantunya dalam persaingan gelar MotoGP. MotoGP musim ini masih menyisakan lima seri lagi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jorge Martin finis di peringkat ketiga dalam balapan utama MotoGP Indonesia.
  • Who?
    Jorge Martin dari Aprilia Racing dan Marc Marquez menjadi pembalap yang terkait dengan perebutan puncak klasemen.
  • Where?
    Balapan berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
  • When?
    Minggu (11/10/2026).
  • Why?
    Finis ketiga membuat Martin kembali memimpin klasemen sementara MotoGP setelah sebelumnya kehilangan posisi puncak.
  • How?
    Martin finis di posisi yang lebih baik daripada Marquez dan unggul dua poin di klasemen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jorge Martin balapan di Mandalika dan finis nomor tiga. Ia pembalap Aprilia Racing. Sebelumnya, ban motornya bermasalah saat sprint race, jadi ia finis nomor empat. Martin sempat turun dari puncak klasemen karena Marc Marquez menang. Sekarang Martin kembali di puncak, tetapi unggul dua poin saja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hasil finis ketiga menunjukkan Jorge Martin mampu merespons situasi sulit setelah mengalami masalah tekanan ban dalam sprint race. Ia juga menjadikan kegagalan tersebut sebagai pelajaran. Dukungan performa Aprilia RS-GP dan kerja mekanik memberi Martin kepercayaan diri untuk terus bersaing dalam perebutan gelar hingga akhir musim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mengaku puas bisa menutup balapan utama MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu (11/10/2026), dengan finis di peringkat ketiga. Menurut Martin, hal itu sudah cukup baginya, mengingat situasi yang serba sulit di Mandalika.

Dalam sesi sprint race, Martin sebenarnya nyaris saja masuk ke podium. Namun, dia mengalami masalah serius jelang akhir balapan ketika tekanan ban motornya berkurang dan harus berhati-hati dalam melewati setiap tikungan. Hingga akhirnya, Martin harus puas di posisi empat dalam sesi sprint race.

Kondisi itu sempat membuat Martin kehilangan posisi puncak klasemen sementara MotoGP karena Marc Marquez menjadi juara. Tapi, pada akhirnya Martin bisa merebutnya kembali dengan finis ketiga dan posisinya lebih baik daripada Marquez.

"Saya sangat senang. Anda tahu, target saya sebenarnya finis di peringkat ketiga setelah sepanjang pekan dikuasai oleh Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi. Mereka selalu ada di depan saya. Jadi, saya coba mengimbangi mereka, yang begitu cepat di setiap tikungan," ujar Martin di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

1. Sprint race jadi pelajaran

Insiden di sprint race, diakui Martin, menjadi pelajaran baginya. Dia mengakui, ada kesempatan untuk jadi juara dalam sesi sprint race, namun akhirnya gagal karena kesalahan sendiri.

"Saya sadar telah melewatkan kesempatan menang di sprint race. Tapi, itu terkadang terjadi, tinggal belajar dan akhirnya bisa meraih hasil terbaik," ujar Martin.

2. Indahnya di puncak

Meski sudah kembali ke puncak klasemen, Martin gak bisa tenang. Sebab, jaraknya dengan Marquez begitu tipis, hanya unggul dua poin. Apalagi, MotoGP musim ini masih menyisakan lima seri lagi.

"Hari yang indah, kami bisa meraih lagi puncak klasemen. Masih ada lima balapan dan saya merasa setiap saat bisa lebih cepat untuk bertarung demi gelar juara," kata Martin.

3. Yakin bisa makin kompetiitif

Performa motor Aprilia RS-GP musim ini, diakui Martin, sangat membantunya dalam persaingan gelar MotoGP. Martin yakin dengan kualitas motor dan inovasi para mekanik di garasi, gelar juara akan diraih di akhir musim nantinya.

"Saya merasa sangat nyaman, percaya diri bisa semakin cepat. Tapi, saya sadar akan ada momen ketika kami kewalahan dan harus berjuang, bekerja keras. Dalam momen tersebut, saya akan sangat kompetitif. Itulah yang akan terjadi," ujar pria Spanyol tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article